Minggu, 10 Mei 2009

Kuliah Pengantar Ekonomi Makro

Pada hakikatnya, penawaran uang adalah jumlah uang yang tersedia dalam suatu perekonomian. Kita telah mengenal kebijakan moneter, yaitu kebijakan yang bertujuan untuk mengatur penawaran uang / mengatur jumlah uang yang beredar. Jadi penawaran uang merupakan tugas pemerintah melalui bank sentral (Bank Indonesia). Kurva penawaran uang pada umumnya memiliki slope positif. Seperti halnya kurva permintaan uang, jumlah uang yang beredar juga dipengaruhi oleh tingkat bunga.

Faktor-faktor yang mempengruhi pergeseran kurva penawaran uang, adalah:Tingkat Bunga, Merupakan faktor utama yang mempengaruhi jumlah uang yang beredar dalam perekonomian. Jika tingkat bunga terlalu tinggi, dunia usaha akan lesu- Tingkat Inflasi, Inflasi yang tinggi dapat melumpuhkan perekonomian. Daya beli masyarakat menjadi rendah dan perusahaan tidak dapat menjual barang dan jasa yang ditawarkannya. Tingkat Produksi dan Pendapatan Nasional, Bila tingkat produksi dan pendapatan nasional rendah, pemerintah mungkin akan memperbanyak jumlah uang yang beredar. Dengan tujuan untuk menggairahkan dunia perbankan dan dunia usaha (melalui peningkatan suku bunga dan peningkatan harga).
Kondisi Kesehatan Dunia Perbankan, Setiap bank diharuskan memiliki cadangan uang yang cukup untuk menjaga dana nasabah agar tetap aman. Bank Indonesia menetapkan tingkat sadangan tertentu, yang sekaligus menjadi pengukur kesehatan bank. Nilai Tukar Rupiah, Jika nilai tukar rupiah menurun, pemerintah akan menurunkan jumlah rupiah yang beredar, sehingga sesuai hukum keseimbangan permintaan dan penawaran. Tingkat bunga akan naik dan nilai rupiah pun terangkat.

Jawablah pertanyaan berikut ini
1. Jelaskan tentang pendapatan nasional?
2. Jelaskan tentang keseimbangan di pasar barang dan pasar uang?
3. Sebutkan dan jelaskan tentang kebijakan moneter dan kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi?

jawab pertanyaan tersebut disertai dengan nama, nim dan kelas anda

70 komentar:

  1. Nama: Wahyu Maulana Yusuf
    Nim : 204081002242
    Smtr: 10
    Kelas: Smtr 2 Akuntansi B

    jawaban soal:

    1.Pendapatan Nasional: Menurut pendekatan pendapatan, pendapatan nasional adalah seluruh pendapatan yang diterima oleh pemilik faktor produksi yang disumbangkan kepada Rumah Tangga Produsen selama satu tahun.

    2.Pengertian keseimbangan pasar barang dan uang: Dalam ekonomi konvensional, kesimbangan umum dapat terjadi apabila pasar barang dan pasar uang ada di dalam keseimbangan. Dalam keadaan keseimbangan umum ini besarnya pendapatan nasional (Y) dan tingkat bunga (i) yang terjadi akan mencerminkan pendapatan nasional (Y) dan tingkat bunga (i) yang seimbang baik di pasar barang maupun di pasar uang.

    3. Penjelasan
    kebijakan moneter, yaitu kebijakan yang bertujuan untuk mengatur penawaran uang / mengatur jumlah uang yang beredar.

    Kaitan deangan pertumbuhan ekonomi:
    adanya suatu Perkembangan antara lain ditunjukkan oleh tren pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, inflasi yang terjaga, nilai tukar yang stabil, cadangan devisa yang terus meningkat.

    BalasHapus
  2. INAYAH NASUTION
    208082000037
    AKUNTANSI 2B(NONREG)

    JAWAB:
    1.Pendapatan nasional adalah pendapatan yang diterima oleh masyarakat/pemilik produksi suatu Negara dalam waktu satu tahun atas penyerahan factor produksiny melalui beberapa pendekatan perhitungan seperti;
    Pendekatan produksi
    Pendekatan pendapatan
    Pendekatan pengeluaran
    Dan juga dengan beberapa konsep –konsep pendapatan;GDP(gross domestic product),GNP(gross national Product),NNP(net national product),NNI(net national income),PI(personal income),dan DI(dispossible income).
    Dimana dengan pendapatan nasional tersebut akan memberikan beberapa manfaat seperti;
    Mengetahui struktur perekonomian suatu Negara
    Mengetahui perkembangan perekonomian dari tahun ke tahun(maju,mundur,atau tetap)
    Membandingkan perekonomian antarnegara
    Mengetahui tingkat kemakmuran masyarakat setelah dibandingkan dengan jumlah penduduk
    Sebagai pedoman bagi pemerintah untuk mengambil kebijaksanaan yang berkaitan dengan pembangunanekonomi nasional.
    2. keseimbangan di pasar barang akan sama dengan keseimbangan di pasar uang.hal ini dikarenakan fungsi permintaan dan penawaran uang mirip dengan fungsi permintaan dan penawaran untuk barang tertentu.dimana,disini”Barang” adalah kenyamanan untuk menahan keseimbangan uang riil.terbukti,jika tingkat bunga yang merupakan pengaruh akan jumlah uang yang beredar menurun,otomatis akan terjadi pergesaran kurva dalam pasar uang dan hal ini juga akan membuat daya beli masyarakat akan rendah,dan secara otomatis pula terjadi pergeseran kurva dalam pasar barang.
    bisa disimpulkan bahwa keseimbangan di pasar barang dengan pasar uang selalu berbanding lurus.
    3.Kebijakan moneter adalah control atas jumlah uang yang beredar,yang mana kebijakan moneter ini dapat dikendalikan dengan 3 cara yaitu;
    Melakukan operasi pasar terbuka(membeli & menjual obligasi,dengan cara ini dapat menaikkan & menurunkan jumlah uang yang beredar).
    Mengubah persyaratan cadangan(jarang dilakukan)
    Mengubah tingkat diskonto.
    Namun di era krisis sekarang ini,kebijakan moneter lebih diarahkan untuk satu tujuan yaitu menjaga dan mewujudkan tingkat inflasi.dan hal ini sangat berpengaruh juga terhadap pertumbuhan ekonomi.
    Keterkaitan kebijakan moneter dengan pertumbuhan ekonomi salah satu faktornya juga disebabkan karena pertumbuhan ekonomi kita yang masih banyak ditopang oleh kegiatan konsumsi .dimana,dengan adanya kebijakan ekonomi paling tidak dapat membantu untuk terwujudnya kestabilan harga.

    BalasHapus
  3. JAWABAN NO.1
    Pendapatan nasional adalah nilai seluruh produksi yang tercipta dalam suatu negaradalam satu tahun atau dengan kata lain adalah nilai seluruh barang-barang dan jasa-jasa yang diproduksikan oleh suatu negara dalam satu tahun.
    pendapatan nasional terdiri dari 3 macam pendekatan yaitu:
    1) pendekatan produksi, yaitu metode yang digunakan untuk menghitung barang dan jasa hasil produksi masyarakat dalam satu tahun(yang dihitung hanya barang dan jasa akhirnya saja)hasil perhitungannya disebut produksi nasional (GDP).
    2) pendekatan pendapatan, yaitu metode yang digunakan untuk menghitung balas jasa yang diterima oleh masyarakat suatu negara selama setahun. rumusnya: Y = W+R+I+P
    3)Pendekatan pembelanjaan, adalah metode yang digunakan untuk menghitung pengeluaran/pembelanjaan masyarakat selama 1 tahun. rumusnya: Y = C+I+G+(X-M)

    JAWABAN NO. 2
    pada harga yang tetap, pendapatan dan bunga/imbal akan berada pada tingkat yang menyeimbangkan antara pasar barang dan pasar uang. Tingkat pendapatan dan bunga keseimbangan ini terletak di perpotongan kurva IS dan IM. Pendapatan dan bunga akan selau menuju pada tingkat keseimbangan simultan pasar barang dan pasar uang karena dimasing-masing penyeimbangan terdapat mekanisme penyeimbangan. Akan tetapi, perubahan pendapatan tidak serta merta menimbulkan perubahan tingkat bunga dipasar uang yang membawa pada keseimbangan permintaan dan penawaran uang. Karenanya, penentuan tingkat bungan dipanel pendapatan-bunga dapat hanya ditentukan oleh kurva IS tanpa melibatkan kurva IM. Dengan kata lain, tingkat bunga selalu terjadi di kurva IS namun dapat terjadi diluar kurva LM. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa keseimbangan di pasar barang dengan pasar uang selalu berbanding lurus.

    JAWABAN NO.3
    Kebijakan moneter adalah suatu usaha dalam mengendalikan keadaan ekonomi makro agar dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan melalui pengaturan jumlah uang yang beredar dalam perekonomiaan. Usaha tersebut dilakukan agar terjadi kestabilan harga dan inflasi serta terjadinya peningkatan output keseimbangan.

    dalam kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi yaitu kebijakan moneter harus harus berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkndali, tercapainya kesempatan kerja, dan kelancaran distribusi barang sehingga akan meningkatnya tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan.
    berikut ini adalah instrumen-instrumen kebijakan moneter:
    1) Operasi pasar terbuka (Open market operation), yaitu cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah.
    2) Fasilitas diskonto (discount rate), yaitu pengaturan jumlah uang yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum.
    3) Rasio cadangan wajib(Reserve requitment ratio), yaitu mengatur uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah
    4) Himbauan moral(moral persuation), adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan pada pelaku ekonomi.

    BalasHapus
  4. maaf pak sy lupa input biodata jawaban yg diatas...^^
    Nama : Riyan Nugraha Putra
    NIM : 208082000045
    jur : Akuntansi B
    SMT : 2

    BalasHapus
  5. Dian Puji Indriani
    Akuntansi 2B
    208082000046

    jawaban 1:
    Pendapatan nasional merupakan pandapatan yang di peroleh suatu negara melalaui transaksi-transaksi ekonomi yang di lakukan oleh negara tersebut dalam periode yang talah di tetapkan, atau pengeluaran sautu negara untuk konsumsi seluruh penduduk dalam suatu negara, termasuk dalam hal pembangunan fasilitas-fasilitas umum di negara tersebut dan di hitung dalam periode yang telah di tetapkan.

    jawaban 2:
    Keseimbangan di pasar barang berpengaruh terhadap pasar uang , karena apabila terjadi penurunan pendapatan dalam dunia usaha, dikarenakan kenaikan harga barang di pasar yang terlalu tinggi menyebabkan daya beli masyarakat atau tingkat permintaan dan penawaran menurun, maka perusahaan tidak dapat menjual barang dan jasa yang telah di produksi dengan baik, karna tingkat konsumsi masyarakat yang menurun dan menyebabkan tingkat produksi serta pendapatan nasional menjadi rendah. Tingkat produksi dan pendapatan nasional yang rendah, akan membuat pemerintah memperbanyak jumlah uang yang beredar agar dunia perbankan dan dunia usaha kembali berkibar. Jadi pasar barang dan pasar uang harus selalu seimbang nutuk mewujudkan siklus perekonomian yang baik bagi negara tersebut.

    jawaban 3:
    kebijakan moneter merupakan kebijakan yang di lakukan oleh pemerintah dan bekerja sama dengan bank sentral untuk mewujudkan keseimbangan dalam siklus perekonomian negara. Kebijakan moneter itu sendiri di lakukan untuk menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi dangan mengendalikan jumlah uang yang beredar demi tercapainya keseimbanagn siklus perekonomian negara.

    * kebijakan moneter dapat di lakukan dengan mengurangi jumlah uang yang beredar dan mendorong peningkatan suku bunga jangka pendek, menerapkan sistem nilai tukar yang fleksibel, merubah perilaku perbankan dalam pemberian kredit pada nasabah.
    * Kebijakan moneter terkait erat dangan pertumbuhan ekonomi. Kebijakan mineter bertujuan menjaga stabilitas harga, kestabilan harga sangat penting di jaga karena bila dalam pasar barang terjadi kenaikan harga, akan menurunkan tingkat konsumsi masyarakat yang mengakibatkan dunia usaha menjadi lemah sehingga pertumbuhan ekonomi akan menjadi lumpuh. Dalam hal ini pemerintah akan memperbanyak jumlah uang yang beredar unutk menggairahkan dunia perbankan dan dunia usaha agar siklus perekonomian tetap stabil dan perutmbuhan ekonomi yang sempat terhambat akan lancar kembali.

    BalasHapus
  6. Nama : Niswatun Hasanah
    NIM : 208082000042
    Prodi : Akuntansi B
    Semester : 2 (Dua)
    Jawaban soal UTS

    1. Dalam analisis makro ekonomi selalu digunakan istilah "pendapatan nasional" atau "national income" dan biasanya istilah itu dimaksudkan untuk menyatakan nilai barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu negara. Pendapatan Nasional adalah jumlah dari pendapatan faktor-faktor produksi yang digunakan untuk memproduksikan barang dan jasa dalam suatu tahun tertentu. Data Pendapatan Naisonal menggambarkan tingkat produksi Negara yang dicapai dalam satu tahun tertentu atau perubahannya dari tahun ke tahun. Maka ia mempunyai peranan penting dalam merubah tingkat kegiatan ekonomi dan kepesatan pertumbuhannya. Dalam konsep yang lebih spesifik pengertian pendapatan nasional di atas dibedakan kepada dua pengertian : Produk Nasional Bruto (PNB) dan Produk domestic Bruto (PDB). Produk nasional yang diwujudkan oleh warganegara suatu Negara dinamakan Produk Nasional Bruto, sedangkan Produk Domestik Bruto adalah produk nasional yang diwujudkan oleh penduduk dalam suatu Negara. Dari pengertian PNB dan PDB dapat disimpulkan bahwa kedua-dua konsep tersebut pada hakikatnya merupakan ukuran mengenai besarnya kemampuan suatu Negara untuk menghasilkan barang dan jasa dalam satu tahun teretentu.

    Metode Penghitungan Pendapatan Nasional :
    1. Cara Pengeluaran
    Di Negara-negara yang perekonomiannya sudah sangat maju seperti negeri Belanda, Inggris, Jerman, dan Amerika Serikat, penghitungan Pendapatan Nasional dengan cara pengeluaran adalah cara yang paling penting. Hal ini disebabkan karena cara tersebut dapat memberikan keterangan-keterangan yang sangat berguna mengenai tingkat kegiatan ekonomi yang dicapai. Data pendapatan nasional yang dihitung dengan cara pengeluaran akan dapat memberikan gambaran tentang sampai dimana baiknya tingkat pertumbuhan yang dicapai dan tingkat kemakmuran yang sedang dinikmati. Cara ini memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan dalam analisis makroekonomi. Data pendapatan nasional dan komponen-komponen data yang dihitung dengan cara pengeluaran dapat digunakan sebagai landasan untuk mengambil langkah-langkah dalam mengatasi masalah-masalah ekonomi yang dihadapi, atau untuk mempertahankan tingkat pertumbuhan yang tinggi yangs edang dinikmati.
    Dengan cara pengeluaran, pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan nilai pengeluaran dari berbagai golongan masyarakat ke atas barang-barang jadi dan jasa-jasa yang diproduksikan dalam perekonomian tersebut. Barang-barang atau jasa-jasa yang diimpor tidak dimasukkan dalam penghitungan ini, begitu juga barang-barang produksi dalam negeri yang akan diproses kembali oleh perusahaan-perusahaan lain untuk dijadikan barang-barang lain, tidak turut dihitung untuk menentukan besarnya pendapatan nasional. Barang-barang yang masih akan diproses lagi, nilainya tidak turut dihitung dalam penghitungan pendapatan nasional dengan cara pengeluaran adalah untuk menghindarai berlakunya penghitungan dua kali.

    Jadi, penghitungan pendapatan nasional dengan cara pengeluaran dilakukan dengan menjumlahkan nilai barang-barang jadi yang dihasilkan dalam perekonomian. Dengan Rumus : Y = C + I + G + ( X – M )

    2. Cara Produk NETO
    Cara kedua untuk menghitung pendapatan nasional ini adalah cara menghitung dengan menjumlahkan nilai tambah yang diwujudkan oleh berbagai sector dalam perekonomian. Tujuan menggunakan metode penghitungan seperti ini adalah :
    1. untuk mengetahui besarnya sumabangan berbagai sector ekonomi di dalam mewujudkan pendapatan nasional
    2. sebagai salah satu cara untuk menghindari penghitungan dua kali – yaitu dengan hanya menghitung nilai produk neto yang diwujudkan pada berbagai tahap proses produksi.

    3. Cara Pendapatan
    Penghitungan pendapatan nasional dengan menggunakan cara pendapatan, dapat dilakukan dengan menggunakan Rumus :
    Y = W + I + R + ∏
    Dalam hal ini penghitungan Pendapatan Nasional dihitung dengan 3 pendekatan hasilnya akan sama. Namun penghitungan GDP dan GNP akan berbeda.
    2. Keseimbangan di pasar barang
    Keseimbangan di pasar barang untuk perekonomian tertutup tanpa campur tangan pemerintah terjadi ketika pengeluaran yang direncanakan sama dengan pengeluaran aktual atu ketika injeksi sama dengan kebocoran (I + G = S + T).
    Kurva IS adalah kurva yang menunjukkan hubungan negatif antara suku bunga (i) dengan output riil yang menjamin keseimbangan di pasar barang.
    Bila komponen persamaan kurva IS yang ceteris paribus berubah, maka kurva IS akan bergeser ke kanan atau ke kiri tergantung dari perubahan komponen tersebut. Perubahan komponen tersebut selain mengubah intersep IS juga dapat mengubah gradien kurva IS.
    Bila investasi tidak elastis sempurna terhadap suku bunga, maka kurva IS akan vertikal (tegak lurus sumbu mendatar Y).

    Keseimbangan Pasar Uang: Kurva LM
    Keseimbangan di pasar uang terjadi bila permintaan uang sama dengan penawaran uang. Kurva LM adalah kurva yang menunjukkan hubungan positif antara tingkat bunga (i) dan tingkat output riil yang menjamin keseimbangan di pasar uang.
    Adanya perangkap likuiditas akan mengakibatkan kurva LM menjadi patah-patah (tidak kontinu dan halus) dan dapat digolongkan menjadi daerah perangkap likuiditas, daerah tengah (intermediate range) dan di daerah Klasik. Apabila komponen-komponen kurva LM yang dianggap ceteris paribus itu berubah akan dapat mengubah intersep atau gradien kurva LM.

    Keseimbangan Umum dalam Kebijakan Ekonomi Makro
    Keseimbangan umum terjadi bila kurva IS berpotongan dengan kurva LM atau keseimbangan yang menunjukkan hubungan antara i dan Y (tertentu) yang menjamin keseimbangan di pasar barang dan uang.
    Pengaruh bunga terhadap keseimbangan umum dibahas oleh Keynes dan A.C. Pigou yang masing-masing dikenal sebagai efek Keynes dan efek Pigou. Menurut Keynes, perubahan harga akan mempengaruhi keseimbangan umum melalui perubahan kurva LM, sedangkan menurut Pigou perubahan harga akan mempengaruhi keseimbangan umum melalui perubahan kurva IS.
    Keseimbangan umum (ekonomi makro) mungkin tidak terjadi bila kurva IS dan LM, kedua-duanya vetikal (tegak lurus sumbu mendatar y).
    Kebijakan fiskal dan moneter dapat mempengaruhi keseimbangan umum melaui pergeseran kurva IS dan/atau LM.
    Pengeluaran pemerintah dapat dibiayai dengan penerimaan negara, pinjaman masyarakat dan pencetakan uang. Dari ketiganya yang paling besar pengaruhnya terhadap perekonomian (inflasi misalnya) adalah pencetakan uang.
    3. Kebijakan Moneter

    Kebijakan moneter meliputi langkah-langkah pemerintah – yang dilaksanakan oleh Bank Sentral ( di Indonesia Bank Sentral adalah Bank Indonesia ) – untuk mempengaruhi (merubah) penawaran uang dalam perekonomian atau merubah tingkat bunga, dengan maksud untuk mempengaruhi pengeluaran agregat.

    Kita Asumsikan bahwa :
    Salah satu komponen dari pengeluaran agregat adalah penanaman modal (investasi) oleh perusahaan-perusahaan. Tingkat bunga yang tinggi akan mengurangi penanaman modal dan apabila tingkat bunga rendah lebih banyak penawaran akan dilakukan. Dengan demikian salah satu cara yang digunakan pemerintah untuk mempengaruhi pengeluaran agregat ialah mempengaruhi penanaman modal. Apabila pengangguran berlaku dalam perekonomian, pengeluaran agregat perlu ditambah untuk mengurangi pengangguran. Menurunkan tingkat bunga untuk menggalakkan pertambahan penanaman modal adalah salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut. Tujuan ini dapat dicapai pemerintah dengan menjalankan kebijakan moneter.

    Jadi, jelaslah bahwa kebijakan moneter sangat berkaitan dengan pertumbuhan atau perkembangan ekonomi dalam suatu Negara.
    The End

    BalasHapus
  7. Anang Sahid sunandar
    NIM 208082000067
    Akuntansi B semester 2

    1. Pengertian Pendapatan Nasional.
    Pendapatan Nasional dapat diartikan sebagai produk nasional kotor
    atau GNP (Gross National Product) atau dapat juga berarti produk nasional
    bersih atau NNP (Net National Product). Akan lebih baik jika diketahui
    terlebih dahulu maksud dari masing – masing pengertian yang mengkaji
    masalah Pendapatan Nasional:
    GNP (Gross National Bruto) Produk Nasional Bruto adalah nilai
    barang atau jasa yang diproduksi oleh suatu negara dalam suatu periode
    tertentu (satu tahun) yang diukur dengan satuan uang. Produk nasional
    bruto dihitung dengan menjumlahkan semua nilai barang dan jasa yang
    dihasilkan oleh penduduk Indonesia yang berada di Indonesia dan penduduk
    Indonesia yang berada di luar negeri.
    Tiga Metode Pendapatan Nasional
    1. Pendekatan/metode Produksi
    2. Pendekatan/metode Pendapatan
    3. Pendekatan/metode Pembelanjaan
    2 Keseimbangan di pasar barang dan pasar uang.
    Sudah merupakan 2 hal yang tidak dapat dipisahkan antara pasar barang dan uang dikarenakan keduannya merupakan komplementer satu sama lain. Produksi barang dan jasa membutuhkan uang untuk dapat melakukan kegiatannya dan sebaliknya uang tidak akan berguna jika tidak ada barang dan jasa. Dan keseimbangan pasar antaranya sangat diperlukan karena prinsip dasar antara keduanya yaitu komplementer yang seimbang. Sehingga apabila pasar uang lebih besar maka akan terjadi inflasi karena uang yang beredar melebihi jumlah produksi dan sebaliknya jika peredaran uang sedikit maka terjadi deflasi.
    3. Kebijakan Moneter dan hubungannya dengan pertumbuhan ekonomi
    Pada dasarnya kebijakan moneter adalah untuk menjaga inflasi terus meningkat dimana akibat dari peredaran uang yang melebihi kebutuhan produksi. Dan inflasi akan menurunkan pertumbuhan ekonomi dikarenakan harga barang meningkat. Sehingga produksi barang dan jasa menurun karena ongkos produksi pun meningkat. Dan juga investasi akan menurun sebab investor akan lebih memilih mendepositokan uang dari pada harus berbisnis dengan kondisi ekonomi yang tidak menjanjikan. Dan apabila semua ini terjadi maka kegiatan ekonomi akan menurun.
    Untuk mengatasi nya pemerintah dapat melakukan melakukan kebijakan moneter sebagai berikut:
    1. Melakukan operasi pasar terbuka(membeli & menjual obligasi,dengan cara ini dapat menaikkan & menurunkan jumlah uang yang beredar).
    2. Mengubah persyaratan cadangan(jarang dilakukan)
    3. Mengubah tingkat diskonto.

    BalasHapus
  8. Dian Hayyu Pangestuti
    208082000043
    Akuntansi 2 B (Non Reg)

    Menurut saya, jawaban dari pertanyaan nomor :
    1. Pendapatan Nasional yaitu semua pengeluaran untuk konsumtif semua penduduk dalam satu Negara pada periode tertentu. Atau dapat juga kita asumsikan sebagai semua produk yang dihasilkan Negara pada periode tertentu.
    2. Keseimbangan di pasar barang dan pasar uang, yaitu dimana tingkat bunga mempengaruhi investasi dan permintaan terhadap uang. Yang mana kedua pengaruh tersebut menghubungkan dua bagian/ model tersebut itu dinamakan model IS-LM (pasar barang dan pasar uang). Di dalam model tersebut menunjukkan interaksi antar pasar-pasar. Tingkat bunga naik apabila permintaan terhadap uang (D) lebih besar daripada penawaran uang (S) dan sebaliknya. Lalu apabila ada kelebihan permintaan terhadap uang, akan terjadi penjualan asset (surat berharga, obligasi) atau penarikan tabungan sehingga harga turun, tetapi tingkat bunga (obligasi) naik. Maka dari hal tersebut dapat memunculkan keseimbangan di antara pasar barang dan pasar uang.
    3. Kebijakan Moneter yaitu proses mengatur persediaan uang sebuah Negara untuk mencapai tujuan tertentu. Dimana pencapaian tujuan tersebut dalam upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga. Kebijakan ini dilakukan oleh Bank Sentral. Dimana dalam mencapai tujuan, Bank Sentral mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam pasokan/ distribusi barang.
    Kebijakan Moneter dibedakan menjadi dua golongan, yaitu :
    • Kebijakan moneter kuantitatif, yaitu kebijakan moneter yang dijalankan oleh Bank Sentral, yang bertujuan untuk mempengaruhi penawaran uang atau suku bunga dan perubahan tersebut diharapkan dapat mempengaruhi kegiatan ekonomi.
    Kebijakan moneter kuantitatif dapat dibagi menjadi tiga jenis tindakan, yaitu :
    a) Operasi Pasar Terbuka, yaitu melakukan jual beli surat-surat berharga di dalam pasar uang dan pasaran modal.
    b) Mengubah Suku Bunga dan Suku Diskonto. Dimana perubahan ke atas suku diskonto dan suku bunga harus dibayar oleh bank-bank perdagangan.
    c) Mengubah Tingkat Cadangan Minimum. Dimana perubahan ke atas cadangan minimum harus disimpan oleh bank-bank perdagangan.
    • Kebijakan moneter kualitatif, yaitu kebijakan yang dijalankan oleh Bank Sentral, yang bertujuan mempengaruhi kegiatan dalam sector-sektor tertentu dan dilakukan melalui peraturan atau melalui perbincangan langsung dengan institusi-institusi keuangan.
    Kebijakan moneter kualitatif dapat dibedakan dalam dua jenis, yaitu :
    a) Pengawasan pinjaman secara terpilih
    b) Pembujukan moral
    Kaitan kebijakan moneter dengan pertumbuhan ekonomi, contohnya seperti kebijakan moneter pasca kenaikan BBM yang terjadi pada saat satu tahun yang lalu. Yang pada saat itu Pemerintah menetapkan kenaikan BBM yang cukup signifikan. Hingga membuat harga-harga bahan pokok melambung tinggi, dan menyebabkan inflasi yang diakibatkan oleh kenaikan harga-harga yang tak dapat ditolak. Dari kasus tersebut di atas, kebijakan moneter yang digunakan ialah kebijakan politik diskonto. Karena dalam kebijakan tersebut, suku bunga yang naik ditujukan untuk menaikkan tingkat bunga karena dengan bunga kredit yang tinggi maka aktivitas ekonomi yang menggunakan dana pinjaman akan tertahan, sehingga jumlah uang yang beredar akan berkurang.

    BalasHapus
  9. Nama:rahman saepul r
    nim:208082000044
    akuntansi 2B

    1)Pendapatan nasional yaitu jumlah pendapatan yang di terima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK)Di suatu negara dari peenyereahan faktor-faktorproduksi dalam satu periode biasanya selama satu tahun.
    2)Keseimbangan pasar uang dan pasar barang yaitu di mana tingkat bunga mempengaruhi investasi dan permintaan terhadap uang...keseimbangan pasar uang dan pasar barang tidak bisa di pisahkan karena kedua-duanya saling mempengaruhi,karena apabila pndapatan masyarakt menurun di karenakan kenaikan harga maka secara otomatis penawaran dan permintaan masyarakat akan menurun
    3)kebijakan moneter dalah suatu upaya dalam mengendalikan ekonomi makro agar dapat berjalan sesuai dengan yang di inginkan melalui pengaturan jumlah uang yang beredar dalam prekonomian.usaha tersebut di lakukan agar terjadi kesetabilan harga dan inflasi serta terjadinya peningkatan output keseimbangan.pengaturan uang yang beredar di masyarakat di atur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beeredar.
    kebijakan moneter dapat di golongkan menjadi 2,yaitu:
    a)kebijakan moneter ekspansif yaitu suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang beredar
    b)kebijakanmoneter kontraktif yaitu suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang beredar.Di sebut juga dengan kebijakan uang ketat.
    Kebijakan moneter dapat di lakukan dengan instrumen kebijakan moneter yaitu:
    a)operasi pasar terbuka
    b)fasilitas diskonto
    c)Rasio cadangan wajib
    d)himbouan moral
    instrumen-instrumen kebijakan moneter sangat membantu mengatur penawaran uang yang seirama dengan permintaan riil terhadap uang dan memenuhi kebutuhan untuk membiayai defisit pemerintah....

    BalasHapus
  10. Nama : Imroatul Khasanah
    NIM : 208082000041
    Akuntansi 2B

    1. Pendapatan nasianal: Nilai produksi barang-barang dan jasa yang dihasilkan (diwujudkan )dalam suatu negara dalam satu tahun tertentu pendapatan nasional dapat dibedakan kepada tiga konsep (pengertian ), PDB, PNB, dan pendapatan nasional (PNN Harga faktor) nilainya dapat dihitung pada harga tetap dan harga yang berlaku seterusnya pada harga tetap dan harga berlaku, ia dapat pula dihitung menurut harga pasar dan harga faktor. Untuk menghitung nilai barang-barang dan jasa-jasa yang diciptan oleh sesuatu perekonomian dapat digunakan 3 cara perhitungan yaitu:
    i. Cara pengeluaran; Dengan cara ini pendapatan nasional dihiting denan menjumlahkan nilai pengeluaran atau pembelanjaan atas barang-barang dan jasa yang diproduksikan didalam negara tersebut.
    ii. Cara produksi atau cara produk netto; dengan cara ini pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan nilai produksi barang dan jasa yang diwujudkan oleh berbagai sektor ( lapangan usaha )dalam perekonomian.
    iii. Cara pendapatan; dalam perhitungan ini pendapatan nasional diperoleh dengan cara menjumlahkan pendapatan yang diterima oleh faktir-faktor produksi yang digunakan oleh mewujudkan pendapatan nasional.
    2. Pasar barang; menggambarkan pertemuan antara permintaan dan penawaran akan barang. Pasar barang sering disebut dengan sektor riil sebuah perusahaan atau individu dapat beroprasi dipasar barang dengan menawarkan barang hasil produksi atau melakukan permintaan akan produk. Pasar uang; pertemuan antara permintaan dan penawaran uang dalam pasar uang yang ditransaksikan adalah hak menggunakan uang untuk jangka waktu tertentu. Di pasar uang terjadi pinjam meminjam dana, yang selanjutnya menimbulkan utang piutang pihak yang melakukan penawaran uang adalah otoritas moneter (bank sentral dan pemerintah) dan lembaga keuangan (bank dan bukan bank), sedangkan lembaga yang melakukan permintaan adalah masyarakat (rumah tangga dan perusahaan) keseimbangan di pasar barang akan sama dengan keseimbangan di pasar uang.hal ini dikarenakan fungsi permintaan dan penawaran uang mirip dengan fungsi permintaan dan penawaran untuk barang tertentu Keseimbangan di pasar barang untuk perekonomian tertutup tanpa campur tangan pemerintah terjadi ketika pengeluaran yang direncanakan sama dengan pengeluaran aktual atu ketika injeksi sama dengan kebocoran (I + G = S + T).
    Kurva IS adalah kurva yang menunjukkan hubungan negatif antara suku bunga (i) dengan output riil yang menjamin keseimbangan di pasar barang. Bila komponen persamaan kurva IS yang ceteris paribus berubah, maka kurva IS akan bergeser ke kanan atau ke kiri tergantung dari perubahan komponen tersebut. Perubahan komponen tersebut selain mengubah intersep IS juga dapat mengubah gradien kurva IS.
    Bila investasi tidak elastis sempurna terhadap suku bunga, maka kurva IS akan vertikal (tegak lurus sumbu mendatar Y).
    Keseimbangan di pasar uang terjadi bila permintaan uang sama dengan penawaran uang. Kurva LM adalah kurva yang menunjukkan hubungan positif antara tingkat bunga (i) dan tingkat output riil yang menjamin keseimbangan di pasar uang.
    Adanya perangkap likuiditas akan mengakibatkan kurva LM menjadi patah-patah (tidak kontinu dan halus) dan dapat digolongkan menjadi daerah perangkap likuiditas, daerah tengah (intermediate range) dan di daerah Klasik. Apabila komponen-komponen kurva LM yang dianggap ceteris paribus itu berubah akan dapat mengubah intersep/gradien kurva LM.

    3. Kebijakan moneter adalah untuk menjaga inflasi terus meningkat dimana akibat dari peredaran uang yang melebihi kebutuhan produksi. Dan inflasi akan menurunkan pertumbuhan ekonomi dikarenakan harga barang meningkat. Sehingga produksi barang dan jasa menurun karena ongkos produksi pun meningkat.
    Kebijakan Moneter dan hubungannya dengan pertumbuhan ekonomi kebijakan moneter harus berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkndali, tercapainya kesempatan kerja, dan kelancaran distribusi barang sehingga akan meningkatnya tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan yang mana kebijakan moneter ini dapat dikendalikan dengan 3 cara yaitu;
    · Melakukan operasi pasar terbuka(membeli & menjual obligasi,dengan cara ini dapat menaikkan & menurunkan jumlah uang yang beredar).
    · Mengubah persyaratan cadangan(jarang dilakukan)
    · Mengubah tingkat diskonto.
    Namun di era krisis sekarang ini,kebijakan moneter lebih diarahkan untuk satu tujuan yaitu menjaga dan mewujudkan tingkat inflasi.dan hal ini sangat berpengaruh juga terhadap pertumbuhan ekonomi.
    Keterkaitan kebijakan moneter dengan pertumbuhan ekonomi salah satu faktornya juga disebabkan karena pertumbuhan ekonomi kita yang masih banyak ditopang oleh kegiatan konsumsi .dimana,dengan adanya kebijakan ekonomi paling tidak dapat membantu untuk terwujudnya kestabilan harga.

    BalasHapus
  11. Nama : Ilham Jurzais
    Nim : 205081000178
    kls : Akutansi A
    smtr : 8 (Delapan)

    JAWABAN :

    1.Pendapatan Nasional

    Pendapatan Nasional (National Income) dapat ditinjau dari tiga pendekatan, yaitu:
    1. Pendekatan/Metode Produksi,
    2. Pendekatan/Metode Pengeluaran, dan
    3. Pendekatan/Metode Pendapatan.

    1. Pendekatan/Metode Produksi
    Berdasarkan pendekatan/metode produksi, pendapatan nasional adalah barang dan jasa yang diproduksi di suatu negara dalam suatu periode tertentu, biasanya satu tahun.

    Dengan metode ini, pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan setiap nilai tambah (value added) dari setiap proses produksi di dalam masyarakat (warga negara asing dan penduduk) dari berbagai lapangan usaha (sektor) dalam suatu negara untuk kurun waktu 1 (satu) periode (biasanya satu tahun).

    Ada 11 (sebelas) lapangan usaha yang mempengaruhi pendapatan nasional dilihat dari pendekatan produksi, yaitu:
    a. pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan;
    b. pertambangan dan penggalian;
    c. industri pengolahan;
    d. listrik, gas dan air minum;
    e. bangunan;
    f. perdagangan, hotel dan restoran;
    g. pengangkutan dan komunikasi;
    h. bank dan lembaga keuangan lainnya;
    i. sewa rumah;
    j. pemerintahan dan pertahanan; dan
    k. jasa-jasa.

    Maksud dari metode produksi ini, jumlah seluruh hasil produksi (output) suatu negara dalam satu tahun dikalikan harga satuan masing-masing. Sehingga bila dituliskan dalam rumus akan nampak sebagai berikut:
    PDB/Y = {(Q1 . P1) + (Q2 . P2) + ... + (Qn . Pn) }

    Keterangan:
    Y = Pendapatan Nasional (PDB)
    Q1 = Jumlah barang ke - 1
    P1 = Harga barang ke - 1
    Q2 = Jumlah barang ke - 2
    P2 = Harga barang ke - 2
    Qn = Jumlah barang ke - n
    Pn = Harga barang ke - n

    Hasil perhitungan pendapatan nasional dengan pendekatan/metode produksi ini dinamakan Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP). Untuk tingkat propinsi di Indonesia disebut Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).


    2. Pendekatan/Metode Pengeluaran
    Berdasarkan pendekatan pengeluaran, pendapatan nasional adalah jumlah pengeluaran secara nasional untuk membeli barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu periode, biasanya satu tahun.

    Jadi, berdasarkan metode pengeluaran, pendapatan nasional adalah penjumlahan seluruh pengeluaran yang dilakukan seluruh rumah tangga pelaku ekonomi (Rumah Tangga Konsumen, Rumah Tangga Produsen, Rumah Tangga Pemerintah dan Rumah Tangga Masyarakat Luar Negeri) di dalam suatu negara selama periode tertentu biasanya setahun. Hasil perhitungannya dinamakan Produk Nasional Bruto (PNB) atau Gross National Product (GNP).
    Bila PNB (GNP) dibagi dengan jumlah penduduk akan menghasilkan Pendapatan per Kapita.

    3. Pendekatan/Metode Pendapatan
    Menurut pendekatan pendapatan, pendapatan nasional adalah seluruh pendapatan yang diterima oleh pemilik faktor produksi yang disumbangkan kepada Rumah Tangga Produsen selama satu tahun. Pendapatan Nasional berdasarkan pendekatan atau metode pendapatan merupakan hasil penjumlahan dari sewa, upah, bunga modal dan laba yang diterima masyarakat pemilik faktor produksi selama satu tahun.


    2.Keseimbangan Pasar Barang dan Pasar Uang

    Mayoritas ekonom konvensional maupun Islam berpendapat bahwa pada harga yang tetap, pendapatan dan bunga/imbal akan berada pada tingkat yang menyeimbangkan sekaligus pasar barang dan pasar uang. Tingkat pendapatan dan bunga keseimbangan ini terletak di perpotongan kurva IS dan LM, baik yang menggunakan basis bunga maupun imbal.

    Ekonomi konvensional menganggap bahwa pendapatan dan bunga akan selalu menuju pada tingkat keseimbangan simultan pasar barang dan pasar uang ini karena di masing-masing pasar terdapat mekanisme penyeimbangan. Mayoritas ekonom Islam juga berpendapat bahwa mekanisme yang mirip terjadi dalam perekonomian tanpa bunga. Pendapatan dan tingkat imbal akan menuju ke tingkat keseimbangan ini.

    Akan tetapi, sebagaimana telah dijelaskan bahwa perubahan pendapatan tidak serta-merta menimbulkan perubahan tingkat bunga di pasar uang yang membawa pada keseimbangan permintaan dan penawaran uang. Karenanya, penentuan tingkat bunga di panel pendapatan-bunga dapat hanya ditentukan oleh kurva IS tanpa melibatkan kurva LM. Dengan kata lain, tingkat bunga selalu terjadi di kurva IS namun dapat terjadi di luar kurva LM.

    3.Yang di maksud dengan kebijakan Moneter adalah upaya mengendalikan atau mengarahkan perekonomian makro ke kondisi yang di inginkan (lebih baik) dengan mengatur jumlah uang yang beredar.Yang dimaksud dengan kondisi lebih baik adalah meningkatnya output keseimbangan dan atau terpeliharanya stabilitas harga(inflasi terkontrol).Melalui kebijakan moneter pemerintah dapat mempertahankan, menambah, atau mengurangi jumlah yang beredar dalam upaya mempertahankan kemampuan ekonomi pertumbuh, sekalugus mengendalikan inflasi.jika yang dilakukan adalah menambah uang beredar, maka pemerintah di katakan menempuh kebijakan moneter ekspansif. Sebaliknya jika uang yang beredar dikurangi pemerintah menempuh kebijakan moneter kontraktif adalah kebijakan uang ketat.
    Ada tiga instrument utama yang digunakan untuk mengatur jumlah uang beredar : Operasi Pasar terbuka,Fasilitas Diskonto,dan Rasio cadangan Wajib

    BalasHapus
  12. NAMA : DEDY MAULANA
    Nim : 205081000172
    Jurusan : Manajemen Keuangan/ekstensi
    semester : (8)
    Kelas ; akuntansi A

    menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara. istilah yang paling sering digunakan pendapatan nasional adalah produk domestik bruto (PDB) pengertiannya adalah "nilai barang dan jasa akhir berdasarkan harga pasar, yang diproduksi oleh sebuah peerekonomian dalam satu periode (kurun waktu) dengan menggunakan faktor-faktor produksi yang berada (berlokasi) dalam perekonomian tersebut.

    Faktor yang memengaruhi pendapatan nasional
    * Permintaan dan penawaran agregat
    Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga. Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.
    Konsumsi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pendapatan nasional
    Jika terjadi perubahan permintaan atau penawaran agregat, maka perubahan tersebut akan menimbulkan perubahan-perubahan pada tingkat harga, tingkat pengangguran dan tingkat kegiatan ekonomi secara keseluruhan. Adanya kenaikan pada permintaan agregat cenderung mengakibatkan kenaikan tingkat harga dan output nasional (pendapatan nasional), yang selanjutnya akan mengurangi tingkat pengangguran. Penurunan pada tingkat penawaran agregat cenderung menaikkan harga, tetapi akan menurunkan output nasional (pendapatan nasional) dan menambah pengangguran.

    * Konsumsi dan tabungan
    Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun), sedangkan tabungan (saving) adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi. Antara konsumsi, pendapatan, dan tabungan sangat erat hubungannya. Hal ini dapat kita lihat dari pendapat Keynes yang dikenal dengan psychological consumption yang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.

    * Investasi
    Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat.

    2. jawaban no 2

    keseimbangan pasar barang jasa tercapai apabila penawaran barang dan jasa (aggregat supply) telah sama dengan permintaannya (aggregat demand). pada saat itu, tingkat tabungan (saving) yng mewakili penawaran aggregat, telah sama dengan investasi yang mewakili sisi permintaan aggregat. kondisi ini digambarkan oleh sebuah kurva disebut kurva IS. nama kurva IS dikaitkan dengan kondisi di mana invesment= saving (I=S)
    Y = AE
    C+S = C+I
    karena tabungan dipengaruhi oleh tingkat pendapatan, S= f(Y) dan investasi dipengaruhi oleh tingkat bunga I=f(r) maka kita dapat mengkombinasikan tingkat bunga (r) dan pendapatan keseimbagan (Y*) yang memungkinkan pasar barang dan jasa berada dalam keseimbangan. yang digambarkan dalam kurva IS. Kurva IS didefinisikan sebagai kurva yang menunjukkan hubungan antara berbagai tingkat bunga dengan pendapatan nasional yang memungkinkan pasar barang dan jasa berada dalam keseimbangan.

    Kurva LM menunjukkan hubungan antara berbagai tingkat bunga dengan pendapatan nasional yang menjamin pasar modal berada dalam keseimbangan.

    3. jawaban no 3
    kebijakan moneter adalah upaya mengendalikan atau mengarahkan makro ke kondisi yang diinginkan (yang lebih baik) dengan mengatur jumlah uang beredar. yang di maksud kondisi yang ebih baik adalah meningkatnya output keseimbangan dan atau terpeliharanya stabilitas harga (iflasi terkontrol). melalui instrumen ini pemerintah dapat mempertahankan , menambahkan atau mengurangi jumlah uang beredar dalam upaya mempertahankan kemampuan ekonomi bertumbuh, sekaligus mengendalikan inflasi.

    3 instrumen utama dalam kebijakan moneter:
    1. operasi pasar terbuka adalah dengan membeli & menjual obligasi,dengan cara ini dapat menaikkan & menurunkan jumlah uang yang beredar).
    2. fasilitas diskonto adalah dengan tingkat bunga yang ditetapkan pemerintah atas bank-bank umum yang meminjam ke bank sentral.
    3. rasio cadangan wajib juga dapat mengubah jumlah uang beredar. jika rasio cadangan wajib diperbesar, maka kemampuan bank memberikan kredit akan lebih kecil dibanding sebeumnya.
    diluar tiga instrumen itu ada kebijakan moneter yang bersifat kuantitatif yaitu pemerintah dapat melakukan imbauan moral.
    kebijakan moneter efektif apabila mampu mengendalikan tinkat output dan atau harga.

    BalasHapus
  13. Nama : Ricky Muliana
    Nim : 205081000194
    smester : VIII
    kelas : aknt 2A (sabtu jam3)

    1. Pendapatan Nasional
    Definisi Pendapatan Nasional

    Nilai seluruh produksi yang tercipta dalam suatu negara dalam satu tahun dinamakan pendapatan nasional atau dengan kata lain adalah nilai seluruh barang-barang jadi dan jasa-jasa yang diproduksikan oleh suatu negara dalam satu tahun.
    a. Produk Domestik Bruto (PDB)

    Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product/GDP) adalah seluruh barang dan jasa yang dihasilkan seluruh warga masyarakat (termasuk warga negara asing) suatu negara dalam periode tertentu biasanya satu tahun.

    b. Produk Nasional Bruto (PNB)

    Produk Nasional Bruto (Gross National Product/GNP) adalah seluruh barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun, termasuk di dalamnya barang dan jasa yang dihasilkan warga negara tersebut yang berada/bekerja di luar negeri. Barang dan jasa yang dihasilkan warga negara asing yang bekerja di dalam negeri, tidak termasuk GNP.

    GNP = GDP - Produk Netto terhadap luar negeri

    c. Produk Nasional Netto (PNN)

    Produk Nasional Netto (Net National Product/NNP) atau produk nasional bersih adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun setelah dikurangi penyusutan (depresiasi) dan barang pengganti modal.

    NNP = GNP - (Penyusutan + Barang pengganti modal)

    d. Pendapatan Nasional Netto (Bersih)

    Pendapatan Nasional Bersih (Net National Income/NNI) adalah nilai dari produk nasional bersih (net national income) dikurangi dengan pajak tidak langsung.
    Pendapatan nasional pada harga yang berlaku adalah nilai barang-barang dan jasa-jasa yang dihasilkan sesuatu negara dalam suatu tahun dan dinilai menurut harga-harga yang berlaku pada tahun tersebut.
    Pendapatan nasional pada harga konstan yaitu penghitungan pendapatan nasional mendasarkan pada harga yang berlaku pada suatu tahun tertentu yang seterusnya digunakan untuk menilai barang dan jasa yang dihasilkan pada tahun-tahun yang lain.
    Pendapatan nasional menerangkan tentang nilai barang-barang dan jasa-jasa yang diproduksikan suatu negara dalam suatu tahun tertentu
    Pendapatan nasional selanjutnya dapat dibedakan menjadi dua pengertian, yaitu :
    a. Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu produk keseluruhan yang dihasilkan oleh warga negara suatu negara tertentu
    b. Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product, GDP), yaitu produk keseluruhan yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara tertentu

    2.Pasar Uang adalah pertemuan antara permintaan akan uang (MD) dengan penawaran uang (MS). MD adalah kebutuhan masyarakat akan uang tunai untuk menunjang kegiatan ekonominya. MS adalah jumlah uang yang disediakan oleh pemerintah dan bank-bank, yaitu seluruh uang Kartal dan uang Giral yang beredar.
    Pasar barang menggambarkan pertemuan antara permintaan dan penawaran akan barang. Sebuah perusahaan atau individu dapat beroperasi di pasar barang dengan menawarkan barang hasil produksi atau pula melakukan permintaan akan produk.

    Keseimbangan Pasar Barang dan Pasar Uang

    Mayoritas ekonom konvensional maupun Islam berpendapat bahwa pada harga yang tetap, pendapatan dan bunga/imbal akan berada pada tingkat yang menyeimbangkan sekaligus pasar barang dan pasar uang. Tingkat pendapatan dan bunga keseimbangan ini terletak di perpotongan kurva IS dan LM, baik yang menggunakan basis bunga maupun imbal.

    Ekonomi konvensional menganggap bahwa pendapatan dan bunga akan selalu menuju pada tingkat keseimbangan simultan pasar barang dan pasar uang ini karena di masing-masing pasar terdapat mekanisme penyeimbangan. Mayoritas ekonom Islam juga berpendapat bahwa mekanisme yang mirip terjadi dalam perekonomian tanpa bunga. Pendapatan dan tingkat imbal akan menuju ke tingkat keseimbangan ini.

    Akan tetapi, sebagaimana telah dijelaskan bahwa perubahan pendapatan tidak serta-merta menimbulkan perubahan tingkat bunga di pasar uang yang membawa pada keseimbangan permintaan dan penawaran uang. Karenanya, penentuan tingkat bunga di panel pendapatan-bunga dapat hanya ditentukan oleh kurva IS tanpa melibatkan kurva LM. Dengan kata lain, tingkat bunga selalu terjadi di kurva IS namun dapat terjadi di luar kurva LM.



    Belanja agregat mengandung unsur konsumsi sehingga dipengaruhi positif oleh produksi nasional. Karena asumsi konsumsi otonom positif (C0 > 0) dan hasrat marjinal konsumsi positif kurang dari satu (0 < MPC < 1), belanja agregat menjadi lebih dari produksi nasional pada rentang produksi nol hingga satu titik di mana belanja agregat seimbang dengan produksi nasional. Jika produksi nasional lebih tinggi dari tingkat keseimbangan itu, belanja agregat akan kurang dari produksi nasional.

    Selisih antara belanja agregat dan produksi nasional akan merubah tingkat persediaan barang. Perubahan persediaan menjadi sinyal bagi perusahaan untuk menyesuaikan produksi untuk menjaga tingkat persediaan yang optimal. Ketika belanja agregat kurang dari produksi nasional, persediaan akan naik.

    3.kebijakan moneter dan kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi
    adalah upaya mengendalikan atau mengarahkan perekonomia makro kekondisi yang lebih baik dengan mengatur jumlah uang yang beredar.

    instrumen yang digunakan untuk mengatur jumlah uang beredar:
    a. Operasi pasar terbuka.
    b. fasilitas diskonto.
    c. rasio cadangan wajib.

    keseimbangan moneter dapat dikatakan efektif apabila mampu mengendalikan tingkat output danharga untuk mengevaluasi efektifitas kebijakan moneter.

    BalasHapus
  14. Nama: Dina Nurul Agustina
    NIM : 208082000012
    Jurusan: Akuntansi
    Kelas: 2A

    1. Pendapatan Nasional
    Pendapatan nasional merupakan jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi selama satu periode, biasanya selama satu tahun.
    Penghitungan pendapatan nasional akan memberikan perkiraan GDP secara teratur yang merupakan ukuran dasar dari performansi perekonomian dalam memproduksi barang dan jasa. Selain itu juga berguna untuk menerangkan kerangka kerja hubungan antara variabel makroekonomi yaitu: output, pendapatan, dan pengeluaran.
    Tujuan-tujuan penghitungan pendapatan nasional antara lain untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara, untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, juga untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional.
    Ada tiga metode untuk menghitung pendapatan nasional,
    Yang pertama dengan metode pengeluaran: pendapatan nasional dihitung dengan menjumlah pengeluaran atas barang dan jasa yang diproduksi suatu negara.
    Yang kedua metode produksi, pendapatan nasional dihitung dengan menjumlah nilai produksi barang dan jasa yang diwujudkan oleh berbagai sektor dalam perekonomian.
    Yang ketiga dengan cara pendapatan, pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan pendapatan yang diterima oleh berbagai faktor-faktor produksi.
    Dengan metode pengeluaran, nilai pendapatan yang diperoleh adalah produk nasional bruto (GNP), sedangkan dengan pendekatan pendapatan, kita akan mendapatkan nilai pendapatan nasional (national income/NI).



    2. Keseimbangan di pasar uang dan pasar barang
    Dalam perekonomian konvensional, keseimbangan permintanan dan penawaran uang akan terjadi pada tingkat suku bunga tertentu. Apabila suku bunga berada di atas tingkat keseimbangan, pasokan uang melebihi permintaan. Mekanisme penyesuaian berjalan karena opportunity cost memegang uang menjadi terlalu tinggi. Masyarakat akan berusaha mengurangi porsi uang yang dimilikinya untuk ditukarkan dengan asset yang memberikan bunga, misal obligasi. Penurunan permintaan uang diimbangi dengan kenaikan permintaan asset tersebut, akibatnya harga asset tersebut akan naik dan bunganya menurun. Mekanisme ini berjalan hingga uang yang ingin dipegang masyarakat sama dengan pasokan uang.
    Keseimbangan di pasar barang terjadi ketika belanja agregat sama dengan produksi nasional. Belanja agregat hanya akan sama dengan produksi nasional jika seluruh tabungan disalurkan menjadi investasi.



    3.Kebijakan moneter dan kaitanya dengan pertumbuhan ekonomi.
    Ada berbagai kebijakan yang biasa dipergunakan oleh pemerintah dalam menangani permasalahan ekonomi, misalnya kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. Target inflasi merupakan salah satu bentuk kebijakan moneter yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia dalam upaya pemulihan kondisi ekonomi nasional. Dalam hal ini Bank Indonesia selaku bank
    sentral menetapkan target laju inflasi untuk periode jangka waktu tertentu. Tidak seperti halnya kebijakan moneter konvensional yang senantiasa mempergunakan target antara besaran moneter, dalam target inflasi dipergunakan proyeksi inflasi. Kalaupun harus mempergunakan target antara, biasanya akan digunakan tingkat bunga jangka pendek.
    Sebagai contoh, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 4 Maret 2009 memutuskan untuk menurunkan kembali BI Rate sebesar 50 basis poin dari 8,25% menjadi 7,75%. Pelonggaran kebijakan moneter telah direspons positif oleh perkembangan di pasar uang antar bank yang secara rata-rata bergerak di sekitar BI Rate. Penurunan BI Rate juga mulai diikuti oleh penurunan suku bunga deposito pada Januari 2009 sejalan dengan membaiknya persepsi risiko. Kebijakan moneter tersebut diharapkan dapat mendorong perbankan menyalurkan kredit ke sektor-sektor yang produktif, dengan tetap mengedepankan kehati-hatian (prudent). Dengan demikian perekonomian Indonesia akan mampu bertahan di tengah gelombang krisis global.

    BalasHapus
  15. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  16. Nama : Hari sulistyo
    Nim : 208082000053
    Kelas : Akuntansi 2B

    Jawaban Saya

    1. Penjelasan tentang Pendapatan Nasional
    Pendapatan Nasional (National Income) merupakan salah satu indikator penting untuk mengukur prestasi perekonomian suatu bangsa. Data makroekonomi ini dapat digunakan untuk menilai prestasi kegiatan ekonomi pada suatu tahun tertentu, prospeknya di masa depan.
    Penjelasan pendapatan nasional adalah sebagai berikut :
    Pendapatan Nasional (National Income) adalah total pendapatan yang diterima oleh negara dengan mengurangi NNP dengan pajak tidak langsung. Yang dimaksud dengan pajak tidak langsung adalah pajak yang kewajiban pembayarannya dapat dipindahkan ke orang lain seperti pajak impor dan pajak penjualan . Umumnya jenis pajak seperti ini akan menyebabkan kenaikan harga.
    Pendapatan nasional dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
    • Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
    • Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif , jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
    • Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Goverment), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X − M)

    2. Penjelasan tentang keseimbangang pasar barang dan pasar uang
    Pasar barang menggambarkan pertemuan antara permintaan dan penawaran akan barang. Sebuah perusahaan atau individu dapat beroperasi di pasar barang dengan menawarkan barang hasil produksi atau pula melakukan permintaan akan produk.
    Pasar uang adalah pertemuan antara permintaan dan penawaran uang. Dalam pasar uang yang ditransaksikan adalah hak menggunakan uang untuk jangka waktu tertentu. Di pasar uang terjadi pinjam meminjam dana, yang selanjutnya menimbulkan hubungan utang piutang. Pihak yang melakukan penawaran uang adalah otoritas moneter (Bank sentral dan pemerintah) dan lembaga keuangan (bank dan bukan bank), sedangkan pihak yang melakukan permintaan adalah masyarakat (rumah tangga dan perusahaan).
    Dalam ekonomi konvensional, kesimbangan umum dapat terjadi apabila pasar barang dan pasar uang ada di dalam keseimbangan. Dalam keadaan keseimbangan umum ini besarnya pendapatan nasional (Y) dan tingkat bunga (i) yang terjadi akan mencerminkan pendapatan nasional (Y) dan tingkat bunga (i) yang seimbang baik di pasar barang maupun di pasar uang. Namun, dalam ekonomi Islam, system bunga dihapuskan.

    3. Penjelasan tentang kebijakan moneter dan kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi
    Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu; seperti menahan inflasi, mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera.
    Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga. Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam pasokan/distribusi barang.Kebijakan moneter dilakukan antara lain dengan salah satu namun tidak terbatas pada instrumen sebagai berikut yaitu suku bunga, giro wajib minimum, intervensi dipasar valuta asing dan sebagai tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas.

    BalasHapus
  17. NAMA:RIZKY WARDHANA
    NIM:208082000013
    JURUSAN/KELAS:AKUNTANSI A (NON REGULER)
    SEMESTER:2

    1.Pendapatan Nasional adalah jumlah pendapatan yang di terima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu Negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun.
    Ada pun beberapa konsep pendapatan nasional, diantaranya:
    -Produk Domestik Bruto (GDP)
    -Produk Nasional Bruto (GNP)
    -Produk Nasional Neto (NNP)
    -Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    -Pendapatan Nasional (PI)
    -Pendapatan yang Siap di Belanjakan (DI)

    Pendapatan Nasional dapat di tinjau dari tiga pendekatan, yaitu:
    -Pendekatan Produksi
    -Pendekatan Pengeluaran
    -Pendekatan Pendapatan
    Manfaat Pendapatan Nasional adalah untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian atau negara jasa, Contohnya, berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris, Jepang merupakan negara industri, Singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.
    Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.

    2.Dalam ekonomi konvensional, kesimbangan umum dapat terjadi apabila pasar barang dan pasar uang ada di dalam keseimbangan. Dalam keadaan keseimbangan umum ini besarnya pendapatan nasional (Y) dan tingkat bunga (i) yang terjadi akan mencerminkan pendapatan nasional (Y) dan tingkat bunga (i) yang seimbang baik di pasar barang maupun di pasar uang.
    tingkat bunga mempengaruhi investasi dan permintaan terhadap uang. Yang mana kedua pengaruh tersebut menghubungkan dua bagian/ model tersebut itu dinamakan model IS-LM (pasar barang dan pasar uang). Di dalam model tersebut menunjukkan interaksi antar pasar-pasar. Tingkat bunga naik apabila permintaan terhadap uang (D) lebih besar daripada penawaran uang (S) dan sebaliknya. Lalu apabila ada kelebihan permintaan terhadap uang, akan terjadi penjualan asset (surat berharga, obligasi) atau penarikan tabungan sehingga harga turun, tetapi tingkat bunga (obligasi) naik. Maka dari hal tersebut dapat memunculkan keseimbangan di antara pasar barang dan pasar uang.

    3.Kebijakan Moneter di bagi menjadi 2, yaitu:
    -Kebijakan Moneter Kuantitatif
    -kebijakan Moneter Kualitatatif

    Kebijakan Moneter Kuantitaif adalah langkah – langkah bank sentral yang tujuan utamanya adalah untuk mempengaruhi jumlah penawaran uang dan suku bunga dalam perekonomian. Dalam masa deflasi penawaran uang perlu ditambah untuk menurunkan suku bunga. Dalam masa inflasi, pengeluaran masyarakat melebihi penawaran barang – barang dalam perekonomian. Oleh sebab itu pengeluaran agregat perlulah di kurangi dengan cara pengurangan dalam penawaran uang dan kenaikan suku bunga. Pengurangan tersebut akan menurunkan pengeluaran agregat sehingga terdapat keseimbangan di antara pengeluaran dalam ekonomi dengan jumlah penawaran barang.
    Kebijakan moneter di bagi menjadi 3 yaitu:
    -Operasi pasar terbuka yaitu melakukan jual beli surat – surat berharga dan pasar modal.
    -Mengubah suku bunga dan suku diskonto.
    -Mengubah tingkat cadangan minimum.

    Kebijakan Moneter Kualitatif adalah adalah langkah – langkah bank sentral yang bertujuan mengawasi bentuk – bentuk pinjaman dan investasi yang dilakukan oleng bank – bank perdagangan. Tujuan utama kebijakan ini bakan untuk mengawasi perkembangan penawaran uang melainkan mempengaruhi jenis pinjaman yang diberikan institusi keuangan.

    Kebijakan moneter yang ditempuh oleh Bank Indonesia di arahkan pada terkendalinya
    laju inflasi dan stabilnya nilai tukar rupiah. Kestabilan dua indikator makro ekonomi
    tersebut pada akhirnya ditujukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang
    berkesinambungan dalam jangka panjang. Dengan demikian, meskipun kebijakan
    moneter tidak dapat dirasakan secara langsung terhadap perdagangan internasional,
    namun hasilnya akan menjadi dasar bagi para eksportir atau importir dalam
    merencanakan kegiatannya. Selain itu, kerja sama antar bank sentral dapat
    menjembatani ketidaklancaran hubungan dagang yang disebabkan oleh tidak adanyahubungan perbankan secara langsung.

    BalasHapus
  18. NAMA : NAWANG SASONGKO
    NIM :208082000011
    JURUSAN :AKUNTANSI A (NON REGULER)
    SEMESTER :2

    1.jelaskan tentang pendapatan nasional?
    Pendapatan nasional adalah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluaraga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor – faktor produksi dalam suatu periode, biasanya selama satu tahun.

    Pendapatan nasional dapat ditinjau dari tiga pendekatan yaitu :
    1.pendekatan produksi adalah barang dan jasa yang diproduksi di suatu negara dalam satu tahun.
    2.pendekatan pengekuaran adalah jumlah pengeluaran nasional untuk membeli barang dan jasa dalam satu tahun.
    3.pendekatan pendapatan adalah pendapatan yang diterima oleh pemilik factor produksi yang disumbangkan kepada rumah tangga produsen dalam satu tahun.

    Beberapa konsep pendapatan nasional :
    1.Produk domestic bruto ( gross Domestic product) adalah nilai pasar dari semua barang dan jasa akir (final) yang diproduksi dalam sebuah negara pada suatu periode ( 1 tahun ). Barang dan jasa diproduksikan bukan saja oleh para milik penduduk negara tersebut tetapi oleh penduduk negara lain atau orang asing yang diwilayah tersebut.
    2.Produk nasional bruto ( gross national product) adalah nilai barang dan jasa yang dihitung dalam pendapatan nasional hanyalah barang dan jasa yang diproduksikan oleh penduduk suatu negara tersebut (nasional) selama satu tahun dan termasuk hasil dari barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan produksi oleh orang asing yang beroprasi di wilayah negara tersebut.
    3.Produk nasional neto (net national product) adalah nilai depresiasi (nilai penyusutan) harus dikurangi dari produk nasional bruto. Barang modal (mesin,bangunan dan peralatan kantor) nilai barang – barang modal tersebut akan semakin susut dai suatu period eke periode lain. Kesusutan nilai tersebut merupakan bagian dari biaya produksi, dan oleh sebab itu dalam setiap harga penjualan sesuatu barang termasuk niali depresiasi (nilai penyusutan) barang modal.
    4.Pendapatan nasional (net national income) untuk memperoleh pendapatan nasioanal dengan cara nilai produk nasional bruto, nilai produk nasional bruto haru dikurangi oleh depresiasi atau pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima masyarakat atau NNI dapat diperoleh dari pajak tidak langsung.
    5.Pendapatan pribadi (personal income) adalah sebagai semua jenis pendapatan yang diperoleh tanpa memberikan sesuatu kegiatan apapun, yang diterima oleh penduduk suatu negara atau juga bias disebut sebagai pembayaran pindahan. Pembayaran tersebut merupakan pemberian – pembarian yang dilakukan oleh pemerintah kepada berbagai golongan masyarakat di mana para penerimannya tidak perlu memberikan suatu balasan jasa.
    6.pendapatan yang siap di belanjakan ( disposable income ) adalah apabila pendapatan dikurangi oleh pajak yang harus dibayar oleh para penerima pendapatan, nilai yang tersisa dinamakan pendapatan disposebel (pendapatan yang siap dibelnjakan). Disposable income di peroleh dari personal income di kurangi pajak langsung.


    2.Jelaskan tentang keseimbangan pasar barang dan pasar uang?
    Keseimbangan pasar barang dan pasar uang terdapat pada harga yang tetap, pendapatan dan bunga akan berada pada tingkat yang menyeimbangkan pasar barang dan pasar uang. Pendapatan dan bunga akan selalu menuju pada tingkat keseimbangan pasar barang dan pasar uang karena di masing – masing pasar terdapat mekanisme penyeimbang. Mayoritas ekonomi islam berpendapat bahwa mekanimse ini terjadi pada perekonomian tanpa bunga. Pendapatan akan menuju pada ke tingkat keseimbangan ini.

    3.Sebutkan dan jelaskan tentang kebijakan moneter dan kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi?

    Kebijakan moneter kuantitatif adalah langkah – langkah bank sentral yang tujuan utamanya adalah untuk mempengaruhi jumlah penawaran uang dan suku bunga dalam perekonomian. Dalam masa deflasi penawaran uang perlu ditambah. Untuk menurunkan suku bunga dan penurunan ini selanjutnya akan menggalangkan perkembangan tingak ekonomi sehingga tingkat kesempatan kerja lebih tinggi. Dalam masa inflasi, pengeluaran masyarakat melebihi penawaran barang – barang dalam perekonomian. Oleh sebab itu pengeluaran agregat perlulah di kurangi dengan cara pengurangan dalam penawarn uang dan kenaikan suku bunga. Pengurangan tersebut akan menurunkan pengeluaraan agregat sehingga terdapat keseimbangan di antara pengeluaran dalam ekonomi dengan jumlah penawaran barang.
    Kebijikan moneter kuantitatif dapat di bagi menjadi 3 :
    1.operasi pasar terbuka yaitu melakukan jual beli surat – surat berharga dan pasar modal. Bank sentral dapat membuat perubahan – perubahan ke atas jumlah penawaran uang dengan melakukan jual beli surat – surat berharga. Pada waktu perekonomian mengalami masalah resesi, penawaran uang perlu ditmbah. Bank sentaral menambah penawarn uang dengan melakukan pembelian surat – surat berharga. Penawaran uang akan bertambah karena apabila bank sentral melakukan pembayaran ke atas pembelian itu, maka cadangan yang ada di bank lebih besar. Dengan adanya kelebihan cadangan tersebut mereka dapat memberikan pinjaman yang lebih banyak. Pinjaman ini kan di investasikan dan kegiatan ekonomi di negara akan menjadi bertambah tinggi. Di dalam inflasi kegiatan ekonomi yang berlebihan harus dikurangi. Dengan cara bank sentral dengan menjual surat – surat berharga. Dengan penjulan itu tabugan giral masyarakat dan cadangan yang di pegang oleh bank – bank perdagangan akan berkuarang. Supaya operasi pasar tebuka dapat dilaksnakan dengan sukses dengan cara bank – bank perdagangan tidak memiliki kelebihan cadangan dan dalam ekonomi telah tersedia cukup banyak surat – surat berharga yang dpat diperjualbelikan.
    2.Mengubah suku bunga dan suku diskonto. Di dalam membantu bank – bank perdagangan, ada dua bentuk bantuan yang dapat di berikan oleh bank sentral dengan memberikan pinjaman atau dengan membeli surat – surat berharga tertentu yang dimiliki oleh bank perdagangan yang memerlukan bantuan. Bank sentaral hanya menerima surat – surat berharga yang mudah tunai, seperti sertifikat bank indonesia. Apabila bank perdangangan menjual surat berharganya kepada bank sentral, maka itu dinamakan mendiskontokan surat – surat berharga. Bank sentral juga akan menetapkan suku diskonto dari sertifikat bank Indonesia atau surat – surat berharga lainnya yang mudah tunai yang dijual kepada bank sentral. Tingkat yang ditentukan oleh bank sentral tersebut dinamakan suku bunga diskonto atau suku bank.

    3.Mengubah tingkat cadangan minimum. Apabila kelebihan cadangan terdapat di bank – bank perdagangan, di dalam mempengaruhi penawaran uang, langkah bank sentral yang paling efektif adalah dengan cara mengubah tingkat cadangan minimum. Kelebihan yang terdapat di bank – bank perdagangan akan dapat di hapuskan dengan cara menaikan cadangan minimum tersebut.

    Kebikajan moneter kualitatif adalah langkah – langkah bank sentral yang bertujuan mengawasi bentuk – bentuk pinjaman dan investasi yang dilakukan oleng bank – bank perdagangan. Tujuan utama kebijakan ini bukan untuk mengawasi perkembangan penawaran uang melainkan mempengaruhi jenis pinjaman yang diberikan institusi keuangan. Ini memungkinkan bank sentral untuk menggalangkan pertumbuhan eokonomi yang di harapkan.
    Kebijakan moneter kualitatif di bagi menjadi 2 :
    1.Pengawasan pinjaman secara terpilih :
    tujuannya adalah untuk memastikan bahwa bank perdagangan memberikan pinjaman dan melakukan investasi yang sesuai dengan keinginan pemerintah. Pengawasan pinjaman secara terpilih ini bukan bertujuan untuk mengendalikan jumlah uang yang diwujudkan oleh bank perdagangan melalui meminjamkan dan menginfestasikan uang di pasar uang dan di pasar modal. Dalam kebijkan ini yang di awasi adalah bentuk pinjaman dan investasi keuangan yang dilakukan oleh bank perdagangan. Untuk menggalangkan perkembangan sektor industri bank sentral dapat mengarahkan ke pada bank perdagangan untuk meminjamkan sebagian uangnya untuk usaha investasi di bidang industri. Dan juga bank sentral bisa mengarahkan bank perdagangan ke sektor pertanian. Bank sentral juaga mengarahkan dalam sektor ini dengan syrat – syarat yeng ringan misalnya suku bunga rendah.
    Kebijakan peminjaman secara terpilih dapat pula dilakuakan ke atas:
    1.Pinjaman kepada konsumen dengan pinjaman yang di beriakn oleh bank perdagangan untuk membeli barang – barang tahan lama.
    2.Pinjaman untuk membeli saham dalam peminjaman ini hanya sebagian saja dari pembelian itu dapat melakukan pinjaman.
    2. Pembujukan moral :
    Dengan melalui pembujukan moral bank sentral dapat meminta bank perdagangan untuk mengurangi atau menambah keseluruhan jumlah pinjaman, atau mengurangi atau, mena,bah pinjaman kepada sektor tertentu, atau membuat perubahan ketas suku bunga yang mereka tetapkan ke atas pinjaman yang mereka berikan.

    Kaitanya dengan pertumbuhan ekonomi adalah dari kebijakan diatas dapat memulihkan stabilitas ekonomi dalam jangka pendek dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi berkelanjutan, dengan ongkos yang minimal dan juga kebijakan moneter yang diterapkan dapat mengentaskan masalah inflasi.

    BalasHapus
  19. Nama: Abdul Muchsin
    NIM: 208082000024
    Kelas: akuntansi 2A nonreguler

    JAWABAN.
    NO.1) Pendapatan nasional adalah perhotungan jumlah barang dan jasa akhir yang di hasilkan suatu negara dalam satu tahun dalam nilai uang.
    Metode penghitungan pendapatan nasional
    Ada tiga cara untuk mneghitung pendaptan nasional
    1).metode output atau metode produksi
    Menurut metode ini PDB adalah total output produksi yang di hasilkan oleh suatu perekonomian cara perhitungan dalam praktik adalah dengan membagi bagi perekonomian menjadi beberapa sektor produksi, untuk menghindari adadnya perhitungan ganda yang akibatnya angka PDB akan menggelembung bebrapa kali dari angka sebelumya.Untuk menghindari yang di atas maka perhitngan PDB dengan metode produksi yang di jumlahkan adalah nilai tambah masing masing sektor yang dimaksud nilai tambah adalah selisih antar nilai output dan nilai input antara.jadi bisa di rumuskan
    NT= NO-NI

    2) Metode pendapatan
    Metode pendaptan ini memnadang nilai output perekonomian sebagai nilai total balas jasa atas faktor produksi yang di gunakan dalam proses produksi.Jumlah tenaga kerja, barang,modal, dan uang banyak tidak akan menghasilkan apa-apa jika tidak ada kemampuan enterprenour yaitu kemampuan dan keberanian mengkombinasikan tenaga kerja ,barang,modal dan uang untuk menghasilkan barang jasa yang dibutuhkan masyarakat

    Balas jasa untuk tenaga kerja adalah upah atau gaji untuk barang modal adalah pendapatan sewa untuk pemilik uang atau aset adalah pendapatan bunga sedangkan unutk pengusaha adalah keuntungan. Secara sistematis hubungan ini bisa dalam fungsi sebagai berikut

    PN= R+W+I+P
    3) metode pengeluaran
    Ada 4 kelompok utama dalam perekonomian yaitu rumah tangga,perusahaan,pemerintahaan danluar negri terdpat juga 4 kategori pengeluaran
    A) konsumsi (C)=pengeluaran rumah tangga untuk barang konsumsi
    B) Investasi (I) =pengeluaran perusahaan dan rumah tangga untuk modal baru
    C) Konsumsi dan investasi pemerintah (G)
    D) Expor bersih (EX-IM)pengeluaran neto oleh luar negri atau expor (EX) minus (IM)
    pendekatan pengeluaran menghitung GDP dengna menjumlahkan ke empt komponen pengeluaran itu dalam bentuk persamaan
    GDP= C+I+G+ (EX-IM)



    Konsep-konsep pendaptan nasional
    1) PDB=menghitung hasil produksi sutu oerekonomian tanpa memperhatikan siapapemilik faktor produksi tersebut.
    2) PNB=nilai produksi yang di hasilkan oleh faktor2 peroduksi milik perekonomian.
    3) PNN. (Net national produck)GNP-D (depreciation)
    4) Net national income=balas jas seluruh faktor produksi yang di gunakan (NNT=NNP-pajak tak langsung)
    5) Personal income=bagian pendapatan nasional yang merupakan hak individudalm perekonomian sebagai balas jasa keikutsertaan mereka dalam proses produksi.(PP=PN-LTB+PIGK+PNBJ)
    6) Disposable income=pendapatan personal yang dapat dipakai oleh individu baik membiayai konsumsinya maupun untuk di tabung.DI=PI-pajak perorangan.

    Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan nasional
    1) konsumsi=konsumsi merupakan komponen pendapatan nasional yang penting alasanya sebagian besar pendaptan nasional dialokasikan untuk kegiatan konsumsi.faktor yang mempengaruhi konsumsi=harga,fiskal,suku bunga, dan sikap hati-hati.
    2) Saving. faktor yang mempengaruhinya= kekayaan,tingkat bunga,keadaan perekonomian,dan dan pensiun
    3) Investasi. faktornya=ramalan keuntungan investasi,bunga,kemajuan teknologi dan pendapatan nasional.
    Manfaat penghitungan dan analisis
    pendaptan nasional
    A) mengetahui dan menelaah struktur perekonomian negara
    B) Membandingkan perekonomian dari waktu ke waktu
    C) Membandingkan perekonomin antar daerah
    D) Merumuskan kebijakan pemerintah

    SOAL no 2.
    Keseimbangan pasar barang= kurva IS
    keseimbangan di pasar barng untuk perekonomian tertutup tanpa campur tangan pemerintah terjadi ketika pen geluaran yang di rencanakn samadengan pengeluaran aktual atau ketika injeksi =kebocoran (I+G=S+T)
    Kurva IS adalah kurva yang menunujukan hubungan negatif antar suku bunga dengan output riil yang menjaminkeseimbangan di pasar barang.
    Bila komponen persamaan kurva IS yang cateris paribus berubah maka kurva IS akan bergeser ke kanan atau ke kiri tergantung dari perubahaan komponen tersebut selain mengubah inetersep IS juga dapat mengubah gradien kurva IS dan bila investasi tidak elastis sempurna terhadap suku bunga maka kurva IS akan vertikal tegak lurus sampai mendatar.

    Keseimbangan pasar Uang=kurva LM
    Keseimbangan di pasar uang terjadi bila permintaan uang sama dengan penawaran uang.Kurva LM adalh kurva yang menunjukan hubungan positif antar tingkat bunga dan tingkat output riil yang menjamin keseimbangan dipasar uang..catatn ketika komponen-komponen kurva LM yang di anggap cateris paribus itu berubah akan dapat mengubah intersep dan gradien kurva LM

    Keseimbangan keduanya(pasar uang dan pasar barang) terjadi ketika kurva IS dan LM bersama-sama dalam satu grafik titik dimana kedua kurva itu saling berpotongan adalah dimana titik keseimbangan terjadi dikedua pasar baik di pasar barang maupun pasar uang.Ada keseimbangan di pasar barang karena titik itu ada di kurva IS dan ada keseimbangan di pasar uang karena titik itu ada di kurva LM.

    Hubungan pasar barang dan pasar uang
    1) pendaptan penerimaan uang hubungan pertama antar pasar barang dan pasar uang.terjadi karena permintaan uang tergantung pada pendapatanketika keluaraan pendaptan agregat (Y)naik jumlah transaksi yang menuntut pengurangan uang meningkat.Kenaikan keluaran dengan tingkat suku bunga tetap,konstan mengakibatkan suatu kenaikan permintaan uang.
    2) pengeluaran investasi yang direncanakan dan tingkat suku bunga.hubungan antar pasar uang dan pasar barng terjadi karena pengeluaran investasi yang direncanakan tergantung pada tingkat suku bunga.kita asumsikan bahwa investasi yang direncanakn tetap pad tingkat tertentu.Tetapi asumsi itu hanya untuk menyederhanakan perubahaan dalam prakteknya.investasi itu tidak tetap sebaliknya tergantung pada jumlah variabelekonomi.Kunci salh satunya adalah tingkat suku bunag makin rendah tingkat pengeluaran investasi yang direncanakan.

    SOAL NO 3

    Kebijakan moneter adalah upaya mengendalikan atau mengarahkan ekonomi makroke kondisi yang diinginkan ynag kebih baik dengan mengtur jumlah uang yang beredra.
    Ada tiga instrumen utama yang di gunakan untuk mengatur jumlah uang yang beredar
    1) Open market operation (opersai pasar terbuka )adalah pemerintahaan mengendalikan jumlah uang tang beredar denagn cara menjual atau membeli surat-surat berharga milik pemerintah .
    2) Fasilitas diskonto (disconto rate) yaitu tingkat bunga yang di tetapkan oleh pemerintah atas bank umum yang meminjam ke bank sentral.
    3) Rasio cadangan wajib .rasio cadangan wajib juga dapat mengubah jumlah uang yang beredar jika rasio cadangan wajib diperbesarmak bank akan memberikan kredit atau lebih kecil dibandingkan sebelumnya

    Ada tambahan yang ke 4) yaitu Imbauan moral Dengan imbauan moral otoritas moneter mencoba mengarahkan atau mengendaliakn jumlah uang yang beredar misalnya Gubernur bank indonesia dapat memberi saran agar perbankan berhati-hatidenag kreditnya atau membatasi keinginanya meminjam uang dari bank sentral.

    Kaitannya kebijakan moneter dengan pertumbuhan ekonomi yaitu salah satu untuk meningktakan pertumbuhaan ekonomi yaitu melalui kebikan moneter yang lebih di tujukan kepada kesetabilan makroekonomi yang tercermin pada pengendalian variabel ekonomi seperti kesetabilan tingkat harga karena pertumbuhan ekonomi kita masih banyak di topang oleh kegiatan konsumsi dengan kebijakn moneter setidaknya kita masih bisamengendaliakn dan membantu terwujudnya kesetabilan harga dan jumlah uang yang beredar yang sesuai dengan kebutuhan riil perekonimian ,nilai tukar rupiah yang stabil dan kompetitipseta landasan fundamental ekonomi yang kuat sehingga dapat mendukung terjadinya pertumbuhan ekonomi ynag memadai.

    BalasHapus
  20. Nama : Putri Riehan Wulandari
    NIM : 208082000004
    Kelas : akuntansi 2A ( NON REG )


    1. Pendapatan Nasional
    Pendapatan Nasional adalah jumlah dari pendapatan factor – factor produksi yang digunakan untuk memproduksi barang dan jasa dalam suatu tahun tertentu. Pendapatan nasional merupakan salah satu ukuran pertumbuhan ekonomi suatu Negara. Bila tingkat produksi dan pendapatan nasional rendah, pemerintah mungkin akan memperbanyak jumlah uang yang beredar. Dengan tujuan untuk menggairahkan dunia perbankan dan dunia usaha ( melalui peningkatan suku bunga dan peningkatan harga ).

    Konsep Pendapatan Nasional
    • Produk Domestik Bruto ( GDP )
    Produk domestik bruto ( Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit - unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara ( domestik ) selama satu tahun. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto / kotor.
    • Produk Nasional Bruto ( GNP )
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product / GNP) adalah seluruh barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun, termasuk di dalamnya barang dan jasa yang dihasilkan warga negara tersebut yang berada/bekerja di luar negeri. Barang dan jasa yang dihasilkan warga negara asing yang bekerja di dalam negeri, tidak termasuk GNP.
    Cara perhitungan
    GNP = GDP - Produk Netto terhadap luar negeri

    • Produk Nasional Neto ( NNP )
    Produk Nasional Neto ( Net National Product ) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal ( sering pula disebut replacement ). Replacement penggantian barang modal / penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
    Cara perhitungan
    NNP = GNP - ( Penyusutan + Replacement )

    • Pendapatan Nasional Neto ( NNI ) `
    Pendapatan Nasional Neto ( Net National Income ) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
    Cara perhitungan :
    NNI = NNP - Pajak tidak langsung

    • Pendapatan Perseorangan ( PI )
    Pendapatan perseorangan ( Personal Income )adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima perseorangan sebagai balas jasa dalam proses produksi. Pendapatan perseorangan ini dapat juga disebut pendapatan kotor, karena tidak semua pendapatan perseorangan netto jatuh ke tangan pemilik faktor produksi, sebab masih harus dikurangi laba yang tidak dibagi, pajak penghasilan, iuran jaminan sosial maupun pembayaran yang bersifat transfer payment ( pembayaran pindahan ) seperti pensiunan.
    Cara Perhitungan
    PI = NNI + Transfer Payment - ( Iuran Jaminan Sosial + Pajak penghasilan perusahaan + laba yang ditahan )

    • Pendapatan yang siap dibelanjakan ( DI )
    Pendapatan yang siap dibelanjakan ( Disposable Income ) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung ( direct ta x) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.
    Cara perhitungan
    DI = PI - Pajak langsung

    3 Pendekatan Pendapatan Nasional

    1. Pendekatan Produksi
    Merupakan jumlah hasil barang dan jasa produksinya, dari suatu Negara selama 1 tahun yang dinilai dengan uang. Dengan metode ini, pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan setiap nilai tambah ( value added ) dari setiap proses produksi di dalam masyarakat ( warga negara asing dan penduduk ) dari berbagai lapangan usaha (sektor) dalam suatu negara untuk kurun waktu 1 periode ( biasanya satu tahun ).

    PN = ( P1 x Q1 ) + ( P2 x Q2 ) + … + ( Pn x Qn )

    2. Pendekatan Pengeluaran
    Merupakan jumlah pengeluaran seluruh masyarakat dan pemerintah suatu negara yang dipergunakan untuk membayar pajak, membeli barang / jasa, investasi dll selama 1 tahun.

    PN = C + I + G + ( X – M )
    Dimana : C = Konsumsi
    I = Investasi
    G = Pengeluaran pemerintah
    X = Ekspor
    M = Impor

    3. Pendekatan Pendapatan
    Merupakan seluruh pendapatan yang diterima oleh Masyarakat suatu Negara sebagai balas jasa karena telah menyerahkan factor – factor produksinya. Pendapatan Nasional berdasarkan pendekatan pendapatan merupakan hasil penjumlahan dari sewa, upah, bunga modal dan laba yang diterima masyarakat pemilik faktor produksi selama satu tahun.

    PN = R + W + I + P

    Faktor –faktor yang mempengaruhi komponen Pendapatan Nasional:
    Hubungan antara pendapatan nasional dan komponennya digambarkan dengan persamaan Y = C + S / Y = C + I. Tinggi rendahnya pendapatan nasional merupakan faktor utama yang mempengaruhi komponen C, S, I
    C = dipengaruhi oleh tinggi rendahnya hasrat mengkonsumsi
    S = dipengaruhi oleh tinggi rendahnya hasrat menabung
    I = dipengaruhi oleh banyaknya faktor produksi seperti : SDA.


    2. Keseimbangan di pasar uang dan pasar barang

    Keseimbangan di pasar uang permintaan dan penawaran uang akan terjadi pada tingkat bunga tertentu. Ekonomi konvensional berpendapat bahwa interaksi permintaan dan penawaran uang akan senantiasa membawa suku bunga pada tingkat keseimbangan. Apabila suku bunga berada di atas tingkat keseimbangan, pasokan uang melebihi permintaan. Mekanisme penyesuaian berjalan karena pada tingkat bunga tersebut, opportunity cost memegang uang menjadi terlalu tinggi. Masyarakat akan berusaha mengurangi porsi uang dalam portofolio kekayaannya untuk ditukarkan dengan aset yang memberikan bunga, misal obligasi. Penurunan permintaan uang diimbangi dengan kenaikan permintaan aset tersebut. Akibatnya, harga aset tersebut akan naik dan tingkat bunganya menurun. Mekanisme ini akan terus berjalan hingga uang yang ingin dipegang masyarakat sama dengan pasokan uang.
    Keseimbangan di pasar barang terjadi ketika belanja agregat sama dengan produksi nasional ( Y ). Belanja agregat terdiri dari komponen domestik, mencakup konsumsi ( C ), investasi ( I ) dan belanja pemerintah ( G ), dan komponen asing berupa ekspor neto ( NX ), yakni nilai ekspor dikurangi nilai impor ( NX = X—M ).
    Para ekonom konvensional maupun Islam berpendapat bahwa pada harga yang tetap, pendapatan dan bunga / imbal akan berada pada tingkat yang menyeimbangkan sekaligus pasar barang dan pasar uang. Tingkat pendapatan dan bunga keseimbangan ini terletak di perpotongan kurva IS dan LM, baik yang menggunakan basis bunga maupun imbal. Pendapatan dan bunga akan selalu menuju pada tingkat keseimbangan simultan pasar barang dan pasar uang ini karena di masing-masing pasar terdapat mekanisme penyeimbangan. Mayoritas ekonom Islam juga berpendapat bahwa mekanisme yang mirip terjadi dalam perekonomian tanpa bunga. Pendapatan dan tingkat imbal akan menuju ke tingkat keseimbangan ini.
    Jadi, perubahan pendapatan tidak serta - merta menimbulkan perubahan tingkat bunga di pasar uang yang membawa pada keseimbangan permintaan dan penawaran uang. Karenanya, penentuan tingkat bunga di panel pendapatan-bunga dapat hanya ditentukan oleh kurva IS tanpa melibatkan kurva LM. Dengan kata lain, tingkat bunga selalu terjadi di kurva IS namun dapat terjadi di luar kurva LM.


    3. Kebijakan Moneter

    Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga. Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam pasokan / distribusi barang. Kebijakan moneter dilakukan antara lain dengan salah satu namun tidak terbatas pada instrumen sebagai berikut yaitu suku bunga, giro wajib minimum, intervensi dipasar valuta asing dan sebagai tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas.

    Macam – macam Kebijakan Moneter

    1. Kebijakan Pasar Terbuka ( Open Market Policy )
    Yaitu kebijakan pemerintah dengan jalan menjual surat - surat berharga pada saat inflasi dan membeli / menarik surat - surat berhaga pada saat deflasi. Apabila pemerintah menghendaki menurunkan jumlah uang yang beredar, pemerintah harus menjual obligasi di pasar bebas.
    2. Kebijakan Diskonto ( Discount Policy )
    Yaitu kebijakan pemerintah dengan jalan menaikkan suku bunga pada saat inflasi dan menurunkan pada saat deflasi, ditunjukkan untuk menaikkan tingkat bunga karena dengan bunga kredit tinggi maka aktivitas ekonomi yang menggunakan dana pinjaman akan tertahan karena modal diskontonya atau discount rate policy ( tingkat bunga yang dikenakan pada bank umum atas pinjaman dana yang diberikan ), maka jumlah uang yang beredar cenderung berkurang, begitu sebaliknya.
    3. Kebijakan Cadangan kas ( Cash Ratio Policy )
    Yaitu kebijakan pemerintah dengan jalan menaikkan cadangan kas pada saat inflasi dan menurunkan cadangan kas pada saat deflasi, atau bisa juga menaikkan perbandingan antara uang yang beredar dengan uang yan mengendap di dalam kas mengakibatkan kemampuan bank untuk menciptakan kredit berkurang sehingga jumlah uang yang beredar akan berkurang.
    4. Kebijakan Kredit Ketat
    Yaitu kebijakan pemerintah dengan mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara memperketat pemberian kredit, kredit boleh diberikan asal memenuhi syarat 5C, Character, Capability, collateral, capital, dan Condition of economy, tetapi pada saat deflasi syarat dapat dipelonggar. Bank sentral ( Bank Indonesia ) berusaha mempengaruhi bank - bank umum dalam hal memberikan kredit kepada nasabah melalui berbagai macam peraturan kredit.
    5. Kebijakan Dorongan Moral ( Moral Suasion )
    Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi. Contohnya seperti menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati - hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang lebih ke bank sentral untuk memperbanyak jumlah uang beredar pada perekonomian.
    6. KebijakanSanering
    Yaitu kebijakan memotong nilainominal pada saat inflasi, misalnya Rp 1.000,00 menjadi Rp 1,00.
    7. Kebijakan Devaluasi
    Yaitu menurunkan nilai mata uang asing, dengan tujuan mendorong ekspor dan menghambat impor.
    8. Kebijakan revaluasi
    Yaitu kebijakan menaikkan nilai mata uang sendiri terhadap nilai mata uang asing.


    Tujuan Kebijakan Moneter
    a. Menjaga kestabilan Ekonomi.
    b. Menjaga kestabilan Harga.
    c. Meningkatkan kesempatan kerja.
    d. Mengatur dan mencegah system pembayaran.
    e. Mencegah terjadinya inflasi dan deflasi.
    f. Menjaga kestabilan peredaran uang.

    Keterkaitan Moneter dengan Pertumbuhan Ekonomi
    Kebijakan moneter sangat diperlukan dalam pertumbuhan ekonomi sebagai upaya pemulihan kondisi perekonomian Indonesia yang terpuruk krisis. Kebijakan moneter yang diterapkan berupa inflation targeting yang telah berhasil mengentaskan problem inflasi diberbagai Negara. Selain itu kebijakan moneter juga sangat berguna untuk menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Jika kebijakan moneter tidak berjalan dengan baik, maka pertumbuhan ekonomi akan terganggu karena kebijakan moneter akan mempengaruhi perekonomian.

    BalasHapus
  21. NAMA :HELMI FIRDAUS
    NIM :208082000015
    JURUSAN/KELAS :AKUNTANSI A (NON-REGULER)
    SEMESTER :2


    1.Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga(RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.
    Pendapatan nasional merupakan salah satu ukuran pertumbuhan ekonomi suatu negara.

    Pendapatan nasional juga bisa digunakan sebuah Negara untuk mengukur tinggi rendahnya tingkat kemakmuran, untuk mendapatkan data-data terperincimengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam suatu periode, dan juga dapat digunakan untuk mengetahui dan menelaah perekonomian nasional.

    Pendapatan nasional tidak hanya didapat dari dalam negeri saja seperti Produk domestik bruto (GDP) yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah domestik selama satu tahun.Baik itu hasil produksi barang dan jasa yg dihasilkan oleh perusahaan/orang domestik maupun perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Selain itu, juga ada Produk Nasional Bruto (GNP) yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara berupa nilai produk barang dan jasa baik itu yang berada di dalam dan di luar negeri. selanjutnya Produk Nasional Neto (NNP) yang bisa dihitung dengan cara GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang dan modal.
    Berikutnya ada beberapa jenis Pendapatan yang mempengaruhi Pendapatan nasional, yaitu :
    1.Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    NNI dapat dihitung dengan cara mengurangi NNP dengan pajak tidak langsung. yang dimaksud dengan pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
    2.Pendapatan Perseorangan (PI)
    PI adalah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat.
    3.Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
    DI ialah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi Investasi.


    2.Keseimbangan di pasar uang terjadi bila permintaan uang sama dengan penawaran uang. Sedangkan keseimbangan di pasar barang terjadi ketika pengeluaran yang direncanakan sama dengan pengeluaran aktual atu ketika injeksi sama dengan kebocoran.
    Keseimbangan antara pasar uang dan pasar barang akan terjadi jika adanya harga yang tetap, maka pendapatan dan bunga akan berada pada tingkat yang menyeimbangkan pasar barang dan pasar uang. Tingkat pendapatan dan bunga keseimbangan ini terletak di perpotongan kurva IS dan LM, baik yang menggunakan basis bunga maupun imbal.
    Pendapatan dan bunga akan selalu menuju tingkat keseimbangan simultan pasar barang dan uang ini karena di masing-masing pasar terdapat mekanisme penyeimbangan.


    3.Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu; seperti menahan inflasi, mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera.
    Kebijakan Moneter juga di bagi menjadi 2,yaitu:
    -Kebijakan Moneter kuantitatif
    -Kebijakan Moneter kualitatif

    Kebijakan Moneter Kuantitaif adalah langkah – langkah bank sentral yang tujuan utamanya adalah untuk mempengaruhi jumlah penawaran uang dan suku bunga dalam perekonomian.

    Sedangkan,Kebijakan Moneter Kualitatif adalah adalah langkah – langkah bank sentral yang bertujuan mengawasi bentuk – bentuk pinjaman dan investasi yang dilakukan oleng bank – bank perdagangan. Tujuan utama kebijakan ini bakan untuk mengawasi perkembangan penawaran uang melainkan mempengaruhi jenis pinjaman yang diberikan institusi keuangan.

    kaitan kebijakan moneter dengan pertumbuhan ekonomi sangat erat. Karena jika suatu negara ingin mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga, maka upaya yang harus dilakukan adalah menerapkan kebijakan moneter. Dimana Bank sentral atau Otoritas moneter menjadi pusatnya yang mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam pasokan/distribusi barang.

    BalasHapus
  22. nama:samsiyah
    nim : 208082000003
    kelas: akuntansi 2A(non reg)

    Jawaban no.1.

    Pendapatan nasional
    adalah pendapatan faktor-faktor produksi, artinya pendapatan yang diterimasebagai pemilik faktor produksi.
    Pendapatan nasional digunakan untuk melihat perkembangan kegiatan ekonomi masyarakat atau pendapatan nasional adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh penduduk suatu negara dalam waktu satu tahun.

    Konsep pendapatan nasional
    Produk Domestik Bruto (GDP)
    Produk domestik bruto (gross domestic product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun.

    Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto (gross national product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun

    Produk Nasional Neto (NNP)
    Produk Nasional Neto(net national product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement).

    Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    Pendapatan Nasional Neto (Net national income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung

    Pendapatan Perseorangan (PI)
    Pendapatan perseorangan (personal income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment)
    Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
    Pendapatan yang siap dibelanjakan (disposable income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi.

    Faktor yang mempengaruhi pendapatan nasional yaitu:
    1. konsumsi© : bagian dari PN yang dikeluarkan untuk membeli barang-barang konsumsi
    2. saving(s) : bagian dari pendapatan yang ditunda pengeluarannya atau juga disebut dengan kebutuhan masa akan datang
    3. investasi (I) : pengeluaran masyarakat(RTP) untuk pemberian barang-barang modal
    secara umum perhitungan pendapatan nasional sangat bermanfaat untuk melihat perkembangan kegiatan perekonomian yang terjadi yang dapat dicapai oleh suatu Negara.
    :untuk mencari pendapatan nasional dengan
    PN = GNP – (Pajak tidak langsung- penyusutan nilai)
    lima konsep perhitungan yang digunakan yaitu
    1.national income account yaitu menghitung jumlah produk/pendapatan nasional yang dihasilkan oleh suatu Negara.
    2. input-output account yaitu menghitung jumlah pembelian dan penjualan setiap sector rkonomi
    3. balance of payment account yaitu menghitung sautu penerimaan dan pengeluaran Negara dengan Negara lain seperti impor atau ekspor
    4. flow of funds account yaitu menghitung arus transaksi pinjam meminjam antar berbagai sector
    5. national balance sheet yaitu menghitung kekayaan aktiva dan utang pasiva

    Manfaat perhitungan pendapatan nasional adalah
    A, mengetahui dan menelaah susunan perekonomian
    b. membandingkan perekonomian dari waktu ke waktu
    c. membandingkan perekonomian antar daerah
    d. merumuskan kebijakan kebijakan pemerintah

    menurut Keynes, determinasi pendapatan nasional melalui 2 pendekatan yaitu
    1. income approach adalah suatu pendekatan yang memandang nilai pendapatan nasional yang diterima masyarakat akan menentukan besar konsumsi dan tabungan masyarakat
    secara sistematis akan terlihat persamaan

    GNI Y = C+S
    Ket:
    Y= penadapatan nasional
    C= konsumsi
    I= tabungan


    2. product/ expenditure approach suatu pendekatan yang dapat ditentukan oleh besarnya pengeluaran aggregate atau permintaan aggregate terhadap produk nasional

    GNI Y= C + I

    Jawaban no. 2
    (keseimbangan pasar barang dan pasar uang)
    Menurut Hicks, keseimbangan ekonomi adalah penggabungan keseimbangan di pasar barang dan keseimbangan di pasar uang.

    - keseimbangan di pasar barang dan pasar jasa merupakan keseimbangn di sector riil yaitu keseimbangan antara aggregate supply dan aggregate demand, keseimbangan sector riil atau pasar barang dan jasa yang dikaitkan dengan nilai investment = nilai saving
    Permintaan dalam pasar barang merupakan agregasi dari semua permintaan akan barang dan jasa di dalam negeri, sementara yang menjadi penawarannya adalah semua barang dan jasa yang diproduksi dalam negeri.
    Kurva I-S yaitu kurva yang menunjukan hubungan antara berbagai tingkat bunga dan pendapatan nasional yang memungkinkan pasar barang dan jasa dalam keseimbangan

    - keseimbangan di pasar uang yaitu keseimbangan antara permintaan uang dan penawaran uang , secara grafis keseimbangan pasar uang dan modal dinyatakan dengan kurva L-M.
    kurva L-M yaitu garis yang memperlihatkan berbagai kombinasi bunga dan arus pendapatan yang menciptakan keseimbangan pasar uang ,terjadinya keseimbangan pasar uang ditandai dengan fungsi permintaan uang = fungsi penawaran uang




    jawaban no.3
    kebijakan moneter
    adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi Negara yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga, untuk mencapai tujuan tersebut Bank Indonesia mengatur keseimbangan antara persediaan uang dan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali

    macam-macam kebijakan moneter:
    1.kebijakan pasar terbuka
    Menjual surat-surat berharga pada saat inflasi dan membeli sura-surat berharga pada deflasi, apabila pembeli menghendaki menurunkan jumlah uang yang beredar maka pembeli harus menjual obligasi di pasar bebas

    2.kebijakan diskonto
    Menaikkan suku bunga pada inflasi dan menurunkan pada saat deflasi untuk menaikkan tingkat bunga karena dengan bunga kredit tinggi maka aktivitas ekonomi yang menggunakan dana pinjaman akan tertahan karena modal diskontonya

    3. kebijakan cadangan kas
    Menaikkan perbandingan antar uang yang beredar dengan uang yang mengendap didalam kas mengakibatkan kemampun Bank untuk menciptakan kredi berkurang , sehingga jumlah uang yang beredar berkurang.
    Cara baru untuk memperngaruhi jumlah uang yaitu dengan cara mengubah-ubah minimum cash ratio

    4. kebijakan kredit ketat
    Mengurangi jumlah uang yang beredar dengan memperketat pemberian kredit dengan menggunakan syarat-syarat tertentu yaitu: character, capability, collateral, capital dan condition of economy

    5. kebijakan dorongan moral
    Untuk mengatur jumlah uang dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi, contohnya: menghimbau kepada Perbankan untuk para pengguna kredit agar berhati-hati dalam mengeluarkan kredit.

    6. kebijakan sanering
    Kebijakan yang memotong nilai nominal pada saat inflasi Rp 1.000 menjadi Rp 1.00

    untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yaitu melalui kebijakan moneter yang lebih ditujukan pada pencapaian kestabilan makroekonomi yang tercermin pada pengendalian variabel ekonomi seperti kestabilan tingkat harga (inflasi), jumlah uang beredar yang sesuai dengan kebutuhan riil perekonomian, nilai tukar Rupiah yang stabil dan kompetitif, serta landasan fundamental ekonomi yang kuat sehingga dapat mendukung terjadinya pertumbuhan ekonomi yang memadai.

    BalasHapus
  23. Nama : Maulana Dwija Sudarsa
    NIM : 208082000017
    jurusan : Akuntasi 2A (Non-Reguler)

    1.Pendekatan Nasional adalah jumlah pendapatan yang di terima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu Negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun.
    Berikut ini adalah beberapa konsep pendapatan nasional, diantaranya:
    1. Produk Domestik Bruto (GDP)
    2. Produk Nasional Bruto (GNP)
    3. Produk Nasional Neto (NNP)
    4. Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    5. Pendapatan Nasional (PI)
    6. Pendapatan yang Siap di Belanjakan (DI)
    Pendapatan Nasional(National income) dapat di tinjau dari tiga pendekatan, yaitu:
    1.Pendekatan / metode Produksi
    Berdasarkan metode produksi, pendapatan nasional adalah barang dan jasa yang diproduksi di suatu Negara dalam suatu periode tertentu
    Dengan metode ini, pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan setiap nilai tanbmbah dari setiap proses produksi didalam masyrakat dari berbagai lapangan usaha dalam suatu Negara untuk kurun waktu 1 tahun.
    2.Pendekatan / metode Pengeluaran
    Berdasarkan pendekatan ini, pendapatan nasional adalah jumlah pengeluaran secara nasional untuk membeli barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu periode, biasanya 1 tahun.
    3.Pendekatan / metode Pendapatan
    Menurut pendekatan ini, pendapatan nasional adalah seluruh pendapatan yang diterima pemilik factor produksi yang disumbangkan kepada rumah tangga produsen selama 1 tahun.
    Manfaat atau kegunaan pendapatan nasional adalah untuk :
    a.Mengetahui dan menelaah struktur atau susunan perekonomian suatu Negara
    Dari perhitungan pendapatan nasional, kita dapat mengetahui apakah suatu Negara tergolong suatu Negara industry,Negara pertanian, atau lainnya.hal ini dapat dilihat dari besarnya sumbangan dari masing-masuing sector lapangan usaha terhadap pendapatan nasional.
    b.Membandingkan keadaan perekonomian dari waktu ke waktu
    Dari pencatatan pendapatan nasional setiap tahun akan dapat dibandingkan pendapatan nasional ini dari tahun ke tahun, sehingga akan dapat diperoleh gambaran, apakah ada kenaikan atau penurunan.
    c.Membandingkan perekonomian antar daerah
    Perhitungan pendapatan nasional dapat dipergunakan untuk membandingkan perekonomian satu daerah dengan daerah lain baik antar provinsi dalam suatu Negara maupun antar daerah suatu Negara dengan Negara lain.
    d.Merumuskan kebijaksanaan pemerintah
    Perhitungan pendapatan nasional berguna pula dalam membantu merumuskan kebijaksanaan pemerintah.

    2.Pasar barang adalah pasar yang mempertemukan penawaran dan permintaan barang dan jasa, pasar barang sering disebut dengan sector riil. keseimbangan pasar barang terjadi ketika belanja agregat sama dengan produksi nasional (Y).
    Pasar uang adalah pasar yang mempertemukan penawaran dan permintaan uang dan saham.keseimbangan pasar uang akan terjadi pada tingkat bunga tertentu. Interaksi permitaan dan penawaran uang akan senantiasa membawa suku bunga pada tingkat keseimbangan.
    Keseimbangan pasar barang dan pasar uang terdapat pada harga yang tetap, pendapatan dan bunga akan berada pada tingkat yang menyeimbangkan pasar barang dan pasar uang. Tingkat Pendapatan dan bunga keseimbangan ini terletak di perpotongan kurva IS dan LM, baik yang menggunaka basisi bungan maupun imbal. Pendapatan dan bunga akan selalu menuju pada tingkat keseimbangan pasar barang dan pasar uang karena di masing – masing pasar terdapat mekanisme penyeimbang. Mayoritas ekonomi islam berpendapat bahwa mekanimse ini terjadi pada perekonomian tanpa bunga. Pendapatan akan menuju pada ke tingkat keseimbangan ini.

    3.Kebijakan moneter adalah suatu kebijakan yang bertujuan untuk mengatur segala aktivitas keuangan dan mengatur jumlah uang yang beredar.
    Kebijakan Moneter di bagi menjadi 2, yaitu:
    a. Kebijakan Moneter Kuantitatif
    Kebijakan Moneter Kuantitaif adalah langkah – langkah bank sentral yang tujuan utamanya adalah untuk mempengaruhi jumlah penawaran uang dan suku bunga dalam perekonomian. Dalam masa deflasi penawaran uang perlu ditambah untuk menurunkan suku bunga. Dalam masa inflasi, pengeluaran masyarakat melebihi penawaran barang – barang dalam perekonomian. Oleh sebab itu pengeluaran agregat perlulah di kurangi dengan cara pengurangan dalam penawaran uang dan kenaikan suku bunga. Pengurangan tersebut akan menurunkan pengeluaran agregat sehingga terdapat keseimbangan di antara pengeluaran dalam ekonomi dengan jumlah penawaran barang.
    Kebijakan moneter kuantitatif di bagi menjadi 3 yaitu:
    1. Operasi pasar terbuka yaitu melakukan jual beli surat – surat berharga dan pasar modal.
    2. Mengubah suku bunga dan suku diskonto.
    3. Mengubah tingkat cadangan minimum.
    b. kebijakan moneter kualitatif
    Kebijakan Moneter Kualitatif adalah adalah langkah – langkah bank sentral yang bertujuan mengawasi bentuk – bentuk pinjaman dan investasi yang dilakukan oleng bank – bank perdagangan. Tujuan utama kebijakan ini bakan untuk mengawasi perkembangan penawaran uang melainkan mempengaruhi jenis pinjaman yang diberikan institusi keuangan.
    Kebijakan moneter kualitatif di bagi menjadi 2, yaitu:
    1.Pengawasan pinjaman secara terpilih
    tujuannya adalah untuk memastikan bahwa bank perdagangan memberikan pinjaman dan melakukan investasi yang sesuai dengan keinginan pemerintah.
    2.Pembujukan moral
    Dengan melalui pembujukan moral bank sentral dapat meminta bank perdagangan untuk mengurangi atau menambah keseluruhan jumlah pinjaman, atau mengurangi atau, mena,bah pinjaman kepada sektor tertentu, atau membuat perubahan ketas suku bunga yang mereka tetapkan ke atas pinjaman yang mereka berikan.

    Kebijakan moneter memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara. Ini dikarenakan dengan adanya kebijakan moneter, maka masalah- masalah ekonomi dapat segera diselesaikan, seperti inflasi. Dengan kebijakan yang di terapkan berupa inflation targeting, maka inflasi dapat segera diselesaikan dengan cepat. Selain itu, kebijakan moneter memegang peranan dalam mengatur jumlah uang yang beredar. Dalam hal ini yaitu bank indonesia, BI sebagai otoritas moneter dapat mengembangkan kebijakan yang secara efektif dapat memulihkan stabilisasi ekonomi dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan ongkos yang minimal. Dari uraian diatas, maka tidak diragukan lagi bahwa kebijakan moneter sangat berpengaruh dalam pertumbuhan ekonomi.

    BalasHapus
  24. Nama ; Purwidiani
    NIM : 208082000014
    Kelas : Akuntansi 2A

    Kasus I
    1. PENDAPATAN NASIONAL
    Dalam analisis makro ekonomi selalu digunakan istilah “pendapatan nasoanal” atau “national income” yang menyataka jumlah nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu Negara dalam waktu satu tahun tertentu .dengan demikiaan dalam penggunaannya tersebut istolah pendapatan nasional adalah mewakili arti Produk Domestik Bruto atau Produkj Nasional Bruto.
    Produk Domestik Bruto (PDB) adalah jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilhkan oleh unit-unit produksi dalam batas wilayah suatu Negara (domestic) selama satu tahun.
    Prodok Nasional Bruto (PNB) adalah nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu Negara (nasiaonal) selama satu tahun.
    Pendapatan nasional adalah jumlah dari pendapatan faktor-faktor produksi yang digunakan untuk memproduksikan barang dan jasa dalam satu tahun tertentu.
     System perhitungan pendapatan nasional (national income accounting system) ditinjau dari 3 cara perhitungan yaitu:
    i. Cara pengeluaran : pendapatan nasional dihitung dengan menjumlah pengeluaran keatas barang dan jasa yang diproduksikan dalam Negara tersebut.
    ii. Cara produksi : pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan nilai produksi barng dan jasa yang diwujudkan oleh berbagai sector dalam perekonomian.
    iii. Cara pendapatan : pendapatan nasional diperoleh dengan cara menjumlah pendapatan yang diterima oleh factor produksi yang digunakan untuk mewujudka pendapatan nasional.
     Factor yang mempengaruhi pendapatan nasional:
    i. Konsumsi ( C ): sebagai bagian dari PN yang dikeluarkan untuk membeli barang- barang konsumsi
    ii. Saving ( S ): bagian dari pendapatan yang ditunda pengeluarannya atau dapat juga dikatakan konsumsi masa yang akan dating.
    iii. Investasi ( I ): sebagai pengeluaran masyarakat (RTP) untuk pembelian barang-barang modal.

    Konsep Pendapatan Nasional
    • Gross National Product (GDP) adalah nilai barang dan jasa dalam suatu Negara yang diproduksikan oleh factor-faktor produksi milik warga Negara tersebut dengan negara asing.

    • Gross National Product (GNP) adalah seluruh nilai barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu Negara dalam waktu satu tahun, termasuk barang dan jasa warga Negara yang berda dinegara lain.


    • Net National Produk (NNI) adalah jumlah pendapatan faktor-faktor produksi satu tahun.
    NNI = NNP – Pajak Tidak Langsung.
    • Personal income (PI) adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang atau masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment).

    • Disposable Income (DI) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi.
    Kasus II
    2. KESEIMBANGAN PASAR BARANG DAN PASAR UANG.

    Dalam analisis IS-LM akan dilihat bagaimana keimbangan pendapatan nasional dicapai dalam keadaan tingkat bungan yang dapat mengalami perubahan. Dalam analisis IS-LM peristiwa-peristiwa yang berlaku dalam perekonomian perlu dilihat dari dua sudut pandang: dari menganalisis sector produksi (sector riil) dan menganalisis kegiatan sector keuangan.
    Analisis sector riil memperhatikan sifat hubungan diantara tingkat bunga dengan keseimbangan pendapatan nasional. Dengan demikian kurva IS dapat didefinisikan sebagai suatu kurva yang menggambarkankesembangan pendapatan nasional (dan tingkat pendapatan nasional yang dicapai) pada berbagai tungkat bunga.
    Dalam analisis mengenai sector keuangan yang diperhatikan ialah hubungan antara keseimbangan permintaaan dan penawaran uang dan tingkat bunga yang ditentukannya dengan pendapatan nasional pada keseimbangan tersebut. Ciri-ciri permintaan uang yaitu semakin tinggi pendapatan nasional semakin kekanan kurva permintaan uang, ciri prmintaan uang seperti ini menyebabkan, apabila penawaran uang tetap, tingkat bunga akan menjadi semakin tinggi pada pendapatan nasionalyang semakin menigkat. Maka kurva LM menggambarkan hubungan diantara tingkat bunga yang diwujudkan oleh keseimbangan diantara permintaan dan penawaran uang dengan pendapatan nasional dimana keseimbangantersebut tercapai.
    Kurva IS maupun LM masing – masing menggambarkan keseimbangan pada berbagai tingkat bunga dan pendapatan nasioanal. Walaupun begitu apabila dilihat secara berasingan setiap kurva tidak dapat menetukan:
    i. Tingkat bunga yang sebenarnya berlaku dalam perekonomian.
    ii. Pendapatan nasional pada keseimbangan.
    Kedua-duanya hanya dapat ditentukan dengan mengintegrasikan kurva IS dan LM dalam satu garafik.
    Kasus III
    3. KEBIJAKAN MONETER
    Kebijakan moneter adalah kebijakan pemerintah dalam mengatur jumlah uang yang beredar dalam masyarakat guna menjaga kestabilan nilai uang yang meliputi langkah-langkah pemerintah yang dilaksanakan oleh Bank Sentral (Bank Indonesia) untuk mempengaruhi (merubah) penawaran uang dalam perekonomian atau merubah tingkat bunga dengan maksud untuk mempengaruhi pengeluaran agregat.

     Jenis-jenis kebijakan moneter
    Kebijakan moneter kuantitatif : suatu kebijakan umum bertujuan untuk mempengaruhi jumlah penawaran uang dan tingkat bunga dalam perekonomian.
    • Melakukan jual beli surat surat berharga didalam pasar surat-surat berharga tsb, yang dinamkan operasi pasar terbuka.
    • Membuat perubahan keatas tingkat diskonto dan tingkat bunga yang harus dibayar oleh bank-bank umum.
    • Membuat perubahan keatas tingkat cadangan minimum yang harus disimpan oleh bank-bank umum
     Kebijakan moneter kualitatif
    Kebijakan kualitatif : instrument yang berupa pengawasan dan imbauan bank sentral kepada bank umum terhadap kegiatan perbankan.
    • Pengawasan secara selektif yaitu menetukan jenis-jenis pinjaman mana yang harus dikurangi atau dikembangkan.
    • Pembujukan moral.
    Kebijakan moneter kaitannya denagan perokonomian adalah mengendalikan kegiatan ekonomi kearah yang dikendaki yaitu mencapai kegiatan ekonomi yang tinggi tanpa inflasi.dapat disimpulkan bahwa keefektifan dari kebijakan moneter sangat tergantung kepada sifat perubahan tiga variable, yaitu tingkat bunga, tingkat investasi dan pengeluaran agregat.

    BalasHapus
  25. Nama : Nike Beliza
    NIM : 208082000025
    Kelas : A
    Jurusan : Akuntansi semester 2 Non Reguler


    1.Pendapatan Nasional
    Adalah jumlah dari pendapatan faktor-faktor produksiyang digunakan untuk memproduksikan barang dan jasa dalam suatu periode tertentu.
    Ada tiga metode dalam perhitungan pendapatan nasional :
    (1)metode produksi, pendapatan nasional dihitung dengan cara menjumlahkan nilai produksi yang diciptakan oleh tiap-tiap sektor ekonomi dalam periode tertentu (biasanya satu tahun). Yang dijumlahkan disini adalah nilai tambah yang diciptakan tiap sektor yang ada dalam perekonomian.
    Untuk mencari pendapatan nasional (PN) dengan rumus berikut :
    PN = GNP – (pajak tidak langsung + penyusutan nilai)
    GNP = GDP + net factor payment (penerimaan bersih dari luar negeri)
    (2)metode pengeluaran, menghitung pendapatan nasional dengan menjumlahkan pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan oleh berbagai kelompok masyarakat pelaku ekonomi untuk membeli barang atau jasa di dalam suatu negara selama periode tertentu.
    PN = C + I + G + (X – M)
    C : konsumsi
    I : investasi
    G : pemerintah
    X : netto expor
    M : netto impor
    (3)metode pendapatan, menjumlahkan keseluruhan balas jasa yang diperoleh pemilik faktor produksi yang ikut atau digunakan dalam proses produksi (penjumlahan dari sewa, upah, bunga modal dan laba yang diterima masyarakat pemilik faktor produksi).
    PN = w + i + r + p
    w : upah dan gaji (wage and salary income)
    i : bunga (interest income)
    r : sewa (rent income)
    p : laba usaha (profit income)
    Beberapa konsep dalam perhitungan pendapatan nasional :
    (1)Produk Domestik Bruto (gross domestic product), jumlah seluruh produksi yang dihasilkan masyarakat yang tinggal di negara yang sedang dihitung pendapatan nasionalnya, baik masyarakat nasional maupun masyarakat asing dalam kurun waktu satu tahun.
    (2)Produk Nasional Bruto (gross national product), jumlah seluruh produk yang dihasilkan oleh masyarakat yang menjadi warga negara suatu negara yang pendapatan nasionalnya sedang dihitung dalam waktu satu tahun.
    (3)Produk Nasional Bersih (net national product)
    = GNP – depresiasi (penyusutan dan perbaikan barang modal)
    (4)Pendapatan Nasional Bersih (net national income)
    = NNP – pajak tak langsung (indirect business taxes + transfer payment)
    (5)Personal income (PI), jumlah semua jenis pendapatan pribadi baik yang diperoleh karena berfungsi sebagai faktor produksi, maupun tanpa memberikan sumbangan apapun yang diterima masyarakat.
    PI = A – B + C
    A : NNI
    B : jumlah laba ditahan + pajak tidak langsung + pembayaran bunga netto pada sektor rumah tangga
    C : transfer payment, misal pembayaran pensiun, beasiswa, dan subsidi.
    (6)Pendapatan yang siap dibelanjakan (disposible income), pendapatan yang benar-benar diterma masyarakat dan siap dibelanjakan.
    DI = PI – pajak tak langsung /pajak personal
    2.Keseimbangan di Pasar Uang dan Pasar Barang
    Pasar barang adalah pasar dimana barang dan jasa dipertukarkan dan dimana tingkat keluaran agregat keseimbangan ditentukan.
    Keseimbangan di pasar barang terjadi ketika belanja agregat sama dengan produksi nasional. Belanja agregat hanya akan sama dengan produksi nasional (tabungan swasta dan tabungan pemerintah) jika seluruh tabungan disalurkan menjadi investasi.
    Pasar uang adalah pasar dimana instrumen keuangan dipertukarkan dan dimana tingkat suku bunga keseimbangan ditentukan.
    Keseimbangan permintaan dan penawaran uang terjadi pada tingkat bunga tertentu. Titik dimana jumlah uang yang diminta sama dengan jumlah uang yang ditawarkan menentukan keseimbangan tingkat suku bunga.
    3.Kebijakan-Kebijakan Moneter dan Kaitannya Dengan Pertumbuhan Ekonomi
    Kebijakan moneter merupakan salah satu bentuk kebijakan pemerintah dalam masalah pengendalian peredaran uang dalam negeri. kebijakan dilaksanakan oleh Bank Sentral.
    Kebijakan moneter dibagi menjadi dua :
    A.Kebijakan moneter kuantitatif :
    (1)Politik diskonto (discount policy) ; kebijakan menaikkan atau menurunkan tingkat suku bunga.
    (2)Politik pasar terbuka (open market policy) ; kebijakan untuk memperjualbelikan surat-surat berharga oleh bank sentral.
    (3)Politik cadangan kas (cash receive ratio) ; kebijakan untuk menaikkan ataupun menurunkan jumlah cadangan minimum yang ada di bank-bank umum.
    B.Kebijakan moneter kualitatif :
    (1)Politik pagu kredit (plafon credit policy) ; kebijakan untuk mengawasi peminjaman secara selektif.
    (2)Politik pembujukan moral (moral suation policy) ; bank sentral mengadakan pertemuan dengan bank-bank umum untuk mempertimbangkan kondisi perekonomian agar dapat mengambil langkah baik untuk mendukung kebijakan yang dibuat pemerintah.
    Kebijakan moneter bertujuan untuk mengendalikan peredaran uang agar tidak terjadi inflasi. Dimana inflasi dapat menghambat pertumbuhan ekonomi karena berkurangnya investasi dan minat menabung.

    BalasHapus
  26. Nama : Muhammad Fauzan
    Nim : 208082000021
    Kelas : Akuntansi 2A (Non Reguler)

    Jawaban soal
    1.Pendapatan nasional adalah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga di suatu negara yang diperoleh dari faktor-faktor produksi yang dihasilkan dalam suatu periode, biasanya satu tahun.
    Pendapatan nasional biasanya terbagi menjadi beberapa konsep yaitu :
    a.Gross Domestic Product (GDP)
    b.Gross National Product (GNP)
    c.Net National Product (NNP)
    d.Net National Income (NNI)
    e.Personal Income (PI)
    f.Disposible Income (DI)
    Penghitungan pendapatan-pendapatan diatas berfungsi untuk :
    -Mengukur tingkat kemakmuran suatu Negara
    -Menghasilkan data terperinci mengenai barang dan jasa apa saja yang dihasilkan suatu negara dalam suatu periode
    -Untuk menelaah struktur perekonomian nasional
    -Untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara indutri, pertanian atau jasa
    -Menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekonomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdagangan, jasa, dan sebagainya.
    -Membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu
    -Membandingkan perekonomian antar negara atau antar daerah
    -Sebagai landasan kebijakan pemerintah.
    2.Keseimbangan pasar barang dan pasar uang terdapat pada harga yang tetap, pendapatan dan bunga akan berada pada tingkat yang menyeimbangkan pasar barang dan pasar uang. Tingkat Pendapatan dan bunga keseimbangan ini terletak di perpotongan kurva IS dan LM, baik yang menggunakan basis bunga maupun imbal. Pendapatan dan bunga akan selalu menuju pada tingkat keseimbangan pasar barang dan pasar uang karena di masing – masing pasar terdapat mekanisme penyeimbang. Mayoritas ekonomi islam berpendapat bahwa mekanimse ini terjadi pada perekonomian tanpa bunga. Pendapatan akan menuju pada ke tingkat keseimbangan ini. Akan tetapi, perubahan pendapatan tidak serta merta menimbulkan perubahan tingkat bunga dipasar uang yang membawa pada keseimbangan permintaan dan penawaran uang. Karenanya, penentuan tingkat bungan dipanel pendapatan-bunga dapat hanya ditentukan oleh kurva IS tanpa melibatkan kurva IM. Dengan kata lain, tingkat bunga selalu terjadi di kurva IS namun dapat terjadi diluar kurva LM. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa keseimbangan di pasar barang dengan pasar uang selalu berbanding lurus.

    3.Kebijakan Moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga. Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam pasokan/distribusi barang. Kebijakan Moneter dilakukan dengan salah satu namun tidak terbatas pada instrument sebagai berikut yaitu suku bunga, giro wajib minimum, intervensi dipasar valuta asing dan sebagai tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas.
    Kebijakan moneter terbagi 2,yaitu :
    1.Kebijakan moneter kuantitatif adalah langkah – langkah bank sentral yang tujuan utamanya adalah untuk mempengaruhi jumlah penawaran uang dan suku bunga dalam perekonomian. Dalam masa deflasi penawarn uang perlu ditambah. Untuk menurunkan suku bunga dan penurunan ini selanjutnya akan menggalangkan perkembangan tingak ekonomi sehingga tingkat kesempatan kerja lebih tinggi. Dalam masa inflasi, pengeluaran masyarakat melebihi penawaran barang – barang dalam perekonomian. Oleh sebab itu pengeluaran agregat perlulah di kurangi dengan cara pengurangan dalam penawarn uang dan kenaikan suku bunga. Pengurangan tersebut akan menurunkan pengeluaraan agregat sehingga terdapat keseimbangan di antara pengeluaran dalam ekonomi dengan jumlah penawaran barang.
    Kebijikan moneter kuantitatif dapat di bagi menjadi 3 :
    a.operasi pasar terbuka yaitu melakukan jual beli surat – surat berharga dan pasar modal. Bank sentral dapat membuat perubahan – perubahan ke atas jumlah penawaran uang dengan melakukan jual beli surat – surat berharga. Pada waktu perekonomian mengalami masalah resesi, penawarn uang perlu ditmbah. Bank sentaral menambah penawarn uang dengan melakukan pembelian surat – surat berharga. Penawaran uang akan bertambah karena apabila bank sentral melakukan pembayaran ke atas pembelian itu, maka cadangan yang ada di bank lebih besar. Dengan adanya kelebihan cadangan tersebut mereka dapat memberikan pinjaman yang lebih banyak. Pinjaman ini kan di investasikan dan kegiatan ekonomi di negara akan menjadi bertambah tinggi. Di dalam inflasi kegiatan ekonomi yang berlebihan harus dikurangi. Dengan cara bank sentral dengan menjual surat – surat berharga. Dengan penjulan itu tabugan giral masyarakat dan cadangan yang di pegang oleh bank – bank perdagangan akan berkuarang. Supaya operasi pasar tebuak dapat dilaksnakan dengan sukses dengan cara bank – bank perdagangan tidak memiliki kelebihan cadangan dan dalam ekonomi telah tersedia cukup banyak surat – surat berharga yang dpat diperjualbelikan.
    b.Mengubah suku bunga dan suku diskonto. Di dalam membantu bank – bank perdagangan, ada dua bentuk bantuan yang dapat di berikan oleh bank sentral dengan memberikan pinjaman atau dengan membeli surat – surat berharga tertentu yang dimiliki oleh bank perdagangan yang memerlukan bantuan. Bank sentaral hanya menerima surat – surat berharga yang mudah tunai, seperti sertifikat bank iondonesia. Apabila bank perdangangan menujual surat berharganya kepada bank sentral, maka itu dinamkan mendiskontokan surat – surat berharga. Bank sentral juga akan menetapkan suku diskonto dari sertifikat bank Indonesia atau surat – surat berharga lainnya yang mudah tunai yang dijual kepada bank sentral. Tingkat yang ditentukan oleh bank sentral tersebut dinamakan suku bunga diskonto atau suku bank.

    c.Mengubah tingkat cadangan minimum. Apabila kelebihan cadangan terdapat di bank – bank perdagangan, di dalam mempengaruhi penawaran uang, langkah bank sentral yang paling efektif adalah dengan cara mengubah tingkat cadangan minimum. Kelebihan yang terdapat di bank – bank perdagangan akan dapat di hapuskan dengan cara menaikan cadangan minimum tersebut.

    2.Kebikajan moneter kualitatif adalah langkah – langkah bank sentral yang bertujuan mengawasi bentuk – bentuk pinjaman dan investasi yang dilakukan oleng bank – bank perdagangan. Tujuan utama kebiakan ini bkan untuk mengawasi perkembangan penawaran uang melainkan mempengaruhi jenis pinjaman yang diberikan institusi keuangan. Ini memungkinkan bank sentral untuk menggalangkan pertumbuhan eokonomi yang di harapkan.
    Kebijakan moneter kualitatif di bagi menjadi 2 :
    a.Pengawasan pinjaman secara terpilih :
    tujuannya adalah untuk memastiakan bahwa bank perdagangan memberikan pinjaman dan melakukan investasi yang sesuai dengan keinginan pemerintah. Pengawasan pinjaman secara terpilih ini bukan bertujuan untuk mengendalikan jumlah uang yang diwujudkan oleh bank perdagangan melalui meminjamkan dan menginfestasiakan uang di pasar uang dan di pasar modal. Dalam kebijkan ini yang di awasi adalah bentuk pinjaman dan investasi keuangan yang dilakukan oleh bank perdagangan. Untuk menggalangkan perkembangan sektor industri bank sentral dapat mengarahkan ke pada bank perdagangan untuk meminjamkan sebagian uangnya untuk usaha investasi di bidang industri. Dan juga bank sentral bisa mengrahkan bank perdagangan ke sektor pertanian. Bank sentral juaga mengrahkan dalam sektor ini dengan syrat – syarat yeng ringan misalnya suku bunga rendah.
    Kebijakan peminjaman secara terpilih dapat pula dilakuakan ke atas:
    1.Pinjaman kepada konsumen dengan pinjaman yang di beriakn oleh bank perdagangan untuk membeli barang – barang tahan lama.
    2.Pinjaman untuk membeli saham dalam peminjaman ini hanya sebagian saja dari pembelian itu dapat melakukan pinjaman.
    b.Pembujukan moral :
    Dengan melalui pembujukan moral bank sentral dapat meminta bank perdagangan untuk mengurangi atau menambah keseluruhan jumlah pinjaman, atau mengurangi atau, mena,bah pinjaman kepada sektor tertentu, atau membuat perubahan ketas suku bunga yang mereka tetapkan ke atas pinjaman yang mereka berikan.
    Kebijakan moneter memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi, karena dengan adanya kebijakan moneter masalah-masalah seperti inflasi, dan deflasi dapat diatasi. Lalu kebijakan-kebijakan itu dilakukan oleh Bank Indonesia untuk dapat mengatur jumlah uang yang beredar dan menstabilkan tingkat suku bunga sehingga kestabilan ekonomi dapat terjaga. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa kebijakan moneter sangat berpengaruh dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara.

    BalasHapus
  27. NAMA : NENI SILVIANI
    NIM : 208082000007
    KELAS : 2 A
    JURUSAN : AKUNTANSI

    PEMBAHASAN:

    I.PENDAPATAN NASIONAL
    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang di terima olehseluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun. Pendapatan nasional merupakan salah satu ukuran pertumbuhan ekonomi suatu negara.
    Berikut ini adalah beberapa konsep pendapatan nasional:
    1.Produk Domestik Bruto (GDP)
    Merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang di hasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun.
    2.Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun, termasuk yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri teapi tidak termasuk hasail produksi perusahaan asing yang beropersi di wilayah negara tersebut.
    3.Produk Nasional Neto (NNP)
    Adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula di sebut replacement).
    4.Pendapatan Nasional Neto( NNI)
    Pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat seagai pemilik faktor produksi, besarnya NNI dapat di hitung dari NNP dikurangi pajak tidak langsung.
    5.Pendapatan Perseorangan (PI)
    Pendapatan perseorangan dalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun, PI juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment)
    6.Pendapatan yang siap di belanjakan (DI)
    Adalah pendapatan yang siap di manfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi.
    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi:
    1.Permintaan dan penawaran agregat
    Adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan di beli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang di tawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.
    2.Konsumsi dan tabungan
    Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu(biasanya satu tahun),sedangkan tabungan adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk dikonsumsi.
    3.Investasi
    Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat.
    Pendapatan nasional dapat di hitung dengan tiga pendekatan:
    a.Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seliruh pendapatan (upah,sewa,bunga dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang di berikan kepada perusahaan.
    b.Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang di hasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstarktif, jasa dan niaga selama satu perriode tertentu.
    c.Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama periode tertentu.
    2. PASAR BARANG
    Adalah pasar yang mempertemukan penawaran dan permintaan barang dan jasa, pasar barang sering diistilahkan dengan sektor rill. Keseimbangan di pasar barang terjadi ketika belanja agregat (agregat expen diture – AE) sama dengan produksi nasional (Y). belanja agregat terdiri dari konponen domestik, mencangkup konsumsi(C) , investasi (I) dan belanja pemerintah (G) ,dan komponen asing berupa ekspor neto (NX), yakni nilai ekspor dikurangi nilai impor (NX- X-M).
    PASAR UANG
    Adalah pasar dimana instrumen keuangan dipertukarkan dan dimana tingkat suku bunga keseimbangan ditentukan.
    Tingkat suku bunga yang ditentukan di pasar uang mempengaruhi tingkat pengeluaran investasi yang ditencanakan sehingga mempengaruhi pasar barang. kenaikan tingkat suku bunga meningkatkan biaya peluang untuk memegang uang yang tidak mengahasilkan bunga, yang mendorong orang untuk menyimpan lebih banyak dana mereka di dalam obligasi yang lebih sedikit di dalam saldo rekening koran. Permintaan akan uang tergantung pada tingkat pendapatan dalam perekonomian, lebih banyak pendapatan berarti lebih banyak transaksi dan meningkatnya volume transaksi mengimplikasikan permintaan uang yang lebih besar, karena lebih banyak orang yang berpendapatan lebih tinggi dan memilih lebih banyak barang dan jasa, maka lebih banyak uang yang akan diminta untuk memenuhi kenaikan volume transaksi. Jadi kenaikan pendapatan akan kurva permintaan uang ke kanan.
    Jika jumlah uang yang diminta oleh rumah tangga dan perusahaan lebih sedikit daripada jumlah uang yang beredar maka tingkat suku bunga akan turun. Dan jika jumlah uang yang diminta lebih besar daripada jumlah uang yang beredar maka tingkat suku bunga akan naik.
    mamfaat pasar uang :
    a.memperoleh dana jangka pendek dengan cepat
    b.mendorong lancarnya kegiatan bisnis.

    KESEIMBANGAN PASAR BARANG DAN PASAR UANG
    Mayoritas ekonom konvensional maupun islam perpendapat bahwa pada harga yang tetap, pendapatan dan bunga/imbalan akan berada pada tingkat yang menyeimbangkan sekaligus pasar barang dan pasar uang. Ekonomi konvensional menganggap bahwa pendapatan dan bunga akan selalu menuju pada tingkat keseimbangan simultan pasar barang dan pasar uang ini karena di masing-masing pasar terdapat mekanisme penyeimbangan ,akan tetapi perubahan pendapatan tidak serta merta menimbulkan perubahan tingkat bunga di pasar uang yang membawa pada keseimbangan permintaan dan penawaran uang.

    3.KEBIJAKAN MONETER
    Kebijakan moneter adalah kebijakan pemerintah dalam mengatur penawaran uang dan tigkat bunga.
    Macam-macam kebijakan moneter:
    1.Kebijakan moneter kuantitatif
    Merupakan suatu kebijakan umum yang bertujuan untuk mempengaruhi jumlah penawaran uang dan tingkat bunga dalam perekonomian, kebijakan ini dapat dibedakan menjadi:
    a.operasi pasar terbuka
    yaitu melakukan jual beli surat-surat berharga di dalam pasar surat-surat berharga tersebut,langkah yang akan dijalankan tergantung kepda masalah ekonomi yang sedang dihadapi. Pada waktu perekonomian menghadapi masalah resesi, untuk nendorong perkembangan kegiatan ekonomi uang yang beredar perlu ditambah.Jika operasi ini mau berjalan dengan lancar dan sukses haruslah mewujutkan dua keadaan seperti,
    1.Bank umum tidak memiliki kelebihan cadangan
    2.Dalam perekonomian telah tersedia cukup banyak surat-surat berharga yang dapat di perjual belikan.
    b.Mengubah tingkat bunga dan tingkat diskonto
    Kebijakan untuk memperjualbelikan surat-surat berharga oleh bank sentral di pasar uang. Dalam membantu bank-bank umum, ada dua bentuk bantuan yang boleh diberikan bank sentral, dengan memberikan pimjaman atau dengan membeli surat-surat berharga tertentu ysng dimiliki bbank umum yang memerlukan bantuan. Apabila bank umum menjual surat-surat berharga seperti itu kepada bank sentral maka langkah itu dinamakan mendiskontokan surat-surat berharga, dan jika bank sentral akan menetapkan tingkat (suku) diskonto dari treasury bill atau surat-surat berharga yang dilikuiditasnya tinggi lainnya yang dijual kepada bank sentral dan ini dinamakan dengan tingkat diskonto atau tingkat (suku) bank (bank rate).
    c.Mengubah tingkat cadangan minimum
    Kebijakan untuk menaikkan atau menurunkan cadangan kas yang harus ada di bank-bank umum. Apabila kelebihan cadangan terdapat dalam kebanyakan bank umum, kedua jenis kebijakan lainnya tidak dapat digunakan untuk membuat perubahan-perubahan dalam pasar uang. Dengan adanya kelebihan cadangan, operasi pasar terbuka tidak akan mencapai hasil yang diharapkan.
    2.kebijakan moneter kualitatif
    kebijakan yang bersifat melakukan kebijakan terpilih ke atas beberapa aspek dari masalah moneter yang dihadapi pemerintah. Kebijakan ini dapat dibedakan dalam dua jenis :
    a.Pengawasan pinjaman secara selektif, yaitu menentukan jenis-jenis pinjaman mana yang harus dikurangi atau digalakkan/dikembangkan. Tujuan utama dari pelaksanaan kebijakan ini adalah untuk memastikan bahwa bank-bank umum memberikan pimjaman dan melakukan investasi-investasi sesuai dengan yang di inginkan pemerintah
    b.Pembujukan moral, yaitu bank sentral mengadakan pertemuan langsung dengan pimpinan-pimpinan bank umum untuk meminta bank umum untuk melakukan langkah-langkah tertentu.kebijakan ini dijalankan oleh bank sentral bukan dengan menetapkan dalam bentuk tertulis hal-hal yang akan dilakukan oleh bank umum, tetapi dengan mengadakan pertemuan dengan pemimpin bank-bank tersebut.
    Pengaruh Kebijakan Moneter Terhadap Pertumbuhan Ekonomi
    Untuk menganalisis peran kebijakan moneter untuk mengendalikan kegiatan ekonomi ke arah yang dikehendaki, yaitu mencapai kegiatan ekonomi yang tinggi dan tigkat pengangguran yang rendah tanpa inflasi. Kebijakan moneter merupakan salah satu langkah penting yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah-masalah makro ekonomi yang dihadapi.apabila kebijakan moneter dijalankan ,ia menimbulkan beberapa rangkaian perubahan-perubahan dalam perekonomian yang pada akhirnya menyebabkan perubahan dalam pendapatan nasional dan penggunaan tenaga kerja. Perubahan-perubahan yang berlaku dinamakan mekanisme transmisi. Perubahan-perubahan tersebut meliputi :
    1.kebijakan moneter akan merubah tingkat bunga (dr).
    2.perubahan tingkat bunga akan mengubah investasi (dI).
    3.perubahan investasi akan merubah perbelanjaan agregat (dAE).
    4.perubahan perbelanjaan agregat akan merubah pendapatan nasional (dY) dan penggunaan tenaga kerja dalam perekonomian.
    Keefektifan dari kebijakan moneter sangat bergantung kepada sifat perubahan tiga variabel, yaitu : tingkat bunga, tingkat investasi, dan pengeluaran agregat. tu kebijakan moneter di indonesia, mengingat berbagai hambatan yang harus dihadapi.

    BalasHapus
  28. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  29. nama :siti nirfaizah
    nim : 208082000022
    kelas : akuntansi 2.A


    1.pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga(RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun.
    pengertian pendapatan nasional juga dapat di tinjau dari tiga pendekatan, yaitu:
    a.pendekatan produksi
    pendekatan nasional barang dan jasa yang di produksi di suatu negara dalam suatu periode tertentu, biasanya satu tahun.
    b.pendekatan pengeluaran
    pendapatan nasional adalah jumlah pengeluaran secara nasional untuk membeli barang dan jasa yang dihasilkan dalam satu periode, biasanya satu tahun.
    c.pendekatan pendapatan
    pendapatan nasional adalah seluruh pendapatan yang diterima oleh pemilik faktor produksi yang disumbangkan kepada rumah tangga produsen selama satu tahun.

    2.keseimbangan dipasar barang dan pasar uang adalah dimana seperti kita ketahui Produksi barang membutuhkan uang agar dapat melakukan kegiatan produksi dan sebaliknya uang tidak akan berguna jika tidak ada barang. Dan keseimbangan keduanya sangat diperlukan karena prinsip dasar antara keduanya adalah komplementer yang seimbang. Sehingga apabila pasar uang lebih besar maka akan terjadi inflasi karena uang yang beredar di masyarakat melebihi jumlah produksi dan sebaliknya jika peredaran uang di masyarakat sedikit maka terjadi deflasi.

    3.kebijakan moneter adalah suatu usaha dalam mengendalikan keadaan ekonomi agar dapat berjalan dengan baik salah satunya dengan cara dengan mengatur jumlah uang yang beredar. Usaha tersebut dilakukan agar tidak terjadi inflasi.
    kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi adalah kebijakan moneter bertujuan untuk menjaga kestabilan pertumbuhan ekonomi dan membantu agar pertumbuhan ekonomi di negara kita menjadi lebih baik tanpa terjadi inflasi.

    BalasHapus
  30. nama:shandi alif putra
    nim:208082000028
    klz:akun 2A (NON REG)


    1.pendapatan nasional adalah yang d trima oleh stiap rumah tangga suatu keluarga di suatu negara yang d peroleh dari faktor-faktor yang d hasilkan dalam satu tahun...
    ada tiga metode yaitu:
    1)metode produksi, pendapatan nasional dihitung dengan cara menjumlahkan nilai produksi yang diciptakan oleh tiap-tiap sektor ekonomi dalam periode tertentu (biasanya satu tahun). Yang dijumlahkan disini adalah nilai tambah yang diciptakan tiap sektor yang ada dalam perekonomian.
    2)metode pendapatan, menjumlahkan keseluruhan balas jasa yang diperoleh pemilik faktor produksi yang ikut atau digunakan dalam proses produksi (penjumlahan dari sewa, upah, bunga modal dan laba yang diterima masyarakat pemilik faktor produksi).
    3)metode pengeluaran, menghitung pendapatan nasional dengan menjumlahkan pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan oleh berbagai kelompok masyarakat pelaku ekonomi untuk membeli barang atau jasa di dalam suatu negara selama periode tertentu

    2.Pasar barang adalah pasar yang mempertemukan penawaran dan permintaan barang dan jasa, pasar barang sering disebut dengan sector riil.
    Pasar uang adalah pasar yang mempertemukan penawaran dan permintaan uang dan saham.keseimbangan pasar uang akan terjadi pada tingkat bunga tertentu.
    Keseimbangan pasar barang dan pasar uang terdapat pada harga yang tetap, pendapatan dan bunga akan berada pada tingkat yang menyeimbangkan pasar barang dan pasar uang

    3.kebijakan moneter
    adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi Negara yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga, untuk mencapai tujuan tersebut Bank Indonesia mengatur keseimbangan antara persediaan uang dan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali.
    Kebijakan moneter memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi, karena dengan adanya kebijakan moneter masalah-masalah seperti inflasi, dan deflasi dapat diatasi.
    kaitan kebijakan moneter dengan pertumbuhan ekonomi sangat erat. Karena jika suatu negara ingin mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga, maka upaya yang harus dilakukan adalah menerapkan kebijakan moneter. Dimana Bank sentral atau Otoritas moneter menjadi pusatnya yang mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali..

    BalasHapus
  31. Nama : Kiki Rizky Amelia
    NIM : 208082000032
    Kelas: Akuntansi 2 A

    1. Pendapatan nasional merupakan jumlah pendapatan yang diterima oleh suatu Negara dari faktor – faktor produksi dalam periode tertentu. Pendapatan nasional merupakan salah satu pengukur akan pertumbuhan ekonomi suatu Negara. Pendapatan nasional tediri dari :
    o Produk Domestik Bruto (GDP)
    Produk Domestik Bruto / Gross Domestic Product merupakan jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi dalam batas domestik dalam satu tahun. Barang yang dihasilkan oleh GDP termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karena jumlah yang didapatkan bersifat bruto /kotor.
    o Produk Nasional Bruto (GNP)
    Gross National Produk meliputin nilai produk barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu Negara selama satu tahun. Juga produksi barang dan jasa warga Negara diluar negeri tapi tidak dengan perusahaan asing yang ada di dalam negeri.
    o Pendapatan National Neto (NNP)
    Net National Product yaitu GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang dan modal. NNP disebut juga sebagai replacement yaitu penggantian barang/ modal bagi peralatan produksi yang dipakai dalam proses produksi umumnya yang bersifat taksiran.
    o Pendapatan National Neto (NNI)
    Net National Income merupakan pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung yaitu pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan dan hadiah.
    o Pendapatan Perseorangan (PI)
    Personal Income merupakan jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, dan pendapatan yang diperoleh tanpa melakuakan kegiatan apapun. Pendapatan ini juga menghitung tran sfer payment atau penerimaan – penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini tapi diambil dari pendapatan tahun lalu.
    o Pendapatan yang Siap Dibelanjakan (DI)
    Disposable Income merupakan pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang jasa atau konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income didapat dari personal income dikurangi pajak langsung dimana pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kapada pihak lain.
    Pendekatan nasional dapat ditinjau dari 3 pendekatan
    • Pendekatan produksi
    Pendapatan nasional adalah jumlah barang dan jasa yang diproduksi Negara dalam periode tertentu. Cara penghitungannnya :
    Y = produksi bidang jasa + produksi bidang pertanian + …+ dst.
    • Pendekatan Pengeluaran / Konsumsi
    Pendapatan nasional adalah jumlah pengeluaran secara nasional untuk membeli barang dan jasa yang dihasilkan dalam periode tertentu. Yaitu dengan menghitung :
    a. konsumsi mayarakat (c)
    b. Investasi (I)
    c. Pengeluaran Pemerintah (G)
    d. Ekspor (X)
    e. Impor (m)
    Rumus : y = c + I + G + (X-m)

    • Pendekatan Pendapatan
    Pendapatan nasional adalah pendapatan yang diterima oleh pemilik faktor produksi yang disewakan / disumbangkan kepada Rumah Tangga Produksi selama satu tahun. Yaitu dengan menghitung :
    a. Sewa / rent (r)
    b. Gaji / wage (w)
    c. Interest / Bunga Modal (i)
    d. Profit / keuntungan / laba pengusaha (P)
    Rumus : y = r + w + i + P

    2. Keseimbangan pasar barang dan pasar uang

     Keseimbangan pasar barang terjadi saat belanja agregat sama dengan produksi nasional. Keseimbangan dipengaruhi oleh tabungan yang disalurkan sehingga menjadi investasi, dan tabungan itu sendiri terdiri dari tabungan swasta yang berasal dari pendapatan neto pajak setelah dikurangi konsumsi dan tabungan pemerintah yang berasal dari surplus anggaran. Selain itu besar kecilnya tabungan sangat dipengaruhi oleh besar – kecilnya pendapatan baik secara swasta atau pemerintah, apabila terjadi selisih antara tabungan dengan investasi yang nilainya mengecil maka permintaan agregat itu sendiri akan meningkat.

     Keseimbangan pasar uang terjadi pada saat tingkat bunga tertentu yaitu adanya peningkatan penjualan asset, terjadinya penurunan harga serta penaikkan suku bunga sehingga permintaan akan uang dan jumlah pasokan uang akan sama atau seimbang. Peningkatan pendapatan juga bisa meningkatkan permintaan akan uang walaupun tingkat bunga tetap. Jika suku bunga berada diatas keseimbangan maka pasokan uang akan melebihi permintaan, dan juga sebaliknya jika suku bunga berada dibawah keseimbangan maka pasokan uang akan rendah dan masyarakat memegang uang lebih banyak dengan cara menjual asset berbunga. Namun jika kelebihan permintaan disebabkan oleh kenaikan pendapatan maka tidak dapat menyebabkan kenaikan akan permintaan asset dan mekanisme bunga.

    3. Kebijakan moneter merupakan kebijakan untuk mengatur uang yang beredar. Kebijakan moneter sendiri terdiri dari :
    a. Kebijakan Moneter Kuantitatif

    1. Politik diskonto yaitu kebijakan akan penaikan / menurunkan suku bunga. Dalam uraian diatas tingkat bunga bisa terlihat sangat mempengaruhi akan banyaknya jumlah uang yang beredar juga pada peningkatan / penurunan nilai mata uang rupiah itu sendiri.
    2. Cash yaitu merupakan kebijakan penaikan / penurunan cadangan cash minimum pada bunga umum. Dalam uraian diatas juga dibahas bahwa bank membutuhkan cadangan uang untuk menjaga dana nasabah tetap aman karena jika terjadi inflasi dan bank tidak memiliki cadangan cash minimal maka bank akan mendapatkan dampak dari inflasi tersebut dan dana para nasabahpun bisa tidak aman.
    3. Politik pasar terbuka yaitu merupakan kebijakan pemerintah untuk menjual surat – surat berharga seperti saham, obligasi, dll.



    b. Kebijakan Moneter Kualitatif

    1. Pengawasan pinjaman secara selektif
    Yaitu menentukan jenis-jenis pinjaman mana yang harus dikurangi atau digalakkan atau dikembangkan.
    2. Pembujukan moral
    Yaitu bank sentral mengadakan pertemuan langsung dengan pimpinan-pimpinan bank umum untuk melakukan langkah-langkah tertentu.


    Kebijakan moneter sangat berpengaruh dalam pertumbuhan ekonomi, selain fungsi kebijakan moneter sendiri sebagai pengatur banyaknya jumlah uang yang beredar, tapi juga dapat dilihat dari kebijakan – kebijakannya seperti inflation targeting diharapkan dapat mengatasi problem inflasi, bukan hanya di Indonesia melainkan di Negara - Negara dunia lainnya.

    BalasHapus
  32. nama : Arief Akbar
    nim : 208082000034
    kelas : Akuntansi A semseter 2 non reguler

    1. Pendapatan Nasional: Menurut pendekatan pendapatan, pendapatan nasional adalah seluruh pendapatan yang diterima oleh pemilik faktor produksi yang disumbangkan kepada Rumah Tangga Produsen selama satu tahun.

    pendapatan nasional terdiri dari 3 macam pendekatan yaitu:
    a) pendekatan produksi, yaitu metode yang digunakan untuk menghitung barang dan jasa hasil produksi masyarakat dalam satu tahun(yang dihitung hanya barang dan jasa akhirnya saja)hasil perhitungannya disebut produksi nasional (GDP).
    b) pendekatan pendapatan, yaitu metode yang digunakan untuk menghitung balas jasa yang diterima oleh masyarakat suatu negara selama setahun. rumusnya: Y = W+R+I+P
    3)Pendekatan pembelanjaan, adalah metode yang digunakan untuk menghitung pengeluaran/pembelanjaan masyarakat selama 1 tahun. rumusnya: Y = C+I+G+(X-M)


    2.Keseimbangan di pasar uang dan pasar barang
    Dalam perekonomian konvensional, keseimbangan permintanan dan penawaran uang akan terjadi pada tingkat suku bunga tertentu. Apabila suku bunga berada di atas tingkat keseimbangan, pasokan uang melebihi permintaan. Mekanisme penyesuaian berjalan karena opportunity cost memegang uang menjadi terlalu tinggi. Masyarakat akan berusaha mengurangi porsi uang yang dimilikinya untuk ditukarkan dengan asset yang memberikan bunga, misal obligasi. Penurunan permintaan uang diimbangi dengan kenaikan permintaan asset tersebut, akibatnya harga asset tersebut akan naik dan bunganya menurun. Mekanisme ini berjalan hingga uang yang ingin dipegang masyarakat sama dengan pasokan uang.
    Keseimbangan di pasar barang terjadi ketika belanja agregat sama dengan produksi nasional. Belanja agregat hanya akan sama dengan produksi nasional jika seluruh tabungan disalurkan menjadi investasi.

    3. kebijakan moneter adalah upaya mengendalikan atau mengarahkan makro ke kondisi yang diinginkan (yang lebih baik) dengan mengatur jumlah uang beredar. yang di maksud kondisi yang ebih baik adalah meningkatnya output keseimbangan dan atau terpeliharanya stabilitas harga (iflasi terkontrol). melalui instrumen ini pemerintah dapat mempertahankan , menambahkan atau mengurangi jumlah uang beredar dalam upaya mempertahankan kemampuan ekonomi bertumbuh, sekaligus mengendalikan inflasi.

    instrumen utama dalam kebijakan moneter:
    a. operasi pasar terbuka adalah dengan membeli & menjual obligasi,dengan cara ini dapat menaikkan & menurunkan jumlah uang yang beredar).

    b. fasilitas diskonto adalah dengan tingkat bunga yang ditetapkan pemerintah atas bank-bank umum yang meminjam ke bank sentral.

    c. rasio cadangan wajib juga dapat mengubah jumlah uang beredar. jika rasio cadangan wajib diperbesar, maka kemampuan bank memberikan kredit akan lebih kecil dibanding sebeumnya.

    diluar tiga instrumen itu ada kebijakan moneter yang bersifat kuantitatif yaitu pemerintah dapat melakukan imbauan moral.
    kebijakan moneter efektif apabila mampu mengendalikan tinkat output dan atau harga.

    BalasHapus
  33. NAMA : Irma Suryani Rahman
    NIM : 208082000026
    KELAS : Akuntansi 2A

    Jawaban UTS Mata Kuliah Pengantar Ekonomi Makro

    1.Pendapatan Nasional: total pendapatan yang di peroleh penduduk suatu Negara dalam memproduksi suatu barang dan jasa.
    Pendapatan Nasional dapat ditinjau dari 3 pendekatan :
    •Pendekatan Produksi
    Pendapatan Nasional adalah barang dan jasa yang di produksi selama waktu periode tertentu, biasanya satu tahun.
    •Pendekatan Pengeluaran
    Pendapatan Nasional adalah jumlah pengeluaran secara nasional untuk membeli barang dan jasa yang dihasilkan selama satu tahun.
    •Pendekatan Pendapatan
    Pendapatan Nasional adalah seluruh pendapatan yang diterima oleh pemilik faktor produksi yang disumbangkan kepada Rumah Tangga produsen selama satu tahun.
    berikut ini adalah beberapa konsep pendapatan nasional:
    a.produk nasional bruto(GNP)
    meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara(nasional)selama satu tahun. termasuk produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negri. tetapi tidak termasuk hasil produksi persusahaan asing yang beroprasi di wilayah tersebut.
    b.produk nasional neto(NNP)
    adalah GNP dikurangi penyusutan modal(replacement) replacement adalah penggantian barang modal atau penyusutan bagi peralatan produksi yang dipakai dalam proses produksi umumnya yang bersifat taksiran.
    c.pendapatan nasional neto(NNI)
    adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurangi pajak tidak langsung(bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah DLL.)
    d.pendapatan perseorangan(PI)
    adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun
    e.pendapatan yang siap dibelanjakan(DI)
    adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya disalurkan menjadi infestasi. disposable income diperoleh dari personal income dikurangi pajak langsung(pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan pada pihak lain, harus ditanggung oleh wajib pajak. contoh: pajak pendapatan)

    2.Keseimbangan dalam pasar uang dan keseimbangan dalam pasar barang.
    •Keseimbangan dalam pasar uang, menurut teori Preferensi likuiditas yaitu suku bunga akan menyesuaikan diri untuk menyeimbangkan jumlah uang yag beredar dan jumlah permintaan uang.Jika suku bunga berada diatas tingkat keseimbangan, maka jumlah uang yang ingin dimiliki oleh masyarakat lebih sedikit daripada jumlah uang yang diciptakan oleh FOMC (Federal Operation Market Committee) atas kesepakatan Bank bank lainnya,serta kelebihan uang ini dapat menurunkan suku bunga. Dan sebaliknya jika suku bunga berada dibawah titik keseimbangan maka jumlah uang yang ingin dipeganag oleh masyrakat lebih besar daripada jumlah uang yang diciptakan olah FOMC dan kekurangan uang ini dapat menyebabkan kenaikan suku bunga. Oleh karena itu, kekuatan penawaran dan permintaan dalam pasar uang mendorong suku bunga ke arah tingkat keseimbangan sehingga masyarakat merasa cukup dengan uang yang mereka peroleh saat ini yang telah diciptakan olrh FOMC.
    •Keseimbangan dalam pasar barang terjadi ketika belanja agregat(konsumsi, investasi, belanja poemerintah, dan ekspor neto) sama dengan produksi nasional. Penurunan tingkat harga membuat konsumen merasa lebih kaya, kemudian terdorong untuk lebih banyak membelanjakan uangnya. Peningkatan pengeluaran konsumen berarti juga peningkatan dalam permintaan barang dan jasa. Tingkat harga yang lebih tinggi akan meningkatkan jumlah permintaan uang tunai yang ingin dipegang oleh masyarakat, tapi karena jumlah uang tidak berubah, maka suku bunga harus naik untuk mengurangi semakin bertambahnya permintaan uang. Kenaikan suku bunga tersebut juga sangat mempengaruhi jumlah permintaan barang dan jasa. Lebih sedikit Rumah Tangga yang meinjam uang untuk membeli barang atau jasa. Contohnya jika membeli rumah dan suku bunga pada saat itu tinggi, mereka akan membeli rumah dengan daya beli yang sangat kecil yang akan mengakibatkan permintaan investasi perumahan menurun.

    3.Kebijakan Moneter.
    Adalah pengaturan jumlah uang yang beredar oleh para pembuat kebijakan di bank sentral. Kebijakan moneter dibagi menjadi dua :
    •Kebijakan moneter kuantitatif
    1)Operasi pasar terbuka, pembelian dan penjualan surat obligasi pemerintah. Kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi karena hal ini bertujuan untuk mengurangi dan meningkatkan jumlah uang yang beredar kapan saja tanpa perlu adanya perubahan besar dalam hukum atau peraturan perbankan, misalnya pada saat terjadinya inflasi. Sebagai tambahan ketika masyarakat melakukan penarikan di bank jumlah cadangan di bank akan berkurang. Untuk mengatasinya bank akan mengurangi jumlah pemberian pinjaman. Dengan demikian proses penciptaan uang juga berkurang.
    2)Syarat cadangan minimum, peraturan mengenai jumlah cadangan minimum yang harus disimpan oleh bank untuk melindungi simpanan public. Syarat cadangan minimum mempengaruhi seberapa banyak uang yang dapat diciptakan oleh system perbankan dari setiap dolar yang dimiliki. Kaitannya dalam pertumbuhan ekonomi adalah dalam kenaikan dan penurunan rasio cadangan minimum bank yang mengakibatkan bank-bank tersebut harus membatasi jumlah pinjaman hingga mereka berhasil meningkatkan jumlah cadangan ketingkat yang dibutuhkan.
    3)Tingkat diskonto, suku bunga atas pinjaman yang diberikan bank sentral kepada bank-bank umum. Bank meminjam dari bank sentral ketika memiliki cadangan terlalu sedikit untuk memenuhi cadangan minimum. Hal ini biasa terjadi karena bank memberikan terlalu banyak pinjaman atau karena penarikan-penarikan dana yang dilakukan nasabah. Ketika bank sentral memberi pinjaman kepada bank, system perbankan memiliki cadangan yang lebih banyak sehingga memungkinkan system perbankan menciptakan lebih banyak uang.
    •Kebijakan moneter kualitatif
    1)Pengawasan pinjaman secara selektif
    Yaitu menentukan jenis-jenis pinjaman mana yang harus dikurangi atau digalakkan atau dikembangkan.
    2)Pembujukan moral
    Yaitu bank sentral mengadakan pertemuan langsung dengan pimpinan-pimpinan bank umum untuk melakukan langkah-langkah tertentu.

    BalasHapus
  34. nama: fazlun febriansyah
    nim:208082000029
    kls:akun 2A (non reG)

    1.Pendapatan nasional adalah nilai seluruh produksi yang tercipta dalam suatu negaradalam satu tahun atau dengan kata lain adalah nilai seluruh barang-barang dan jasa-jasa yang diproduksikan oleh suatu negara dalam satu tahun.
    pendapatan nasional terdiri dari 3 macam pendekatan yaitu:
    1) pendekatan produksi, yaitu metode yang digunakan untuk menghitung barang dan jasa hasil produksi masyarakat dalam satu tahun(yang dihitung hanya barang dan jasa akhirnya saja)hasil perhitungannya disebut produksi nasional (GDP).
    2) pendekatan pendapatan, yaitu metode yang digunakan untuk menghitung balas jasa yang diterima oleh masyarakat suatu negara selama setahun. rumusnya: Y = W+R+I+P
    3)Pendekatan pembelanjaan, adalah metode yang digunakan untuk menghitung pengeluaran/pembelanjaan masyarakat selama 1 tahun. rumusnya: Y = C+I+G+(X-

    2.2.Jelaskan tentang keseimbangan pasar barang dan pasar uang?
    Keseimbangan pasar barang dan pasar uang terdapat pada harga yang tetap, pendapatan dan bunga akan berada pada tingkat yang menyeimbangkan pasar barang dan pasar uang. Pendapatan dan bunga akan selalu menuju pada tingkat keseimbangan pasar barang dan pasar uang karena di masing – masing pasar terdapat mekanisme penyeimbang. Mayoritas ekonomi islam berpendapat bahwa mekanimse ini terjadi pada perekonomian tanpa bunga. Pendapatan akan menuju pada ke tingkat keseimbangan ini.

    3.kebijakan moneter adalah upaya mengendalikan atau mengarahkan makro ke kondisi yang diinginkan (yang lebih baik) dengan mengatur jumlah uang beredar. yang di maksud kondisi yang ebih baik adalah meningkatnya output keseimbangan dan atau terpeliharanya stabilitas harga (iflasi terkontrol). melalui instrumen ini pemerintah dapat mempertahankan , menambahkan atau mengurangi jumlah uang beredar dalam upaya mempertahankan kemampuan ekonomi bertumbuh, sekaligus mengendalikan inflasi.

    3 instrumen utama dalam kebijakan moneter:
    1. operasi pasar terbuka adalah dengan membeli & menjual obligasi,dengan cara ini dapat menaikkan & menurunkan jumlah uang yang beredar).
    2. fasilitas diskonto adalah dengan tingkat bunga yang ditetapkan pemerintah atas bank-bank umum yang meminjam ke bank sentral.
    3. rasio cadangan wajib juga dapat mengubah jumlah uang beredar. jika rasio cadangan wajib diperbesar, maka kemampuan bank memberikan kredit akan lebih kecil dibanding sebeumnya.
    diluar tiga instrumen itu ada kebijakan moneter yang bersifat kuantitatif yaitu pemerintah dapat melakukan imbauan moral.
    kebijakan moneter efektif apabila mampu mengendalikan tinkat output dan atau harga.

    BalasHapus
  35. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  36. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  37. Nama : Nurlia Ismatika
    NIM : 208082000006
    Prodi : Akuntansi A
    Semester : 2
    Program Non Reguler

    1) Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga di dalam suatu Negara dari penyerahan factor-faktor produksi dalam satu periode biasanya dalam satu tahun. Kemudian pendapatan nasional (National Income) dapat ditinjau dari tiga pendekatan, yaitu :
    a. Pendekatan atau metode produksi
    Yaitu berdasarkan pendekatan atau metode produksi, pendapatan nasional adalah barang dan jasa yang diproduksi di suatu Negara dalam satu periode tertentu, biasanya satu tahun. Dengan metode ini, pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan setiap nilai tambah dari setiap proses produksi di dalam masyarakat (warga Negara asing dan penduduk)dari berbagai lapangan usaha dalam suatu Negara untuk kurun waktu satu periode.
    b. Pendekatan atau metode pengeluaran
    Berdasarkan pendekatan pengeluaran, pendapatan nasional adalah jumlah pengeluaran secara nasional untuk membeli barang dan jasa yang dihasilkan dalam satu periode.
    c. Pendekatan atau metode pendapatan
    Menurut pendekatan pendapatan, pendapatan nasional adalah seluruh pendapatan yang diterima oleh pemilik factor produksi yang disumbangkan kepada rumah tangga produsen dalam satu periode.
    Kemudian ada beberapa konsep mengenai pendapatan nasional :
    • Produk Domestik Bruto (GDP)
    Produk domestic bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu Negara (domestic) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah Negara yang bersangkutan.
    • Pendapatan nasional bruto (GNP)
    Produk nasional bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu Negara dalam waktu satu periode termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga Negara yang berasa di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah Negara tersebut.
    • Produk National Neto
    Produk mnational Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal.

    2). Pasar barang dan pasar uang saling berkaitan satu sama lain dalam menjalankan kegiatan operasionalnya. Pengertian dari masing – masing pasar itu sendiri, pasar barang adalah tempat dimana permintaan total masyarakat akan barang-barang dan jasa-jasa bertemu dengan seluruh barang-barang dan jasa-jasa yang diproduksi dan di tawarkan oleh seluruh produsen yang ada di masyarakat dalam suatu periode. Berarti pasar barang merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli yang sama – sama saling membutuhkan satu sama lain. Dalam pasar barang harga bersifat fleksibel, dapat turun dan naik tergantung pada kondisi di pasar itu sendiri. Turun naiknya harga suatu barang/jasa dipengaruhi oleh tingkat permintaan terhadap barang/jasa oleh konsumen.
    Pasar Uang adalah tempat terjadinya pertemuan antara permintaan akan uang (MD) dengan penawaran uang (MS), dimana MD adalah kebutuhan masyarakat akan uang tunai untuk menunjang kegiatan ekonominya, sedangkan MS adalah jumlah uang yang disediakan oleh pemerintah dan bank-bank (seluruh uang Kartal dan uang Giral yang beredar). Pertemuan antara permintaan dan penawaran uang akan menentukan harga uang , yang tidak lain adalah tingkat bunga.
    Kemudian tentang keseimbangan pasar uang dan pasar barang adalah apabila ada suku bunga berada diatas tingkat keseimbangan, pasokan uang melebihi permintaan. Mekanisme penyusaian berjalan karena pada tingkat bunga tersebut, opportunity cost memegang uang menjadi terlalu tinggi. Masyarakat akan berusaha mengurangi porsi uang dalam portofolio kekayaanya untuk ditukarkan dengan asset yang memberikan bunga, missal obligasi. Penurunan permintaan uang diimbangi dengan kenaikkan permintaan asset tersebut. Akibatnya, harga asset tersebut akan naik dan tingkat harganya menurun. Mekanisme ini akan terus berjalan hingga uang yang ingin dipegang masyarakat sama dengan pasokan uang. Mekanisme sebaliknya akan terjadi jika suku bunga berada dibawah tingkat keseimbangan. Oppurtinity Cost yang rendah akan mendorong masyarakat untuk memegang uang lebih banyak dengan cara menjual asset berimmbal bunga. Peningkatan penjualan asset menurunkan harga dan menaikkan suku bunga hingga permintaan yang sama dengan pasokan uang.
    Untuk memahami interaksi keseimbangan pasar barang dan pasar uang dalam membentuk permintaan agregat, keseimbangan pasar uang digambarkan dalam panel pendapatan bunga sebagai kurva LM. Kurva LM diderivasikan dari kurva permintaan dan penawaran dengan mengetahui arah perubahan suku bunga ketika terjadi perubahan pendapatan.
    Kemudian ekonomi konvensional menganggap bahwa pendapatan dan bunga akan selalu menuju pada tingkat keseimbangan simultan pasar barang dan pasar uang ini karena di masing-masing pasar terdapat mekanisme penyeimbangan.

    3). Kebijakan moneter dapat dibedakan kepada dua golongandan kaitannya dalam perekonomian : kebijakan moneter kuantitatif dan kebijakan moneter kualitatif. Kebijakan moneter kuantitatif adalah langkah-langkah bank sentral yang tujuan utamanya adalah untuk mempengaruhi jumlah penawaran uang dan suku bunga dalam perekonomian. Dalam masa deflasi penawaran uang perlu ditambah. Langkah ini akan menurunkan suku bunga dan penurunan ini selanjutnya akan mengalakkan perkembangan kegiatan ekonomi sehingga tingkat kesempatan kerja menjadi lebih tinggi dan pengangguran berkembang. Dalam masa inflasi, pengeluaran masyarakat adalah melebihi penawaran barang-barang yang tersedia dalam perekonomian. Oleh karena itu pengeluaran agregat perlulah dikurangi melalui pengurangan dan penawaran uang dan kenaikan suku bunga. Perubahan tersebut akan menurunkan pengeluaran agregat sehingga terdapat keseimbangan diantara pengeluaran dalam ekonomi dengan jumlah penawaran barang-barang.
    Kebijakan moneter kualitatif adalah langkah-langkah bank sentral yang bertujuan mengawasi bentuk-bentuk pinjaman dan investasi yang dilakukan oleh bank-bank perdagangan. Dengan kata lain, tujuan utama kebijakan ini bukanlah untuk mengawasi perkembangan penawaran uang, tetapi untuk mempengaruhi jenis-jenis pinjaman yang diberikan institusi keuangan. Ini memungkinkan bank sentral menggalkkan pertumbuhan ekonomi kea rah yang diharapkan.

    BalasHapus
  38. nama:hanjani deby artanti
    nim:208082000027
    kls:akun 2a(non reg)

    1.Pendapatan nasional adalah : semua pengeluaran untuk konsumtif semua penduduk dalam satu Negara pada periode tertentu. Atau dapat juga kita asumsikan sebagai semua produk yang dihasilkan Negara pada periode tertentu.
    Pendapatan nasional tediri dari :
    -Produk Domestik Bruto (GDP)
    Produk Domestik Bruto/Gross Domestic Product merupakan jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi dalam batas domestik dalam satu tahun. Barang yang dihasilkan oleh GDP termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karena jumlah yang didapatkan bersifat bruto /kotor.
    -Produk Nasional Bruto (GNP)
    Gross National Produk meliputin nilai produk barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu Negara selama satu tahun. Juga produksi barang dan jasa warga Negara diluar negeri tapi tidak dengan perusahaan asing yang ada di dalam negeri.
    -Pendapatan National Neto (NNP)
    Net National Product yaitu GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang dan modal. NNP disebut juga sebagai replacement yaitu penggantian barang/ modal bagi peralatan produksi yang dipakai dalam proses produksi umumnya yang bersifat taksiran.
    -Pendapatan National Neto (NNI)
    Net National Income merupakan pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung yaitu pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan dan hadiah.
    -Pendapatan Perseorangan (PI)
    Personal Income merupakan jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, dan pendapatan yang diperoleh tanpa melakuakan kegiatan apapun. Pendapatan ini juga menghitung tran sfer payment atau penerimaan – penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini tapi diambil dari pendapatan tahun lalu.
    o Pendapatan yang Siap Dibelanjakan (DI)
    Disposable Income merupakan pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang jasa atau konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income didapat dari personal income dikurangi pajak langsung dimana pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kapada pihak lain.
    Pendekatan nasional dapat ditinjau dari 3 pendekatan, yaitu :
    -Pendekatan\Metode produksi
    Pendapatan nasional adalah jumlah barang dan jasa yang diproduksi Negara dalam periode tertentu. Cara penghitungannnya :
    Y = produksi bidang jasa + produksi bidang pertanian + …+ dst.
    -Pendekatan/Metode pengeluaran
    Pendapatan nasional adalah jumlah pengeluaran secara nasional untuk membeli barang dan jasa yang dihasilkan dalam periode tertentu. Yaitu dengan menghitung :
    Rumus : y = c + I + G + (X-m)
    - Pendekatan/Metode pendapatan
    Pendapatan nasional adalah pendapatan yang diterima oleh pemilik faktor produksi yang disewakan atau disumbangkan kepada Rumah Tangga Produksi selama satu tahun.

    2. Keseimbangan dalam pasar barang terjadi ketika belanja agregat(konsumsi, investasi, belanja poemerintah, dan ekspor neto) sama dengan produksi nasional. Penurunan tingkat harga membuat konsumen merasa lebih kaya, kemudian terdorong untuk lebih banyak membelanjakan uangnya. Peningkatan pengeluaran konsumen berarti juga peningkatan dalam permintaan barang dan jasa. Tingkat harga yang lebih tinggi akan meningkatkan jumlah permintaan uang tunai yang ingin dipegang oleh masyarakat, tapi karena jumlah uang tidak berubah, maka suku bunga harus naik untuk mengurangi semakin bertambahnya permintaan uang.
    Keseimbangan dalam pasar uang, menurut teori Preferensi likuiditas yaitu suku bunga akan menyesuaikan diri untuk menyeimbangkan jumlah uang yag beredar dan jumlah permintaan uang.Jika suku bunga berada diatas tingkat keseimbangan, maka jumlah uang yang ingin dimiliki oleh masyarakat lebih sedikit daripada jumlah uang yang diciptakan oleh FOMC (Federal Operation Market Committee) atas kesepakatan Bank bank lainnya,serta kelebihan uang ini dapat menurunkan suku bunga. Dan sebaliknya jika suku bunga berada dibawah titik keseimbangan maka jumlah uang yang ingin dipeganag oleh masyrakat lebih besar daripada jumlah uang yang diciptakan olah FOMC dan kekurangan uang ini dapat menyebabkan kenaikan suku bunga.

    Keseimbangan Pasar barang dan pasar uang
    Mayoritas ekonom konvensional maupun islam berpendapat bahwa pada harga yang tetap, pendapatan dan bunga atau imbalan akan berada dalam tingkat yang menyeimbangkan sekaligus pasar barang dan pasar uang.Penentuan tingkat bunga di panel pendapatan bunga dapat hanya ditentukan oleh kurva IS tanpa melibatkan kirva LM.Dengan kata lain. tingkat bunga selalu terjadi di kurva IS, namun dapat terjadi di luar kurva LM.

    3.kebijakan moneter, yaitu kebijakan yang di lakukan oleh pemerintah dan bekerja sama dengan bank sentral untuk mewujudkan keseimbangan dalam siklus perekonomian negara. Kebijakan moneter itu sendiri di lakukan untuk menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi dangan mengendalikan jumlah uang yang beredar demi tercapainya keseimbanagn siklus perekonomian negara.
    -Kebijakan Moneter Kualitatif
    a. Pengawasan pinjaman secara selektif
    Yaitu menentukan jenis-jenis pinjaman mana yang harus dikurangi atau digalakkan atau dikembangkan.
    b. Pembujukan moral
    Yaitu bank sentral mengadakan pertemuan langsung dengan pimpinan-pimpinan bank umum untuk melakukan langkah-langkah tertentu.
    Kebijakan moneter memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi, karena dengan adanya kebijakan moneter masalah-masalah seperti inflasi, dan deflasi dapat diatasi.
    kaitan kebijakan moneter dengan pertumbuhan ekonomi sangat erat.

    BalasHapus
  39. Nama : Miladita Sepniati Aisyah
    NIM : 208082000023
    Kelas : AKUNTANSI 2A

    Pembahasan :
    1. pendapatan nasional,
    adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu Negara dari penyerahan factor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun.
    (1) produk domestic bruto,
    adalah jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestic) selama satu tahun. Termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan atau orang asing yang beroperasi di wilayah Negara yang bersangkutan. Bila diperhatikan, Negara Indonesia menghasilkan barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga Negara Indonesia dan orang atau perusahaan asing di Indonesia. Sebaliknya,ada pula poduk yang dihasilkan oleh warga Negara Indonesia di luar negeri. Hasil produksi orang atau lembaga asing di dalam negeri sebenarnya bukan milik Indonesia, jadi wajar pada akhirnya Indonesia harus membayarkan kepada pihak luar negeri yang menghasilkannya. Demikian juga beberapa produk Indonesia yang dihasilkan diluar negeri, akan diterima dan dimasukkan sebagai pendapatan nasional. Apabila yang dibayarkan lebih kecil daripada yang diterima, maka akan terjadi pembayaran ke dalam negeri. Sebaliknya apabila yang dibayarkan lebih besar daripada yang diterima maka terjadi pembayaran netto ke luar negeri.
    (2) produk nasional bruto,
    meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh produk suatu negara selama satu tahun. Dalam pengertian GNP ini, termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga Negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah Negara tersebut. Jika GDP lebih besar dari GNP, maka penanaman modal asing lebih besar dari penanaman modal Negara itu di luar negeri. Sebaliknya jika GDP lebih kecil dari GNP biasanya Negara itu mampu menanamkan modal lebih banyak di luar negeri daripada menerima modal asing dari luar negeri.
    (3) produk nasional netto,
    = GNP – depresiasi atau penyusutan dari barang modal.
    Penggantian barang modal atau penyusutan bagi peralatan produksi yang terpakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga dapat menimbulkan kesalahan meskipun relative kecil.
    (4) pendapatan nasional netto,
    adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima masyarakat sebagai pemilik factor produksi. Besar NNI dapat diperoleh dari NNP dikurangi pajak tidak langsung.
    (5) pendapatan perseorangan,
    adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa memberikan suatu kegiatan apapun.untuk mendaatkan jumlah pendapatan peroranganterlebih dahulu NNI harus dikurangi
    - pajak laba perusahaan yaitu pajak yang dibayarkan oleh setiap badan kepada pemerintah
    - laba yang tidak dibagi,yaitu sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu.
    - Iuran pensiunan, iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan.
    (6) pendapatan yang dapat dibelanjakan,
    pendapatan yang siap untuk di manfaaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Pendapatan ini diperoleh dari pendapatan perseorang dikurangi pajak tak langsung.
    Untuk menghitung pendapatan nasional dapat digunakan 3 metode :
    (1) metode produksi,
    dengan menghitung jumlah produksi masing-masing sector ekonomi kemudian dijumlahkan. Dapat juga dilakukan dengan menjumlahkan secara keseluruhan nilai tambah dari semua sector kegiatan ekonomi. Dapat dirumuskan sebagai berikut :
    NI = E + A + I + N + J (ekstraktif, agraris, industri, niaga, dan jasa).
    (2) metode pendapatan
    dilakukan dengan cara menjumlahkan pendapatan dari factor-faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa . para pemilik factor produksi ini masing-masing memperoleh gaji (w), sewa (r), bunga modal (i), dan profit (p) dijumlahkan akan diperoleh nasional income.
    (3) metode pengeluaran
    pendapatan nasional dapat dihitung dari seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh seluruh masyarakat. Pengeluaran masyarakat dibedakan sebagai berikut :
    (a) pengeluaran konsumsi rumah tangga
    (b) pengeluaran konsumsi pemerintah
    (c) pembentukan modal tetap bruto
    (d) ekspor barang dan jasa
    (e) dikurangi impor barang dan jasa

    2. keseimbangan pasar uang dan pasar barang
    mayoritas ekonomi konvensional maupun islam berpendapat bahwa pada harga yang tetap, pendapatan dan bunga/imbal akan berada pada tingkat yang menyeimbangkan sekaligus pasar barang dan pasar uang. Tingkat pendapatan dan bunga keseimbangan ini terletak di perpotongan kurva IS (pasar barang) dan LM (pasar uang).
    Akan tetapi, perubahan pendapatan tidak serta merta menimbulkan perubahan tingkat bunga di pasar uang yang membawa pada keseimbangan permintaan dan penawaran uang. Karenanya, penentuan tingkat bunga dipanel pendapatan-bunga dapat hanya ditentukan oleh kurva IS tanpa melibatkan kurva LM. Dengan kata lain, tingkat bunga selalu terjadi di kurva IS, namun dapat terjadi di luar kurva LM.
    3. kebijakan moneter dan hubungannya dengan pertumbuhan ekonomi
    agar kehidupan ekonomi stabil dan tidak timbul inflasi, arus uang harus dijaga keseimbangannya dengan arus barang hasil produksi. Bank Indonesia sebagai bank sentral di Indonesia diserahi tugas oleh pemerintah untuk mengatur arus uang yang beredar dimasyarakat sekaligus menjaga kestabilan nilai rupiah. Untuk menjaga kestabilan nilai rupiah perlu adanya langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah berupa kebijakan yang tidak hanya dalam mengatur jumlah uang yang beredar, tetapi juga harus mengatur dan mengawasi perkreditan yang dilakukan dunia perbankan.
    Kebijakan yang dimaksud adalah kebijakan moneter. Bentuk-bentuk kebijakannya adalah :
    (1) politik cash ratio,
    bank Indonesia mengatur tinggi rendahnya persentase cadangan kas uang bank. Cash ratio adalah perbandingan antara uang tunai (cash) bank-bank ditambah dengan demand deposit bank-bank. Untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar, bank sentral dapat mengubah-ubah besarnya cash ratio. Bank sentral pada umumnya menentukan angka banding minimum antara uang tunai dengan kewajiban giral bank. Bila pemerintah menurunkan minimum cash ratio, maka dengan uang tunai yang sama bank dapat menciptakan uang lebih banyak dari jumlah sebelumnya, sebaliknya jika pemerintah menghendaki mengurangi jumlah uang yang beredar pemerintah akan menaikkan minimum cash ratio bank, supaya uang tertahan di kas lebih banyak.
    (2) politik diskonto,
    politik menaikkan atau menurunkan tingkat suku bunga yang dilakukan bank sentral terhadap bank-bank umum. Bila bank sentral menaikkan tingkat suku bunga kredit atau tabungan, bank-bank akan ikut menaikkan tingkat suku bunga kredit atau tabungan kepada masyarakat. Naiknya suku bunga kredit menyebabkan berkurangnya minat masyarakat untuk meminjam kepada bank. Sebaliknya, bila suku bunga tabungan naik, masyarakat terdorong untuk menabung di bank-bank. Bank Indonesia memerintahkan bank umum untuk mengurangi atau mempersempit pemberian kredit kepada masyarakat dengan cara menaikkan bunga pengaman. Sehingga uang yang beredar akan menurun.
    (3) pembatasan kredit,
    pemerintah dan bank sentral dapat menentukan batas maksimum (ceiling) kredit yang boleh diberikan oleh dunia perbankan selama jangka waktu tertentu. Agar pembatasan ini tidak menghambat produksi, maka kredit yang diberikan harus selektif dan ditentukan melalui skala prioritas.
    (4) politik pasar terbuka,
    suatu kebijakan bank sentral untuk menjual surat-surat berharga seperti obligasi Negara kepada bank-bank dan masyarakat. Apabila pemerintah melakukan pinjaman uang, bank sentral dapat mengeluarkan surat-surat berharga. Surat-surat berharga ini oleh bank Inndonesia diperjualbelikan kepada bank-bank yang mencari objek investasi yang aman atau resiko kecil dan pembayarannya melalui rekening-rekening bank-bank pada bank Indonesia.
    Bank Indonesia akan menjual surat-surat berharga ke pasar modal. Apabila surat berharga ini terjual, maka uang masyarakat akan masuk ke bank sentral sehingga uang yang beredar akan berkurang.

    BalasHapus
  40. Nama : Nur Afni Dg Nusu
    Nim : 208082000033
    Fakultas: FEIS
    Prodi : Akuntansi A
    Semester: 2 (dua)

    Jawaban 1: Pendapatan nasional merupakan total pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga di suatu negara yang diperoleh dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, yang lazimnya dalam kurun satu tahun. Terdapat beberapa konsep dalam pendapatan nasional yaitu sebagai berikut :
    1. Gross National Product : nilai produk barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk dalam suatu negara (nasional ) selama satu tahun, termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang berproduksi di wilayah negara yang bersangkutan (dalam negeri) .
    2. Gross Domestic Product: total produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan orang asing yang beroprasi di dalam wilayah yang bersangkutan.
    3. Net National Product : Investasi neto, yaitu Investasi bruto dikurangi investasi bruto.
    4. Net National Income: Pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.
    5. Personal Income: Bagian pendapatan nasional yang merupakan hak individu-individu dalam perekonomian, sebagian balas jasa keikutsertaan mereka dalam proses produksi.
    6. Disposable Personal Income : Pendapatan personal yang dapat dipakai oleh individu, baik untuk membiayai konsumsinya maupun untuk di tabung.

    Jawaban 2 : Keseimbangan Pasar uang : Dalam perekonomian bunga, keseimbangan permintaan dan penawaran uang akan terjadi pada tingkat bunga tertentu. Ekonomi konvensional berpendapat bahwa interaksi permintaan dan penawaran uang akan senantiasa membawa suku bunga pada tingkat keseimbangan. Apabila suku bunga berada di atas tingkat keseimbangan, pasokan uang melebihi permintaan.
    Penurunan permintaan uang akan diimbangi permintaan aset akan mengakibatkan harga aset akan naik dan tingkat bunga menurun. Mekanisme ini akan terus berjalan hingga uang yang ingin dipegang masyarakat sama dengan pasokan uang. Peningkatan penjualan aset akan menurunkan harga dan menaikkan suku bunga hingga permintaan uang sama dengan pasokan uang. Menurut ekonomi konvensional kelebihan permintaan uang karena peningkatan pendapatan akan mendorong bunga naik hingga permintaan uang kembali ketingkat yang sama dengan pasokan uang. Dengan demikian, peningkatan pendapatan menyebabkan kenaikkan suku bunga di pasar uang.
    Keseimbangan pasar barang : keseimbangan di pasar barang terjadi ketika belanja agregat sama dengan produksi nasional. Belanja agregat terdiri dari komponen domestik mencakup konsumsi, investasi, dan belanja pemerintah dan komponen asing berupa sektor neto, yakni nilai ekspor dikurangi nilai impor.

    Mayoritas ekonom konvensional maupun islam berpendapat bahwa pada harga yang tetap, pendapatan dan bunga atau imbal akan berada pada tingkat yang menyeimbangkan sekaligus pasar barang dan pasar uang. Ekonomi konvensional menganggap bahwa pendapatan dan bunga akan selalu menuju pada tingkat keseimbangan pasar barang dan pasar uang. Sedangkan mayoritas ekonomi islam berpendapat keseimbangan pasar uang dan pasar barang akan terjadi dalam perekonomian tanpa bunga.

    Jawaban 3 : Kebijakan moneter adalah upaya mengendalikan atau mengarahkan perekonomian makro kekondisi yang lebih baik dengan mengatur jumlah uang yang beredar.
    Dalam kebijakan moneter terdapat 3 instrumen utama
    1. operasi pasar terbuka yaitu pemerintah mengendalikan uang beredar dengan cara menjual atau membeli surat-surat berharga milik pemerintah
    2. fasilitas diskonto, dalam instrumen ini ada yang dinamakan tingkat bunga diskonto yang artinya tingkat bunga yang ditetapkan pemerintah atas bank-bank umum yang meminjam ke bank sentral
    3. rasio cadangan wajib, instrumen ini dapat mengubah jumlah uang beredar maka kemampuan bank memberikan kredit akan lebih kecil dibanding sebelumnya
    Diluar 3 instrumen tersebut pemerintah dapat melakukan imbauan moral yang artinya otoritas moneter mencoba mengarahkan atau mengendalikan jumlah uang beredar. Kaitan kebijakan moneter dengan pertumbuhan ekonomi yaitu karena kebijakan moneter mengatur jumlah uang yang beredar agar perbankan mampu memberikan kredit kepada masyarakat hingga tercipta kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat yang memacu pertumbuhan ekonomi.

    BalasHapus
  41. Nama : Lusi Ratnasari
    NIM : 208082000008
    Kelas : 2 A
    Jurusan: Akuntansi
    Kuliah : Sabtu, pkl.14.30-16.00

    No.1

    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.
    Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara.

    Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional
    • Produk Domestik Bruto (GDP)
    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.
    • Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
    • Produk Nasional Neto (NNP)
    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
    • Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
    • Pendapatan Perseorangan (PI)
    Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
    • Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.


    Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
    • Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
    • Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
    • Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Goverment), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X − M)
    Manfaat
    Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian, atau negara jasa. Contohnya, berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris, Jepang merupakan negara industri, Singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.
    Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.
    Faktor yang memengaruhi
    • Permintaan dan penawaran agregat
    Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga. Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.
    Konsumsi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pendapatan nasional
    Jika terjadi perubahan permintaan atau penawaran agregat, maka perubahan tersebut akan menimbulkan perubahan-perubahan pada tingkat harga, tingkat pengangguran dan tingkat kegiatan ekonomi secara keseluruhan. Adanya kenaikan pada permintaan agregat cenderung mengakibatkan kenaikan tingkat harga dan output nasional (pendapatan nasional), yang selanjutnya akan mengurangi tingkat pengangguran. Penurunan pada tingkat penawaran agregat cenderung menaikkan harga, tetapi akan menurunkan output nasional (pendapatan nasional) dan menambah pengangguran.
    • Konsumsi dan tabungan
    Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun), sedangkan tabungan (saving) adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi. Antara konsumsi, pendapatan, dan tabungan sangat erat hubungannya. Hal ini dapat kita lihat dari pendapat Keynes yang dikenal dengan psychological consumption yang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.
    • Investasi
    Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat.

    No.2
    Pasar Barang
    Pasar barang adalah pasar dimana semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara dan dalam jangka waktu tertentu. Keseimbangan di pasar barang untuk perekonomian tertutup tanpa campur tangan pemerintah terjadi ketika pengeluaran yang direncanakan sama dengan pengeluaran aktual atu ketika injeksi sama dengan kebocoran (I + G = S + T).
    Permintaan dalam pasar barang merupakan agregasi dari semua permintaan akan barang dan jasa di dalam negeri, sementara yang menjadi penawarannya adalah semua barang dan jasa yang diproduksi dalam negeri.
    Kurva IS menyatakan hubungan antara tingkat bunga dan tingkat pendapatan yang muncul di pasar barang dan jasa. Kurva IS juga menyatakan “investasi” dan “tabungan”.
    Bila komponen persamaan kurva IS yang ceteris paribus berubah, maka kurva IS akan bergeser ke kanan atau ke kiri tergantung dari perubahan komponen tersebut. Perubahan komponen tersebut selain mengubah intersep IS juga dapat mengubah gradien kurva IS.
    Bila investasi tidak elastis sempurna terhadap suku bunga, maka kurva IS akan vertikal (tegak lurus sumbu mendatar Y).
    Dengan asumsi perekonomian tertutup, dimana ekspor adalah nol, maka pengeluaran yang direncanakan sebagai jumlah konsumsi C, investasi yang direncanakan I, dan pembelian pemerintah G.
    E = C + I + G
    Dimana : C = C(Y – T)
    Persamaan ini menunjukkan bahwa konsumsi tergantung pada pendapatan disposibel (Y – T), yang merupakan pendapatan total Y dikurangi pajak T. Diasumsikan investasi yang direncanakan adalah tetap I, dan kebijakan fiskal-tingkat pembelian dan pajak pemerintah- adalah tetap G dan T. Sehingga dikombinasikan menjadi :
    E = C(Y – T) + I + G
    Selanajtunya perekonomian berada dalam keseimbangan (equilibrium) ketika pengeluaran aktual sama dengan pengeluaran yang direncanakan. Asumsi ini didasarkan pada gagasan bahwa ketika rencana orang-orang telah direalisasikan, mereka tidak mempunyai alasan untuk mengubah apa yang mereka lakukan. Mengingat Y sebagai GDP aktual tidak hanya pendapatan total tetapi juga pengeluaran total atas barang dan jasa, sehingga dapat ditulis kondisi keseimbangan sebagai :
    Pengeluaran Aktual = Pengeluaran Yang Direncanakan
    Y = E
    Dapat disimpulkan, kurva IS menunjukkan kombinasi dari tingkat bunga dan tingkat pendapatan yang konsisten dengan keseimbangan dalam pasar untuk barang dan jasa. Perubahan-perubahan dalam kebijakan fiskal yang meningkatkan permintaan terhadap barang dan jasa menggeser kurva IS ke kanan. Perubahan-perubahan dalam kebijakan fiskal yang mengurangi permintaan terhadap barang dan jasa menggeser kurva IS ke kiri.

    Pasar Uang
    Penawaran uang dalam model kita dianggap konstan dan hanya akan berubah jika pemerintah memandang perlu untuk mengubahnya, karena itu variabel jumlah uang beredar adalah variabel eksogin, MS.
    Pada dasarnya permintaan uang di samping digunakan untuk transaksi juga untuk membeli aktiva finansial berupa surat berharga dan obligasi. Karena itu setiap saat orang selalu akan berusaha memperoleh manfaat yang optimal dari kedua faktor yang mempengaruhi permintaan uang kas itu. Artinya ia selalu harus mempertimbangkan berapa banyak saldo kas yang dipegang agar manfaat saldo kas dan aktiva finansial yang dipegangnya adalah optimal. Kebutuhan untuk transaksi dan keinginan untuk memperoleh pendapatan bunga dipengaruhi oleh tiga variabel utama, yaitu pendapatan (GDP), suku bunga (i) dan (A/P)
    Teori preferensi likuiditas menegaskan bahwa tingkat bunga adalah sebuah determinan dari berapa banyak uang yang ingin dipegang orang. Alasannya adalah bahwa tingkat bunga adalah biaya peluang (opportunity cost) dari memegang uang: biaya yang harus ditanggung akrena memegang aset dalam bentuk uang, yang tidak mendapat bunga baik dalam bentuk deposito atau obligasi. Ketika tingkat bunga naik, orang-orang hanya ingin memegang lebih sedikit uang. Jadi rumus permintaan terhadap uang riil adalah :
    (M/P)d = L (r)
    Dimana fungsi L(r) menunjukkan bahwa jumlah uang yang diminta tergnatung pada tingkat bunga. Tingkat bunga adalah biaya dari memegang uang, sehingga semakin tinggi tingkat bunga semakin rendah jumlah keseimbangan uang riil yang diminta. Untuk menjelaskan berapa tingkat bunga yang berlkau dalam perekonomian, maka dikombinasikan penawaran dan permintaan terhadap uang riil. Menurut teori preferensi likuiditas, tingkat bunga menyesuaikan untuk menyeimbangkan pasar uang. Pada tingkat bunga keseimbangan, jumlah uang riil yang diminta sama dengan jumlah penawarannya.
    Bagaimana tingkat bunga mencapai keseimbangan penawaran dan permintaan uang? Penyesuaian terjadi karena kapan pun pasar uang tidak berada dalam keseimbangan, orang-orang berusaha menyesuaikan portofolio aset mereka dan dalam prosesnya, mengubah tingkat bunga.
    Tingkat pendapatan mempengaruhi permintaan terhadap uang. Ketika pendapatan tinggi, pengeluaran juga tinggi, sehingga masyarakat terlibat dalam lebih banyak transaksi yang mensyaratkan penggunaan uang. Jadi, uang yang lebih banyak menunjukkan permintaan uang yang lebih besar. Dapat dituliskan dalam fungsi permintaan uang sebagai berikut :
    (M/P)d = L(r,y)
    Kurva LM menggambarkan hubungan di antara tingkat pendapatan dan tingkat bunga. Semakin tinggi tingkat pendapatan semakin tinggi permintaan terhadap keseimbangan uang riil, dan semakin tinggi tingkat bunga keseimbangan. Karena itu, kurva LM miring ke atas.
    Penurunan dalam penawaran dari keseimbangan riil menaikkan tingkat bunga yang menyeimbangkan pasar uang. Maka penurunan dalam keseimbangan riil menggeser kurva LM ke atas. Jadi kurva LM menunjukkan kombinasi tingkat bunga dan tingkat pendapatan yang konsisten dengan keseimbangan dalam pasar untuk keseimbangan uang riil. Kurva LM digambar untuk penawaran dari keseimbangan uang riil tertentu. Penurunan dalam penawaran dari keseimbangan uang riil menggeser kurva LM ke atas. Kenaikan dalam penawaran dari keseimbangan uang riil menggeser kurva LM ke bawah.

    No.3
    Perekonomian global masih menunjukkan perlambatan yang lebih dalam sebagaimana tercermin dari perkiraan merosotnya perekonomian negara-negara maju yang lebih besar dari perkiraan semula. Kondisi pasar keuangan global juga masih rapuh dengan banyaknya laporan kerugian lembaga keuangan dunia. Hal tersebut memberikan dampak negatif bagi perkembangan ekonomi di kawasan, terutama bagi negara-negara yang mengandalkan ekspor ke negara maju, termasuk Indonesia. Menurunnya kinerja ekspor tersebut memberi tekanan pada neraca pembayaran Indonesia, meski saat ini masih berada pada batas-batas yang aman. Cadangan devisa saat ini masih berada pada posisi 50,56 miliar dolar AS atau masih mampu memenuhi kebutuhan 5,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah. Jumlah cadangan devisa tersebut masih akan bertambah dengan masuknya dana hasil penjualan global bond Pemerintah sebesar 3 milyar dolar AS. Tekanan pada perekonomian domestik akan mengakibatkan menurunnya pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2009. Bank Indonesia memperkirakan ekonomi Indonesia pada tahun 2009 akan tumbuh sekitar 4%. Pertumbuhan ini memiliki risiko bias ke bawah apabila ekonomi global semakin memburuk. Sumber pelemahan pertumbuhan ekonomi di tahun 2009 terutama pada kinerja ekspor yang erat kaitannya dengan perkembangan kondisi global. Sementara itu, penopang utama pertumbuhan ekonomi akan tertuju pada permintaan domestik, yang dipacu oleh kebijakan moneter yang longgar dan berbagai kebijakan Pemerintah yang mendukung daya beli masyarakat serta berbagai stimulus fiskal yang akan menggerakkan berbagai sektor penting dalam perekonomian.
    Di tengah kondisi perekonomian global yang kian memburuk, serta seiring dengan melemahnya tekanan inflasi, Bank Indonesia tetap mengarahkan perhatian pada upaya menjaga pertumbuhan ekonomi. Berbagai kebijakan moneter Bank Indonesia ditempuh dalam rangka mendukung bangkitnya sektor riil guna mendukung pertumbuhan ekonomi. Berbagai kebijakan tersebut dilakukan dengan tetap menjaga kestabilan harga dan kestabilan makroekonomi serta sistem keuangan dalam jangka menengah.

    BalasHapus
  42. NAMA : SUKRON NAFIAN
    NJI :208081000065
    PRODI :MANAJEMENT (B)
    SEMESTER II


    Jawaban No 1


    kegiatan perekonomian suatu negara disederhanakan seperti peraga ini. Perusahaan memproduksi barang dan jasa (Output nasional) kemudian perusahaan menjual barang dan jasa ke sektor rumah tangga. Dengan demikian terdapat pengeluaran rumah tangga untuk membeli barang dan jasa (pengeluaran nasional). Selanjutnya dari hasil penjualan tersebut perusahaan harus membayar balas jasa untuk faktor-faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa tersebut. Jadi , faktor produksi tersebut menerima pendapatan nasional.

    Harus diingat bahwa arus lingkaran output, pengeluaran dan pendapatan itu merupakan tiga cara untuk melihat Pendapatan Nasional.

    Jadi Pendapatan Nasional dapat didefinisikan :
    > Nilai barang dan jasa yang diproduksi di suatu negara dalam satu periode tertentu (satu tahun)
    > Jumlah pengeluaran nasional untuk membeli barang dan jasa yang dihasilkan itu.
    > Jumlah pendapatan yang diterima oleh faktor-faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa tersebut.

    Pendapatan Per Kapita / Income Per Capita (IPC) adalah pendapatan rata-rata penduduk suatu Negara.

    Pendapatan Nasional Kotor (GNP)
    IPC= -----------------------------------------
    Jumlah Penduduk

    Jawban No 2
    Keseimbangan Pasar Barang dan Pasar Uang
    Mayoritas ekonom konvensional maupun Islam berpendapat bahwa pada harga yang tetap, pendapatan dan bunga/imbal akan berada pada tingkat yang menyeimbangkan sekaligus pasar barang dan pasar uang. Tingkat pendapatan dan bunga keseimbangan ini terletak di perpotongan kurva IS dan LM, baik yang menggunakan basis bunga maupun imbal.
    Ekonomi konvensional menganggap bahwa pendapatan dan bunga akan selalu menuju pada tingkat keseimbangan simultan pasar barang dan pasar uang ini karena di masing-masing pasar terdapat mekanisme penyeimbangan. Mayoritas ekonom Islam juga berpendapat bahwa mekanisme yang mirip terjadi dalam perekonomian tanpa bunga. Pendapatan dan tingkat imbal akan menuju ke tingkat keseimbangan ini.
    Akan tetapi, sebagaimana telah dijelaskan bahwa perubahan pendapatan tidak serta-merta menimbulkan perubahan tingkat bunga di pasar uang yang membawa pada keseimbangan permintaan dan penawaran uang. Karenanya, penentuan tingkat bunga di panel pendapatan-bunga dapat hanya ditentukan oleh kurva IS tanpa melibatkan kurva LM. Dengan kata lain, tingkat bunga selalu terjadi di kurva IS namun dapat terjadi di luar kurva LM.

    Belanja agregat mengandung unsur konsumsi sehingga dipengaruhi positif oleh produksi nasional. Karena asumsi konsumsi otonom positif (C0 > 0) dan hasrat marjinal konsumsi positif kurang dari satu (0 < MPC < 1), belanja agregat menjadi lebih dari produksi nasional pada rentang produksi nol hingga satu titik di mana belanja agregat seimbang dengan produksi nasional. Jika produksi nasional lebih tinggi dari tingkat keseimbangan itu, belanja agregat akan kurang dari produksi nasional.
    Selisih antara belanja agregat dan produksi nasional akan merubah tingkat persediaan barang. Perubahan persediaan menjadi sinyal bagi perusahaan untuk menyesuaikan produksi untuk menjaga tingkat persediaan yang optimal. Ketika belanja agregat kurang dari produksi nasional, persediaan akan naik

    Jawaban No 3
    Perekonomian global masih menunjukkan perlambatan yang lebih dalam sebagaimana tercermin dari perkiraan merosotnya perekonomian negara-negara maju yang lebih besar dari perkiraan semula. Kondisi pasar keuangan global juga masih rapuh dengan banyaknya laporan kerugian lembaga keuangan dunia. Hal tersebut memberikan dampak negatif bagi perkembangan ekonomi di kawasan, terutama bagi negara-negara yang mengandalkan ekspor ke negara maju, termasuk Indonesia. Sementara itu, keketatan likuiditas global masih terus berlangsung dan diikuti oleh meningkatnya persepsi risiko emerging market.
    Menurunnya kinerja ekspor tersebut memberi tekanan pada neraca pembayaran Indonesia, meski saat ini masih berada pada batas-batas yang aman. Cadangan devisa saat ini masih berada pada posisi 50,56 miliar dolar AS atau masih mampu memenuhi kebutuhan 5,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah. Jumlah cadangan devisa tersebut masih akan bertambah dengan masuknya dana hasil penjualan global bond Pemerintah sebesar 3 milyar dolar AS.
    Tekanan pada perekonomian domestik akan mengakibatkan menurunnya pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2009. Bank Indonesia memperkirakan ekonomi Indonesia pada tahun 2009 akan tumbuh sekitar 4%. Pertumbuhan ini memiliki risiko bias ke bawah apabila ekonomi global semakin memburuk. Sumber pelemahan pertumbuhan ekonomi di tahun 2009 terutama pada kinerja ekspor yang erat kaitannya dengan perkembangan kondisi global. Sementara itu, penopang utama pertumbuhan ekonomi akan tertuju pada permintaan domestik, yang dipacu oleh kebijakan moneter yang longgar dan berbagai kebijakan Pemerintah yang mendukung daya beli masyarakat serta berbagai stimulus fiskal yang akan menggerakkan berbagai sektor penting dalam perekonomian.
    Sejalan dengan melemahnya perekonomian global dan masih rendahnya harga-harga komoditas di pasar internasional, tekanan inflasi Indonesia ke depan cenderung menurun. Dari sisi domestik rendahnya tekanan inflasi didukung oleh kecukupan pasokan barang kebutuhan pokok dan minimnya tekanan harga dari kelompok barang-barang yang diatur Pemerintah (administered price). Inflasi pada bulan Februari 2009 tercatat cukup rendah, yaitu sebesar 0,21% (mtm), jauh di bawah rata-rata historisnya. Dengan perkembangan tersebut, prakiraan inflasi tahun 2009 akan mendekati batas bawah kisaran proyeksi 5%-7%.
    Di sisi lain, perkembangan nilai tukar rupiah selama Februari 2009 secara rata-rata tertekan terhadap dolar Amerika. Hal tersebut terutama
    disebabkan oleh sentimen negatif akibat perkembangan faktor eksternal yang kurang kondusif, seperti pertumbuhan ekonomi global yang turun tajam, serta pengumuman kerugian yang meningkat yang dialami lembaga keuangan internasional. Sementara dari sisi domestik, perkembangan ekonomi relatif masih stabil dan kondisi fundamental masih mendukung. Menyikapi perkembangan tersebut, Bank Indonesia akan tetap melakukan berbagai upaya stabilisasi untuk menjaga agar gejolak nilai tukar tidak berlebihan.
    Di tengah kondisi perekonomian global yang kian memburuk, serta seiring dengan melemahnya tekanan inflasi, Bank Indonesia tetap mengarahkan perhatian pada upaya menjaga pertumbuhan ekonomi. Berbagai kebijakan moneter Bank Indonesia ditempuh dalam rangka mendukung bangkitnya sektor riil guna mendukung pertumbuhan ekonomi. Berbagai kebijakan tersebut dilakukan dengan tetap menjaga kestabilan harga dan kestabilan makroekonomi serta sistem keuangan dalam jangka menengah.

    BalasHapus
  43. Nama : Citra Mulyani
    Nim : 208082000005
    Fakultas: FEIS
    Prodi : Akuntansi A (non reg)
    Semester: II (Dua)
    Hari kuliah: Sabtu

    Jawaban 1:Pendapatan Nasional adalah jumlah pendapat yang diterimaoleh seluruh rumah angga keluarga di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya dalam kurun waktu satu tahun.
    Pendapat nasional terdapat beberapa konsep yaitu sebagai berikut :
    1.Gross Domestik Product (GDP).
    2.Produk Nasional Bruto (GNP).
    3.Produk Nasional Neto (NNP).
    4.Pendapatan Nasional Neto (NNI).
    5.Pendapatan Perseorangan (PI).
    6.Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI).
    Pendapatan Nasional dapat ditinjau dari tiga pendapatan, yaitu :
    1.Pendekatan / Metode Produksi : Berdasarkan metode ini, pendapatan nasional adalah barang dan jasa yang diproduksi di suatu negara dalam suatu periode tertentu, biasanya satu tahun.
    2.Pendekatan / Metode Pengeluaran : Berdasarkan metode ini, pendapatan nasional adalah penjumlahan seluruh pengeluaran yang dilakukan seluruh rumah tangga pelaku ekonomi (Rumah Tangga Konsumen, Rumah Tangga Produsen, Rumah Tangga Pemerintah dan Rumah Tangga Masyarakat Luar Negeri) di dalam suatu negara selama periode tertentu yaitu setahun dan hasilnya dinamakan Produk Nasional Bruto (PNB) atau Gross National Product (GNP).
    3.Pendapatan / Metode Pendapatan : Berdasarkan metode ini, pendapatan nasional adalah seluruh pendapatan yang diterima oleh pemilik faktor produksi yang disumbangkan kepada Rumah Tangga Produsen selama satu tahun.

    Jawaban 2:Keseimbangan Pasar uang : Dalam perekonomian bunga, keseimbangan permintaan dan penawaran uang akan terjadi pada tingkat bunga tertentu. Ekonomi konvensional berpendapat bahwa interaksi permintan dan penawaran uang akan senantiasa membawa suku bunga pada tingkat keseimbangan. Apabila suku bunga berada di atas tingkat keseimbangan, pasokan uang melebihi permintaan maka Opportunity cost tinggi yang membuat masyarakat akan berusaha mengurangi porsi uang dalam portofolio kekayaannya untuk ditukarkan dengan asetyang memberikan bunga misal obligasi. Jika suku bunga berada di bawah tinkat keseimbangan maka opportunity cost yang rendah akan mendorong masyarakat untuk memegang uang yang lebih banyak dengan cara aset berimbal bunga.
    Keseimbangan pasar barang : keseimbangan di pasar barang terjadi ketika belanja agregat sama dengan produksi nasional. Belanja agregat terdiri dari komponen domestik mencakup konsumsi, investasi, dan belanja pemerintah dan komponen asing berupa sektor neto, yakni nilai ekspor dikurangi nilai impor.
    Mayoritas ekonom konvensional maupun islam berpendapat bahwa pada harga yang tetap, pendapatan dan bunga atau imbal akan berada pada tingkat yang menyeimbangkan sekaligus pasar barang dan pasar uang. Ekonomi konvensional menganggap bahwa pendapatan dan bunga akan selalu menuju pada tingkat keseimbangan pasar barang dan pasar uang karena di masing-masing pasar terdapat mekanisme penyeimbangan. Sedangkan mayoritas ekonomi islam berpendapat keseimbangan pasar uang dan pasar barang akan terjadi dalam perekonomian tanpa bunga

    Jawaban 3:Kebijakan Moneter adalah upaya mengendalikan atau mengarahkan
    perekonomian ke kondisi yang diinginkan (yang lebih baik) dengan mengatur jumlah uang yang beredar. Yang dimaksud dengan kondisi lebih baik adalah meningkatnya output keseimbangan dan atau terpeliharanya stabilitas harga (inflasi terkontrol).
    Dalam kebijakan moneter ada tiga instrumen wajib, yaitu:
    1.Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation)
    Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operasion) adalah Pemerintah mengendalikan jumlah uang beredar dengan cara menjual atau membeli surat-surat berharga milik pemerintah (government securities).
    2.Fasilitas Diskonto (Discount Rate)
    Tingkat bunga diskonto adalah tingkat bunga yang ditetapkan pemerintah atas bank-bank umum yang meminjam ke bank sentral. Kebutuhan ini dapat dimanfaatkan oleh pemerintah untuk mengurangi atau menambah jumlah uang beredar.
    3.Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio)
    Penetapan rasio cadangan wajib juga dapat mengubah jumlah uang beredar, jika rasio cadangan wajib diperbesar, maka kemampuan Bank memberikan kredit akan lebih kecil dibanding sebelumnya.
    Di luar tiga instrumen tersebut pemerintah juga dapat melakukan imbauan moral (moral persuasian).dengan imbauan moral, otoritas moneter mencoba mengarahkan atau mengendalikan jumlah uang yang beredar.
    Kaitan kebijakan moneter dengan pertumbuhan ekonomi yaitu melalui kebijakan moneter pemerintah dapat mempertahankan, menambah, atau mengurangi jumlah uang beredar dalam upaya mempertahankan kemampuan ekonomi bertumbuh sekaligus mengendalikan inflasi.

    BalasHapus
  44. Nama :ROSALITA ROSCHENDY
    Nim :208082000038
    AKUNTANSI B SEMESTER 2 (non reguler)

    1. Jelaskan tentang pendapatan nasional?
    Output total suatu perekonomian sama dengan pendapatan totalnya, faktor-faktor produksi dan fungsi produksi sama-sama dapat menentukan output total barang dan jasa dan juga menentukan pendapatan nasional. Distribusi pendapatan nasional ditentukan oleh harga-harga faktor (jmlh yg dibyarkan ke faktor produksi upah dan sewa yg dikumpulkan pemilik modal).
    Pembagian pendapatan nasional, dihitung dengan pendapatan total dibagi antara pengembalian kpd tenaga kerja, modal dan laba ekonomis, maka pendapatan tersisa setelah perusahaan membayar factor-faktor produksi laba ekonomis (pemilik perusahaan ).
    Kenaikan pendapatan nasional akan meningkatkan nilai tabungan pada berbagai tingkat suku bunga. Akibatnya, terjadi kelebihan pasokan modal pada tingkat bunga yang berlaku. Untuk bersaing menawarkan modalnya, penawar bersedia mengurangi suku bunga yang ia terima. Tingkat bunga akan turun hingga permintaan modal sama dengan pasokan.
    Pendapatan Nasional (National Income) dapat ditinjau dari beberapa pendekatan, yaitu:
    Dalam Metode Pengeluaran pendapatan nasional adalah penjumlahan seluruh pengeluaran yang dilakukan seluruh rumah tangga pelaku ekonomi (Rumah Tangga Konsumen, Rumah Tangga Produsen, Rumah Tangga Pemerintah dan Rumah Tangga Masyarakat Luar Negeri) di dalam suatu negara selama periode tertentu biasanya setahun. Hasil perhitungannya dinamakan Produk Nasional Bruto (PNB) atau Gross National Product (GNP)
    Dalam pendekatan pendapatan, pendapatan nasional adalah seluruh pendapatan yang diterima oleh pemilik faktor produksi yang disumbangkan kepada Rumah Tangga Produsen selama satu tahun. Pendapatan Nasional berdasarkan pendekatan atau metode pendapatan merupakan hasil penjumlahan dari sewa, upah, bunga modal dan laba yang diterima masyarakat pemilik faktor produksi selama satu tahun. Hasil perhitungan pendapatan nasional dengan menggunakan pendekatan atau metode pendapatan ini dinamakan Pendapatan Nasional (PN) atau National Income (NI).

    2. Jelaskan tentang keseimbangan di pasar barang dan pasar uang?
    Keseimbangan Pasar Barang Dan Pasar Uang Dalam perekonomian terutama dari segi Perspektif Islam. Perbedaan antara keseimbangan pasar barang dan pasar uang antara konvensional dengan Islam adalah, terdapat pada suku bunga dan bagi hasil. Dalam Islam semakin tinggi rasio profit sharing maka tingkat investasi semakin tinggi, sebaliknya jika rasio profit sharing rendah maka tingkat investasi makin rendah. Beda halnya dengan perspektif konvensional, semakin tinggi suku bunga maka semakin rendah tingkat investasi, sebaliknya jika suku bunga rendah maka tingkat investasi makin tinggi.

    3. Sebutkan dan jelaskan tentang kebijakan moneter dan kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi?
    Bentuk kebijakan moneter ;
    Kebijakan dari segi/aspek permintaan/pengeluaran :
    • Kebijakan fiskal (Fiscal Policy) :yaitu kebijakan pemerintah yg. membuat perubahan dlm.bidang per-pajakan (T) & pengeluaran pemerintah (G) dng.tujuan untuk mempengaruhi pengeluaran/permintaan agregat dlm.perekonomian. Kebijakan fiskal (Fiscal Policy)
    Menurut pandangan Keynes, kebijakan fiskal (Fiscal Policy) adalah sangat penting untuk mengatasi pengangguran.
    • Kebijakan moneter (Monetary Policy) : yaitu kebijakan pemerintah yg. dilaksanakan oleh Bank Sentral, untuk mempengaruhi (merubah) penawaran (supply) uang dlm.perekonomian atau merubah suku bunga, dng. tujuan untuk mempengaruhi pengeluaran / permintaan agregat dlm.perekonomian.
    Kebijakan dari segi/aspek penawaran :
    • Kebijakan pendapatan (Income Policy) : yaitu kebijakan pemerintah yang dilaksanakan dengan tujuan untuk mengendalikan tuntutan kenaikan pendapatan pekerja.
    • Melaksanakan usaha swastanisasi, dng.tujuan me-ningkatkan efisiensi.
    • Mendorong persaingan yang lebih sempurna, dengan melakukan deregulasi berbagai aturan yg. dapat me-ngendalikan efek monopoli atau semi-monopoli yang tidak efisien. Contohnya pemberian insentif oleh pemerintah (berupa pengurangan pajak atau pembebasan pajak) dalam rangka inovasi teknologi atau perbaikan mutu produksi.
    kebijakan moneter kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi,
    kebijakan yang mendukung perkembangan ekonomi dengan tetap mengedepankan stabilitas makroekonomi serta sistem keuangan , Apabila tekanan inflasi terus cenderung menurun, ruang bagi pelonggaran kebijakan moneter masih terbuka.Usaha pelonggaran moneter akan didukung oleh langkah-langkah lain seperti penguatan sektor keuangan, yang termasuk peningkatan sistem pengawasan perbankan & efektivitas serta efisiensi sistem pembayaran. Dengan berbagai upaya tersebut diharapkan tercipta optimisme kegiatan dunia usaha yang selanjutnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi.

    BalasHapus
  45. Nama : Muhammadoktofian
    Nim : 208082000058
    Kelas : Akuntansi 2B

    Jawaban Saya

    1.Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.
    Cara menghitung pendapatan nasional ada 3 (tiga) cara, adalah sebagai berikut:
    1.Cara Pengeluaran.
    2.Cara Produksi.
    3.Cara Pendapatan.

    2.Keseimbangan di pasar barang terjadi ketika belanja agregat (aggregate expenditure—AE) sama dengan produksi nasional (Y). Belanja agregat terdiri dari komponen domestik, mencakup konsumsi (C), investasi (I) dan belanja pemerintah (G), dan komponen asing berupa ekspor neto (NX), yakni nilai ekspor dikurangi nilai impor (NX = X—M).

    Keseimbangan Pasar Uang
    Dalam perekonomian bunga, keseimbangan permintaan dan penawaran uang akan terjadi pada tingkat bunga tertentu. Ekonomi konvensional berpendapat bahwa interaksi permintaan dan penawaran uang akan senantiasa membawa suku bunga pada tingkat keseimbangan.

    3.Kebijakan Moneter adalah suatu usaha dalam mengendalikan keadaan ekonomi makro agar dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan melalui pengaturan jumlah uang yang beredar dalam perekonomian. Usaha tersebut dilakukan agar terjadi kestabilan harga dan inflasi serta terjadinya peningkatan output keseimbangan.

    kebijakan moneter (monetary policy) yang berujung pada:
    1. Menaikkan atau mempertahankan laju pertumbuhan perekonomian nasional. Tentu disini perlu kordinasi yang erat dengan kebijakan fiskal (Fiscal Policy) yang dikomandoi oleh Menko Ekuin dan Menteri Keuangan sebagai arsitek APBN. Menaikkan laju pertumbuhan ekonomi (GDP) berarti menaikkan tingkat kemakmuran nasional. Pekerjaan ini membutuhkan kecerdasan dan kemampuan intelektual dengan latar belakang pendidikan moneter yang baik, serta kemampuan berkordinasi dengan pemegang otorisasi Kebijakan Fiskal (Fiscal Policy) dalam menghitung persis laju pertumbuhan yang tepat untuk kondisi tertentu.
    2. Mengontrol perekonomian untuk tidak overheated atau sebaliknya tidak masuk dalam resesi, dengan mengkombinasikan Kebijakan Moneter dan Kebijakan Fiskal. Perlu kemampuan intelektual dengan latar belakang teori-teori moneter untuk bisa menyetir perekonomian melalui jalan pertumbuhan ekonomi yang bergelombang yang disebut business cycle. Juga perlu mempunyai pengetahuan tentang mekanisme kebijakan fiskal dan multipliernya untuk bisa berkordinasi intelektual sepadan dengan Menko Ekuin dan Menkeu.
    3. Mengontrol inflasi melalui kebijakan Moneter. Inflasi yang terlalu tinggi akan menyebabkan kemiskinan. Kenaikan pendapatan atau gaji atau apapun yang sifatnya pendapatan tetap, tidak ada gunanya apabila laju kenaikannya sama dengan laju kenaikan inflasi. Bank Indonesia sebagai pemegang Kebijakan Moneter( Monetary Policy) harus sanggup berkordinasi dengan Menko Ekuin dan Departemen Keuangan untuk mengontrol inflasi. Sebab kalau tidak maka laju pertumbuhan yang telah dicapai akan tidak ada gunanya dan perekonomian semakin lama akan kehilangan daya saing terhadap luar negeri, tidak mampu melakukan eksport, dan mata uang rupiah akan semakin lemah (terdepresiasi) dan tidak berharga.
    4. Menjaga mata uang rupiah untuk tetap stabil. Tanpa kemampuan intelektual yang berlatar belakang bidang moneter dan bidang internasional finance, baik secara teori maupun pengalaman dibidang tersebut, bisa dikatakan agak sulit bagi seseorang untuk mampu menjinakkan mata uang seperti rupiah untuk tetap stabil. Pengetahuan dan pengalaman dibidang ini mesti ada. Tanpa pengalaman seperti ini, kita pantas khawatir kalau kalau mata uang rupiah akan volatile (bergejolak tanpa kontrol dan tanpa arah), apalagi Pemilu sudah didepan mata.

    BalasHapus
  46. Nama :Alifah Tiur Harahap
    Nim :208082000009
    Fakultas:FEIS (nonreg)
    Prodi :Akuntansi A
    Semester:2 (dua)

    Jawaban 1.
    Pendapatan nasional merupakan total pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga di suatu negara yang diperoleh dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, yang lazimnya dalam kurun satu tahun. Terdapat beberapa konsep dalam pendapatan nasional yaitu sebagai berikut :
    a. Gross National Product adalah nilai produk barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk dalam suatu negara selama satu tahun, termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang berproduksi di wilayah negara yang bersangkutan.
    b. Gross Domestic Product adalah total produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara selama satu tahun, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan orang asing yang beroprasi di dalam wilayah yang bersangkutan.
    c. Net National Product : Investasi neto, yaitu Investasi bruto dikurangi investasi bruto.
    d. Net National Income adalah Pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.
    e. Personal Income adalah Bagian pendapatan nasional yang merupakan hak perseorangan dalam perekonomian, sebagian balas jasa keikutsertaan mereka dalam proses produksi.
    f. Disposable Personal Income adalah Pendapatan personal yang dapat dipakai oleh individu, baik untuk membiayai konsumsinya maupun untuk di tabung.

    Jawaban 2
    Keseimbangan Pasar uang : Dalam perekonomian bunga, keseimbangan permintaan dan penawaran uang akan terjadi pada tingkat bunga tertentu. Ekonomi konvensional berpendapat bahwa interaksi permintaan dan penawaran uang akan senantiasa membawa suku bunga pada tingkat keseimbangan. Apabila suku bunga berada di atas tingkat keseimbangan, pasokan uang melebihi permintaan.
    Penurunan permintaan uang akan diimbangi permintaan aset akan mengakibatkan harga aset akan naik dan tingkat bunga menurun. Mekanisme ini akan terus berjalan hingga uang yang ingin dipegang masyarakat sama dengan pasokan uang. Peningkatan penjualan aset akan menurunkan harga dan menaikkan suku bunga hingga permintaan uang sama dengan pasokan uang. Menurut ekonomi konvensional kelebihan permintaan uang karena peningkatan pendapatan akan mendorong bunga naik hingga permintaan uang kembali ketingkat yang sama dengan pasokan uang.

    Keseimbangan pasar barang : keseimbangan di pasar barang terjadi ketika belanja agregat sama dengan produksi nasional. Belanja agregat terdiri dari komponen domestik mencakup konsumsi, investasi, dan belanja pemerintah dan komponen asing berupa sektor neto, yakni nilai ekspor dikurangi nilai impor.



    Jawaban 3.
    Kebijakan moneter adalah upaya mengendalikan atau mengarahkan perekonomian makro ke kondisi yang lebih baik dengan mengatur jumlah uang yang beredar.
    Dalam kebijakan moneter terdapat 3 instrumen utama
    a) operasi pasar terbuka yaitu pemerintah mengendalikan uang beredar dengan cara menjual atau membeli surat-surat berharga milik pemerintah
    b) fasilitas diskonto, dalam instrumen ini ada yang dinamakan tingkat bunga diskonto yang artinya tingkat bunga yang ditetapkan pemerintah atas bank-bank umum yang meminjam ke bank sentral
    c) rasio cadangan wajib, instrumen ini dapat mengubah jumlah uang beredar maka kemampuan bank memberikan kredit akan lebih kecil dibanding sebelumnya
    Diluar 3 instrumen tersebut pemerintah dapat melakukan imbauan moral yang artinya otoritas moneter mencoba mengarahkan atau mengendalikan jumlah uang beredar. Kaitan kebijakan moneter dengan pertumbuhan ekonomi yaitu karena kebijakan moneter mengatur jumlah uang yang beredar agar perbankan mampu memberikan kredit kepada masyarakat hingga tercipta kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat yang memacu pertumbuhan ekonomi.

    BalasHapus
  47. Nama :EKA SETYAWATI
    Nim :208082000002
    Fakultas:FEIS Non Reguler
    Prodi :Akuntansi A
    Semester:2 (dua)
    Hari :Sabtu
    Waktu :14.30 s/d 16.30

    Jawaban 1: Pendapatan nasional adalah total pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga di suatu negara yang diperoleh dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, dalam kurun satu tahun. Konsep dalam pendapatan nasional yaitu sebagai berikut :
    1.Gross National Product : nilai produk barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk dalam suatu negara (nasional ) selama satu tahun, termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang berproduksi di wilayah negara yang bersangkutan (dalam negeri) .
    2.Gross Domestic Product: total produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan orang asing yang beroprasi di dalam wilayah yang bersangkutan.
    3.Net National Product : Investasi neto, yaitu Investasi bruto dikurangi investasi bruto.
    4.Net National Income: Pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.
    5.Personal Income: Bagian pendapatan nasional yang merupakan hak individu-individu dalam perekonomian, sebagian balas jasa keikutsertaan mereka dalam proses produksi.
    6.Disposable Personal Income : Pendapatan personal yang dapat dipakai oleh individu, baik untuk membiayai konsumsinya maupun untuk di tabung.



    Jawaban 2: Keseimbangan Pasar uang :
    Dalam perekonomian bunga, keseimbangan permintaan dan penawaran uang akan terjadi pada tingkat bunga tertentu. Ekonomi konvensional berpendapat bahwa interaksi permintan dan penawaran uang akan senantiasa membawa suku bunga pada tingkat keseimbangan. Apabila suku bunga berada di atas tingkat keseimbangan, pasokan uang melebihi permintaan.Penurunan permintaan uang akan diimbangi permintaan asset akan mengakibatkan harga asset akan naik dan tingkat bunga menurun. Mekanisme ini akan terus berjalan hingga uang yang ingin dipegang masyarakat sama dengan pasokan uang. Peningkatan penjualan asset akan menurunkan harga dan menaikkan suku bunga hingga permintaan uang sama dengan pasokan uang. Menurut ekonomi konvensional kelebihan permintaan uang karena peningkatan pendapatan akan mendorong bunga naik hingga permintaan uang kembali ketingkat yang sama dengan pasokan uang. Dengan demikian, peningkatan pendapatan menyebabkan kenaikkan suku bunga di pasar uang.

    Keseimbangan pasar barang :
    Keseimbangan di pasar barang terjadi ketika belanja agregat sama dengan produksi nasional. Belanja agregat terdiri dari komponen domestik mencakup konsumsi, investasi, dan belanja pemerintah dan komponen asing berupa sektor neto, yakni nilai ekspor dikurangi nilai impor.Mayoritas ekonom konvensional maupun islam berpendapat bahwa pada harga yang tetap, pendapatan dan bunga atau imbal akan berada pada tingkat yang menyeimbangkan sekaligus pasar barang dan pasar uang. Ekonomi konvensional menganggap bahwa pendapatan dan bunga akan selalu menuju pada tingkat keseimbangan pasar barang dan pasar uang. Sedangkan mayoritas ekonomi islam berpendapat keseimbangan pasar uang dan pasar barang akan terjadi dalam perekonomian tanpa bunga.

    Jawaban 3 : Kebijakan moneter adalah upaya mengendalikan atau mengarahkan perekonomian makro kekondisi yang lebih baik dengan mengatur jumlah uang yang beredar.
    Terdapat 3 instrumen utama dalam kebijakan moneter, yaitu :
    1.operasi pasar terbuka yaitu pemerintah mengendalikan uang beredar dengan cara menjual atau membeli surat-surat berharga milik pemerintah
    2.fasilitas diskonto, dalam instrumen ini ada yang dinamakan tingkat bunga diskonto yang artinya tingkat bunga yang ditetapkan pemerintah atas bank-bank umum yang meminjam ke bank sentral
    3.rasio cadangan wajib, instrumen ini dapat mengubah jumlah uang beredar maka kemampuan bank memberikan kredit akan lebih kecil dibanding sebelumnya
    Diluar 3 instrumen tersebut pemerintah dapat melakukan imbauan moral yang artinya otoritas moneter mencoba mengarahkan atau mengendalikan jumlah uang beredar. Kaitan kebijakan moneter dengan pertumbuhan ekonomi yaitu karena kebijakan moneter mengatur jumlah uang yang beredar agar perbankan mampu memberikan kredit kepada masyarakat hingga tercipta kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat yang memacu pertumbuhan ekonomi.

    BalasHapus
  48. Nama :IRNA FEBRIYANTI
    Nim :208082000035
    Fakultas:FEIS Non Reguler
    Prodi :Akuntansi A
    Semester:2 (dua)
    Hari :Sabtu
    Waktu :14.30 s/d 16.30

    Jawaban 1:
    Pendapatan nasional adalah total pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga di suatu negara yang diperoleh dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, dalam kurun satu tahun. Konsep dalam pendapatan nasional yaitu sebagai berikut :
    1. Gross National Product : nilai produk barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk dalam suatu negara (nasional ) selama satu tahun, termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang berproduksi di wilayah negara yang bersangkutan (dalam negeri) .
    2.Gross Domestic Product: total produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan orang asing yang beroprasi di dalam wilayah yang bersangkutan.
    3.Net National Product : Investasi neto, yaitu Investasi bruto dikurangi investasi bruto.
    4.Net National Income: Pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.
    5.Personal Income: Bagian pendapatan nasional yang merupakan hak individu-individu dalam perekonomian, sebagian balas jasa keikutsertaan mereka dalam proses produksi.
    6.Disposable Personal Income : Pendapatan personal yang dapat dipakai oleh individu, baik untuk membiayai konsumsinya maupun untuk di tabung.



    Jawaban 2:
    Keseimbangan Pasar uang :
    Dalam perekonomian bunga, keseimbangan permintaan dan penawaran uang akan terjadi pada tingkat bunga tertentu. Ekonomi konvensional berpendapat bahwa interaksi permintan dan penawaran uang akan senantiasa membawa suku bunga pada tingkat keseimbangan. Apabila suku bunga berada di atas tingkat keseimbangan, pasokan uang melebihi permintaan.Penurunan permintaan uang akan diimbangi permintaan asset akan mengakibatkan harga asset akan naik dan tingkat bunga menurun. Mekanisme ini akan terus berjalan hingga uang yang ingin dipegang masyarakat sama dengan pasokan uang. Peningkatan penjualan asset akan menurunkan harga dan menaikkan suku bunga hingga permintaan uang sama dengan pasokan uang. Menurut ekonomi konvensional kelebihan permintaan uang karena peningkatan pendapatan akan mendorong bunga naik hingga permintaan uang kembali ketingkat yang sama dengan pasokan uang. Dengan demikian, peningkatan pendapatan menyebabkan kenaikkan suku bunga di pasar uang.

    Keseimbangan pasar barang :
    Keseimbangan di pasar barang terjadi ketika belanja agregat sama dengan produksi nasional. Belanja agregat terdiri dari komponen domestik mencakup konsumsi, investasi, dan belanja pemerintah dan komponen asing berupa sektor neto, yakni nilai ekspor dikurangi nilai impor.Mayoritas ekonom konvensional maupun islam berpendapat bahwa pada harga yang tetap, pendapatan dan bunga atau imbal akan berada pada tingkat yang menyeimbangkan sekaligus pasar barang dan pasar uang. Ekonomi konvensional menganggap bahwa pendapatan dan bunga akan selalu menuju pada tingkat keseimbangan pasar barang dan pasar uang. Sedangkan mayoritas ekonomi islam berpendapat keseimbangan pasar uang dan pasar barang akan terjadi dalam perekonomian tanpa bunga.

    Jawaban 3 :
    Kebijakan moneter adalah upaya mengendalikan atau mengarahkan perekonomian makro kekondisi yang lebih baik dengan mengatur jumlah uang yang beredar.
    Terdapat 3 instrumen utama dalam kebijakan moneter, yaitu :
    1.operasi pasar terbuka yaitu pemerintah mengendalikan uang beredar dengan cara menjual atau membeli surat-surat berharga milik pemerintah
    2.fasilitas diskonto, dalam instrumen ini ada yang dinamakan tingkat bunga diskonto yang artinya tingkat bunga yang ditetapkan pemerintah atas bank-bank umum yang meminjam ke bank sentral
    3.rasio cadangan wajib, instrumen ini dapat mengubah jumlah uang beredar maka kemampuan bank memberikan kredit akan lebih kecil dibanding sebelumnya

    Diluar 3 instrumen tersebut pemerintah dapat melakukan imbauan moral yang artinya otoritas moneter mencoba mengarahkan atau mengendalikan jumlah uang beredar. Kaitan kebijakan moneter dengan pertumbuhan ekonomi yaitu karena kebijakan moneter mengatur jumlah uang yang beredar agar perbankan mampu memberikan kredit kepada masyarakat hingga tercipta kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat yang memacu pertumbuhan ekonomi.

    BalasHapus
  49. Nama : Muhammad Nur Soim
    Nim: 208082000047
    Fakultas: FEIS
    Kelas: Akuntansi 2B

    Jawaban No.1
    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.

    Jawaban No.2
    Pasar Barang : Permintaan total masyarakat akan barang-barang dan jasa-jasa bertemu dengan seluruh barang-barang dan jasa-jasa yang diproduksi dan di tawarkan oleh seluruh produsen yang ada di masyarakat dalam suatu periode.
    Pasar Uang : Permintaan atau kebutuhan masyarakat akan uang (kartal dan giral) bertemu dengan jumlah uang yang beredar. Pertemuan antara permintaan dan penawaran uang akan menentukan harga uang , yang tidak lain adalah tingkat bunga.
    -keseimbangan di pasar barang akan sama dengan keseimbangan di pasar uang. Hal ini dikarenakan fungsi permintaan dan penawaran uang mirip dengan fungsi permintaan dan penawaran untuk barang tertentu. jika tingkat bunga yang merupakan pengaruh akan jumlah uang yang beredar menurun,otomatis akan terjadi pergesaran kurva dalam pasar uang dan hal ini juga akan membuat daya beli masyarakat akan rendah,dan secara otomatis pula terjadi pergeseran kurva dalam pasar barang.
    bisa disimpulkan bahwa keseimbangan di pasar barang dengan pasar uang selalu berbanding lurus.

    Jawaban No.3
    Kebijakan Moneter adalah suatu usaha dalam mengendalikan keadaan. Ekonomi. makro agar dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan melalui pengaturan jumlah uang yang beredar dalam perekonomian. Usaha tersebut dilakukan agar terjadi kestabilan harga dan inflasi serta terjadinya peningkatan output keseimbangan. Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :
    1. Kebijakan Moneter Ekspansif
    Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang beedar.
    2. Kebijakan Moneter Kontraktif
    Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang beredar.
    -Peran Kebijakan Moneter dalam Pembangunan Ekonomi.
    kebijakan moneter secara aktif digunakan untuk mendorong perekonomian dan lapangan kerja agar laju pertumbuhan ekonomi dapat senantiasi berada pada tingkat potensialnya. Paradigma kebijakan moneter yang sering disebut sebagai “activist” monetary policy ini tidak terlepas dari keyakinan pada saat itu bahwa dalam jangka panjang terdapat “trade off” antara pengangguran dan inflasi, atau yang sering dikenal sebagai kurva Phillips. Artinya, dalam jangka panjang bank sentral dapat secara permanent mendorong pertumbuhan ekonomi dengan mengorbankan inflasi pada tingkat tertentu.

    BalasHapus
  50. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  51. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  52. Nama : Fandy Prasetiyo
    NIM : 208082000051
    Fakultas : Ekonomi dan ilmu sosial
    Kelas : akuntansi (B)


    Jawaban No: 1

    pendapatan nasional menerangkan tentang barang-barang dan jasa-jasa yang diproduksikan suatu negara dalam suatu tahun tertentu. pendapatan negara selanjutnya dapat dibedakan menjadi dua pengertian ,yaitu :
    a) produk nasional bruto (gross national product,GNP)produk keseluruhan yang dihasilkan warga negara suatu negara tertentu.
    b) produk domestik bruto ( gross domestic product,GDP)yaitu produk yang dihasilkan oleh produk suatu negara tertentu.

    - perhitungan pendapatan nasional dapat dilakukan dengan tiga cara,yaitu :
    *cara pengeluaran,pendapatan nasional dihitung dengan menjumlah pengeluaran atas barang dan jasa yang diproduksikan suatu negara.komponen pengeluaran dalam perekonomian:pengeluaran konsumsi rumah tangga ,pengeluaran pemerintah,pengeluaran investasi atau pembentukan modal swasta dan ekspor netto
    *cara produksi,pendapatan nasional dihitung dengan menjumlah nilai produksi barang dan jasa yang diwujudkan oleh berbagai sektor(lapangan usaha)dalam perekonomian
    *cara pendapatan,pendapatan nasional dihitung dengan menjumlah pendapatan yang diterima dari berbagai faktor-faktor produksi.


    Jawaban No: 2

    pasar barang dimana semua barang dan jasa yang diproduksikan oleh suatu negara dan dalam jangka waktu tertentu.permintaan dari pasar barang merupakan agregasi dari semua permitaan akan barang dan jasa di dalam negri ,sementara yang jadi penawaran adalah semua barang dan jasa yang diproduksikan didalam negri.dalam ekonemi konvensional,keseimbangan umum dapat terjadi apabila pasar barang dan pasar uang ada didalam keseimbangan.dalam keadaan keseimbangan umum ini besarnya pendapatan nasional (Y)dan tingkat bunga (I)yang terjadi akan mencerminkan pendapatan nasional (Y) dan tingkat bunga (I) yang seimbang baik dipasar barang maupun di pasar uang namun,dalam ekonomi islam sistem bunga dihapuskan. perbedaan antara keseimbangan pasar barang dan pasar uang antara konvensional dengan islam adalah,terdapat pada suku bungan dan bagi hasil.dalam islam semakin tinggi nilai rasio profit sharing maka tingkat investasi semakin tinggi dan sebaliknya jika nilai rasio profit sharing rendah maka investari rendah.beda halnya dengan perspektif konvensional ,jika dari konvensional semakin tinggi bunga maka semakin rendah tingkat investasinya sebaliknya jika semakin rendah suku bunga maka semakin tinggi tingkat investasinya.


    Jawaban NO: 3


    kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang suatu negara untuk mencapai tujuan tertentu,seperti menahan inflasi ,mencapai pekerjaan penuh dan sejahtera. kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat perekonomian yang lebih tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga.
    -kebijakan fiskal yaitu kebijakan pemerintah yang membuat perubahan dibidang perpajakan (T) dan pengeluaran pemerintah (G)dengan tujuan mempengaruhi pengeluaran pemerintah dalam agregat perekonomian.
    -Net National Income: Pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.

    -Personal Income: Bagian pendapatan nasional yang merupakan hak individu-individu dalam perekonomian, sebagian balas jasa keikutsertaan mereka dalam proses produksi.
    -Net National Product : Investasi neto, yaitu Investasi bruto dikurangi investasi bruto.
    -fasilitas diskonto, dalam instrumen ini ada yang dinamakan tingkat bunga diskonto yang artinya tingkat bunga yang ditetapkan pemerintah atas bank-bank umum yang meminjam ke bank sentral

    BalasHapus
  53. NAMA : FATHIMATUZZAHRA
    NIM : 208082000048
    KELAS : AKUNTANSI 2A



    1.Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun. Dalam perhitungannya, pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara. Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional.


    2.Pasar barang adalah pasar dimana semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu Negara dan dalam jangka waktu tertentu. Permintaan dalam pasar barang merupakan agregasi dari semua permintaan akan barang dan jasa di dalam negeri, sementara yang menjadi penawarannya adalah semua barang dan jasa yang diproduksikan dalam negeri. Sedangkan Pasar uang adalah pertemuan antara permintaan dan penawaran uang dan sering disebut dengan istilah sector riil. Dalam pasar uang yang ditransaksikan adalah hak menggunakan uang untuk jangka waktu tertentu. Pihak yang melakukan penawaran uang adalah otoritas moneter (Bank sentral dan pemerintah) dan lembaga keuangan (bank dan bukan bank), sedangkan pihak yang melakukan permintaan adalah masyarakat (rumah tangga dan perusahaan).
    Dalam ekonomi konvensional, kesimbangan umum dapat terjadi apabila pasar barang dan pasar uang ada di dalam keseimbangan. Dalam keadaan keseimbangan umum ini besarnya pendapatan nasional (Y) dan tingkat bunga (i) yang terjadi akan mencerminkan pendapatan nasional (Y) dan tingkat bunga (i) yang seimbang baik di pasar barang maupun di pasar uang. Namun, dalam ekonomi Islam, system bunga dihapuskan. Kurva IS menyatakan hubungan antara tingkat bunga dan tingkat pendapatan yang muncul di pasar barang dan jasa. Kurva IS juga menyatakan “investasi” dan “tabungan”.


    3.Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu; seperti menahan inflasi, mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera. Kebijakan moneter dapat melibatkan mengeset standar bunga pinjaman, "margin requirement", kapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui persetujuan melalui negosiasi dengan pemerintah lain. Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga. Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam pasokan/distribusi barang.Kebijakan moneter dilakukan antara lain dengan salah satu namun tidak terbatas pada instrumen sebagai berikut yaitu suku bunga, giro wajib minimum, intervensi dipasar valuta asing dan sebagai tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas.

    BalasHapus
  54. widhi handoko
    208082000063
    akuntansi II B
    non reguler



    1. Penjelasan tentang Pendapatan Nasional
    Pendapatan Nasional (National Income) merupakan salah satu indikator penting untuk mengukur prestasi perekonomian suatu bangsa. Data makroekonomi ini dapat digunakan untuk menilai prestasi kegiatan ekonomi pada suatu tahun tertentu, prospeknya di masa depan.
    Penjelasan pendapatan nasional adalah sebagai berikut :
    Pendapatan Nasional (National Income) adalah total pendapatan yang diterima oleh negara dengan mengurangi NNP dengan pajak tidak langsung. Yang dimaksud dengan pajak tidak langsung adalah pajak yang kewajiban pembayarannya dapat dipindahkan ke orang lain seperti pajak impor dan pajak penjualan . Umumnya jenis pajak seperti ini akan menyebabkan kenaikan harga.
    Pendapatan nasional dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
    • Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
    • Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif , jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
    • Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Goverment), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X − M).

    2. Keseimbangan di pasar barang dan pasar uang, yaitu dimana tingkat bunga mempengaruhi investasi dan permintaan terhadap uang. Yang mana kedua pengaruh tersebut menghubungkan dua bagian/ model tersebut itu dinamakan model IS-LM (pasar barang dan pasar uang). Di dalam model tersebut menunjukkan interaksi antar pasar-pasar. Tingkat bunga naik apabila permintaan terhadap uang (D) lebih besar daripada penawaran uang (S) dan sebaliknya. Lalu apabila ada kelebihan permintaan terhadap uang, akan terjadi penjualan asset (surat berharga, obligasi) atau penarikan tabungan sehingga harga turun, tetapi tingkat bunga (obligasi) naik. Maka dari hal tersebut dapat memunculkan keseimbangan di antara pasar barang dan pasar uang.

    3. Kebijakan Moneter dan hubungannya dengan pertumbuhan ekonomi
    Pada dasarnya kebijakan moneter adalah untuk menjaga inflasi terus meningkat dimana akibat dari peredaran uang yang melebihi kebutuhan produksi. Dan inflasi akan menurunkan pertumbuhan ekonomi dikarenakan harga barang meningkat. Sehingga produksi barang dan jasa menurun karena ongkos produksi pun meningkat. Dan juga investasi akan menurun sebab investor akan lebih memilih mendepositokan uang dari pada harus berbisnis dengan kondisi ekonomi yang tidak menjanjikan. Dan apabila semua ini terjadi maka kegiatan ekonomi akan menurun.
    Untuk mengatasi nya pemerintah dapat melakukan melakukan kebijakan moneter sebagai berikut:
    1. Melakukan operasi pasar terbuka(membeli & menjual obligasi,dengan cara ini dapat menaikkan & menurunkan jumlah uang yang beredar).
    2. Mengubah persyaratan cadangan(jarang dilakukan)
    3. Mengubah tingkat diskonto.

    BalasHapus
  55. FAUZAN JUNAIDI
    NIM. 20802000050
    AKUNTANSI SEM II B
    FAKULTAS EKONOMI DAN ILMU SOSIAL

    I. Pendapatan Nasional
    A. Pengertian
    Pendapatan nasional adalah merupakan jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam suatu negara selama satu tahun.

    1. PDB/GDP (Produk Domestik Bruto/Gross Domestik Product)
    Produk Domestik Bruto adalah jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu Negara selama satu tahun. Dalam perhitungannya, termasuk juga hasil produksi dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi diwilayah yang bersangkutan
    2. PNB/GNP (Produk Nasional Bruto/Gross Nasional Product)
    Rumus
    GNP = GDP – Produk netto terhadap luar negeri
    B. Perhitungan Pendapatan Nasional
    Perhitungan Pendapatan Nasional
    a. Metode Produksi
    Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh sector ekonomi masyarakat dalam periode tertentu
    Y = [(Q1 X P1) + (Q2 X P2) + (Qn X Pn) ……]
    b. Metode Pendapatan
    Pendapatan nasional merupakan hasil penjumlahan dari seluruh penerimaan (rent, wage, interest, profit) yang diterima oleh pemilik factor produksi adalam suatu negara selama satu periode.
    Y = r + w + i + p
    c. Metode Pengeluaran
    Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh seluruh rumah tangga ekonomi (RTK,RTP,RTG,RT Luar Negeri) dalam suatu Negara selama satu tahun.
    Y = C + I + G + (X – M)
    II. Kebijakan Moneter dan Kaitannya terhadap Pertumbuhan Ekonomi
    A. Arti Definisi / Pengertian Kebijakan Moneter (Monetary Policy)
    Kebijakan Moneter adalah suatu usaha dalam mengendalikan keadaan ekonomi makro agar dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan melalui pengaturan jumlah uang yang beredar dalam perekonomian. Usaha tersebut dilakukan agar terjadi kestabilan harga dan inflasi serta terjadinya peningkatan output keseimbangan.
    Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :
    1. Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy
    Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang edar
    2. Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy
    Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang edar. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policu)
    Kebijakan moneter yang akan diambil oleh setiap Negara berbeda-beda tergantung instrument yang telah ada di Negara tersebut. Dan ketika kebijakan yang diamil sesuai maka akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Negara tersebut.

    BalasHapus
  56. Nama : Diden Barkah
    NIM : 208082000065
    Kelas : Akuntansi 2B

    1. Pendapatan Nasional adalah suatu pendapatan yg didapatkan oleh tiap pemilik produksi dalam beberapa kurun waktu tertentu yang biasanya 1 tahun pada suatu negara dimana faktor produksinya berdasarkan beberapa pendekatan, yaitu :
    a. pendekatan produksi
    b. pendekatan pendapatan
    c. pendekatan pengeluaran

    2. Pasar barang : permintaan total masyarakat akan suatu barang dan jasa akan bertemu dengan seluruh barang dan jasa yg ada yg ditawarkan oleh seluruh produsen terhadap permintaan tersebut kepada masyarakat dalam beberapa waktu/ periode tertentu.
    Pasar uang : permintaan masyarakat akan uang bertemu dengan jumlah uang yg beredar dimasyarakat, dari pertemuan inilah yg akan menentukan harga uang(tingkat suku bunga tinggi atau rendah).

    sehingga keseimbangan dipasar barang akan sama dengan keseimbangan dipasar uang karena antara fungsi permintaan uang dan fungsi permintaan barang sangatlah mirip.

    3. Kebijakan moneter adalah suatu kebijakan yg dibuat oleh pemerintah untuk mengendalikan perekonomian dalam suatu negara sehingga dapat berjalan dengan baik, hal ini dilakukan agar terciptanya keseimbangan harga maupun inflasi,menambah atau mengurangi peredaran uang (tergantung keadaan) merupakan cara yg dilakukan untuk mengendalikan perekonomian.

    2 jenis kebijakan moneter yaitu :
    a. ekspansif : kebijakan moneter yg dilakukan dengan menambahkan jumlah peredaran uang dimasyarakat
    b. kontraktif : kebijakan moneter yg dilakukan dengan mengurangi jumlah peredaran yang dimasyarakat

    kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi : adanya kebijakan moneter sangat berpengaruh untuk memajukan pertumbuhan ekonomi agar laju pertumbuhan ekonomi berada pada tingkat potensialnya. Paradigma kebijakan moneter yang sering disebut sebagai “activist” monetary policy ini tidak terlepas dari keyakinan pada saat itu bahwa dalam jangka panjang terdapat “trade off” antara pengangguran dan inflasi, atau yang sering dikenal sebagai kurva Phillips. Artinya, dalam jangka panjang bank sentral dapat secara permanent mendorong pertumbuhan ekonomi dengan mengorbankan inflasi pada tingkat tertentu.

    BalasHapus
  57. widhi handoko
    208082000063
    akuntansi II B
    non reguler



    1. Penjelasan tentang Pendapatan Nasional
    Pendapatan Nasional (National Income) merupakan salah satu indikator penting untuk mengukur prestasi perekonomian suatu bangsa. Data makroekonomi ini dapat digunakan untuk menilai prestasi kegiatan ekonomi pada suatu tahun tertentu, prospeknya di masa depan.
    Penjelasan pendapatan nasional adalah sebagai berikut :
    Pendapatan Nasional (National Income) adalah total pendapatan yang diterima oleh negara dengan mengurangi NNP dengan pajak tidak langsung. Yang dimaksud dengan pajak tidak langsung adalah pajak yang kewajiban pembayarannya dapat dipindahkan ke orang lain seperti pajak impor dan pajak penjualan . Umumnya jenis pajak seperti ini akan menyebabkan kenaikan harga.
    Pendapatan nasional dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
    • Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
    • Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif , jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
    • Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Goverment), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X − M).

    2. Keseimbangan di pasar barang dan pasar uang, yaitu dimana tingkat bunga mempengaruhi investasi dan permintaan terhadap uang. Yang mana kedua pengaruh tersebut menghubungkan dua bagian/ model tersebut itu dinamakan model IS-LM (pasar barang dan pasar uang). Di dalam model tersebut menunjukkan interaksi antar pasar-pasar. Tingkat bunga naik apabila permintaan terhadap uang (D) lebih besar daripada penawaran uang (S) dan sebaliknya. Lalu apabila ada kelebihan permintaan terhadap uang, akan terjadi penjualan asset (surat berharga, obligasi) atau penarikan tabungan sehingga harga turun, tetapi tingkat bunga (obligasi) naik. Maka dari hal tersebut dapat memunculkan keseimbangan di antara pasar barang dan pasar uang.

    3. Kebijakan Moneter dan hubungannya dengan pertumbuhan ekonomi
    Pada dasarnya kebijakan moneter adalah untuk menjaga inflasi terus meningkat dimana akibat dari peredaran uang yang melebihi kebutuhan produksi. Dan inflasi akan menurunkan pertumbuhan ekonomi dikarenakan harga barang meningkat. Sehingga produksi barang dan jasa menurun karena ongkos produksi pun meningkat. Dan juga investasi akan menurun sebab investor akan lebih memilih mendepositokan uang dari pada harus berbisnis dengan kondisi ekonomi yang tidak menjanjikan. Dan apabila semua ini terjadi maka kegiatan ekonomi akan menurun.
    Untuk mengatasi nya pemerintah dapat melakukan melakukan kebijakan moneter sebagai berikut:
    1. Melakukan operasi pasar terbuka(membeli & menjual obligasi,dengan cara ini dapat menaikkan & menurunkan jumlah uang yang beredar).
    2. Mengubah persyaratan cadangan(jarang dilakukan)
    3. Mengubah tingkat diskonto.

    BalasHapus
  58. Nama : Muhammad Agan
    NIM : 208082000049
    Kelas : Akuntansi 2B

    Soal no.1
    Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yg diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) disuatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun. yg dihitung berdasarkan beberapa pendekatan:
    a. pendekatan produksi
    b. pendekatan pendapatan
    c. pendekatan pengeluaran
    Dalam perhitungannya pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah GNP (Gross National Product) yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yg dihasilkan tiap tahun oleh negara yg bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara. Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yg dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional.

    Soal no.2
    Keseimbangan pasar barang dan jasa tercapai apabila penawaran barang dan jasa sama dengan permintaannya. Pada saat itu tingkat saving yg mewakili penawaran agregat sama dengan investasi yg mewakili permintaan agregat, hal ini digambarkan dengan kurva IS (I=S,dimana invesment=saving) dan Y=AE, C+S=C+I
    Karena saving dipengaruhi oleh tingkat pendapatan dan investasi dipengaruhi oleh tingkat bunga maka hal ini dapat dikombinasikan tingkat bunga dan pendapatan keseimbangan dimana pasar barang dan jasa akan berada dalam keseimbangan yg digambarkan dalam kurva IS karena kurva IS merupakan suatu gambaran hubungan antara berbagai tingkat bunga dengan pendapatan nasional yg memungkinkan pasar barang dan jasa berada dalam keseimbangan.

    Soal no.3
    Kebijakan moneter adalah suatu kebijakan yg dibuat oleh pemerintah untuk mengendalikan perekonomian negara sehingga perekonomian dapat berjalan dengan baik dan stabil.

    adapun jenis-jenis kebijakan moneter yaitu:
    a. kebijakan moneter kontraktif yaitu kebijakan moneter yg dilakukan pemerintah dengan cara mengurangi jumlah uang yg beredar.
    b. kebijakan moneter ekspansif yaitu kebijakan moneter yg dilakukan pemerintah dengan cara menambah peredaran uang.

    hal ini sangat berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi karena kebijakan moneter sangat mempengaruhi kelangsungan pertumbuhan ekonomi negara agar laju pertumbuhan ekonomi berada dalam titik yg semestinya

    BalasHapus
  59. SUCI LESTARI
    AKUNTANSI 2B
    208082000057
    1. Pendapatan Nasional adalah pendapatan yang diterima oleh suatu negara dalam suatu periode tertentu, biasanya satu tahun.

    Pendapatan Nasional dapat di tinjau dari tiga pendekatan, yaitu:
    -Pendekatan Produksi
    -Pendekatan Pengeluaran
    -Pendekatan Pendapatan

    Manfaat Pendapatan Nasional adalah untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian atau negara jasa, Contohnya, berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris, Jepang merupakan negara industri, Singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.
    Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.

    2. Jelaskan tentang keseimbangan pasar barang dan pasar uang?
    Keseimbangan pasar barang dan pasar uang terdapat pada harga yang tetap, pendapatan dan bunga akan berada pada tingkat yang menyeimbangkan pasar barang dan pasar uang. Pendapatan dan bunga akan selalu menuju pada tingkat keseimbangan pasar barang dan pasar uang karena di masing – masing pasar terdapat mekanisme penyeimbang. Mayoritas ekonomi islam berpendapat bahwa mekanimse ini terjadi pada perekonomian tanpa bunga. Pendapatan akan menuju pada ke tingkat keseimbangan ini.

    3. Kebijakan Moneter dan Kaitannya terhadap Pertumbuhan Ekonomi
    Pengertian Kebijakan Moneter (Monetary Policy)
    Kebijakan Moneter adalah suatu usaha dalam mengendalikan keadaan ekonomi makro agar dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan melalui pengaturan jumlah uang yang beredar dalam perekonomian. Usaha tersebut dilakukan agar terjadi kestabilan harga dan inflasi serta terjadinya peningkatan output keseimbangan.
    Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar.

    BalasHapus
  60. nama :prasetyo sumali
    nim :208082000056
    kelas : akuntansi 2b

    BalasHapus
  61. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  62. Nama : Shyinna Fikri
    NIM : 208082000069
    Kelas : Akuntansi 2B

    soal no.1
    Pendapatan nasional adalah pendapatan yg diterima oleh suatu negara dalam satu periode tertentu biasanya 1 tahun.
    GDP (gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yg dihasilkan oleh unit-unit produksi didalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama 1 tahun.
    GNP (Gross National Product)atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yg dihasilkan oleh penduduk suatu negara (Nasional) selama 1 tahun.
    NNP (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement).
    NNI (Net national Income) adalah pendapatan yg dihitung menurut jumlah balas jasa yg diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.

    soal no.2
    Pasar barang adalah pasar yg mempertemukan penawaran dan permintaan barang dan jasa, pasar barang sering disebut dengan sektor riil, keseimbangan pasar barang terjadi ketika belanja agreggat sama dengan produksi nasional (Y)
    Pasar uang adalah pasar yg mempertemukan penawaran dan permintaan uang dan saham keseimbangan pasar uang akan terjadi pada tingkat bunga tertentu.
    Keseimbangan pasar barang dan pasar uang terdapat pada harga yg tetap, pendapatan dan bunga akan berada pada tingkat yg menyeimbangkan pasar barang dan pasar uang.
    Tingkat pendapatan dan bunga keseimbangan ini terletak diperpotongan IS dan LM, baik yg menggunakan basisi bunga maupun imbal.

    soal no.3
    Kebijakan moneter adalah suatu kebijakan yg bertujuan untuk mengatur segala aktifitas keuangan dan mengatur jumlah uang yg beredar. Kebijakan moneter dibagi menjadi 2, yaitu:
    1. kebijakan moneter kuantitatif adalah langkah-langkah bank sentral yg tujuan utamanya adalah untuk mempengaruhi jumlah penawaran uang dan suku bunga dalam perekonomian. Kebijakan moneter kuantitatif dibagi menjadi 3, yaitu:
    a. operasi pasar terbuka
    b. mengubah suku bunga dan suku diskonto
    c. mengubah tingkat cadangan minimum

    2. Kebijakan moneter kualitatif adalah langkah-langkah bank sentral yg bertujuan mengawasi bentuk-bentuk pinjaman dan investasi yg dilakukan oleh bank-bank perdagangan.

    Kebijakan moneter kualitatif dibagi menjadi 2,yaitu:
    a. pengawasan pinjaman secara terpilih
    b. pembujukan moral

    Kebijakan moneter memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara. Ini dikarenakan dengan adanya kebijakan moneter, maka masalah-masalah ekonomi dapat segera diselesaikan, seperti inflasi. Dengan kebijakan yg diterapkan berupa inflation targeting, maka inflasi dapat segera diselesaikan dengan cepat. Selain itu, kebijakan moneter memegang peranan dalam mengatur jumlah uang yg beredar. Dalam hal ini yaitu Bank Indonesia, BI sebagai otoritas moneter dapat mengembangkan kebijakan secara efektif dapat memulihkan stabilisasi ekonomi dan pertumbuhan ekonomi yg berkelanjutan dengan ongkos yg minimal

    BalasHapus
  63. Nama : Tri Hartini
    NIM : 208082000030
    Kelas : Akuntansi 2 A

    jawaban no. 1 :
    pendapatan nasional adalah nilai barang dan jasa yang diwujudkan pada suatu tahun tertentu.
    produk domestik bruto adalah nilai barang-barang dan jasa yang diproduksikan di dalam negara tersebut dalam satu tahun tertentu. dapat juga diartikan nilai barang dan jasa dalam suatu negara yang diproduksikan oleh faktor-faktor produksi milik warganegara tersebut dan negara asing.
    produk nasional bruto/gross national product adalah nilai barang dan jasa yang dihitung dalam pendapatan nasional hanyalah barang dan jasa yang diproduksikan oleh faktor-faktor produksi oleh warganegara dari negara yang pendapatan nasionalnya dihitung.
    PDB mengukur dua hal yaitu total pendapatan semua orang dalam perekonomian dan total pembelanjaan negara untuk membeli barang dan jasa hasil dari perekonomian.
    dalam analisis makro ekonomi, pendapatan nasional/national income dimaksudkan untuk menyatakan nilai barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu negara merupakan perwakilan PDB/PNB. pendapatan nasional di dalam produk nasional neto pada harga faktor adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh faktor-faktor produksi yang digunakan untuk memproduksikan barang dan jasa dalam suatu tahun tertentu.

    jawaban nomor 2:
    pasar barang adalah pasar diperjual belikannya barang dan jasa. permintaan dalam pasar barang merupakan agregasi dari semua permintaan akan barang dan jasa di dalam negeri sementara yang menjadi penawarannya adalah semua barang dan jasa yang diproduksi dalam negeri.
    keseimbangan di pasar barang berpengaruh terhadap pasar uang karena apabila terjadi penurunan pendapatan dalam dunia usaha dikarenakan kenaikan harga barang di pasar yang terlalu tinggi menyebabkan daya beli masyarakat/tingkat permintaan dan penawaran menurun, maka perusahaan tidak dapat menjual barang dan jasa yang telah diproduksi dengan baik, karena tingkat ekonomi masyarakat yang menurun dan menyebabkan tingkat produksi serta pendapatan nasional menjadi rendah.

    jawaban nomor 3 :
    kebijakan moneter dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu :
    1) kebijakan moneter kuantitatif, yaitu langkah-langkah bank sentral yang tujuan utamanya adalah untuk mempengaruhi jumlah penawaran uang dan suku bunga dalam perekonomian. dalam masa deflasi, penawaran uang perlu ditambah. langkah ini akan menurunkan suku bunga dan penurunan ini selanjutnya akan menggalakkan perkembangan kegiatan ekonomi sehingga tingkat kesempatan kerja menjadi lebih tinggi dan pengangguran berkurang. dalam masa inflasi, pengeluaran masyarakat adalah melebihi penawaran barang-barang yang tersedia dalam perekonomian. oleh sebab itu, pengeluaran agregat perlulah dikurangi melalui pengurangan dalam penawaran uang dan kenaikan suku bunga. perubahan tersebut akan menurunkan pengeluaran agregat sehingga terdapat keseimbangan diantara pengeluaran dalam ekonomi dengan jumlah penawaran barang-barang.
    tiga jenis tindakan kebijakan ini, yaitu :
    a) melakukan jual beli surat-surat berharga di dalam pasar uang dan pasar modal/operasi pasar terbuka.
    b)membuat perubahan ke atas suku diskonto dan suku bunga yang harus dibayar oleh bank-bank perdagangan.
    c) membuat perubahan ke atas cadangan minimum yang harus disimpan oleh bank-bank perdagangan.
    2) kebijakan moneter kualitatif adalah langkah-langkah bank sentral yang bertujuan mengawasi bentuk-bentuk pinjaman dan investasi yang dilakukan oleh bank-bank perdagangan. tujuan utama kebijakan ini bukanlah untuk mengawasi perlakuan bunga penawaran uang, tetapi untuk mempengaruhi jenis-jenis pinjaman yang diberikan institusi keuangan. ini memungkinkan bank sentral menggalakkan pertumbuhan ekonomi ke arah yang diharapkan.

    BalasHapus
  64. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  65. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  66. Ahmad Rizqi Firdaus
    208082000052
    Akuntansi 2B

    1.Pendapatan Nasional
    Adl nil produksi barang & jasa yg dihasilkan suatu negara dlm suatu periode ttt.
    3 metode perhitungan PN:output approach,income approach&expenditure approach.
    a)Output App..
    Membagi perekonomian menjadi beberapa sektor produksi.Jumlah output masing” sektor merupakan jumlah output seluruh perekonomian.Dlm menghitungnya,kita menjumlahkan nil tambah(‘selisih antara nil output’&‘nil input antara’)dr masing”sektor.Secara metodologis,proses produksi pd dasarnya merupakan proses menciptakan/meningkatkan nil tambah suatu sektor produksi.Oleh karena itu,aktivitas produksi yg baik adl aktivitas yg menghasilkan nil tambah lebih besar dari 0.
    b)Income App..
    Melihat nil output perekonomian sbg nil total balas jasa atas faktor produksi yg digunakan dlm proses produksi.Dlm memproduksi output dibutuhkan input berupa t.kerja,tanah,modal & keahlian.Dlm menghitungnya,kita menjumlahkan pendapatan dr masing”faktor produksi.
    c)Expenditure App..
    Nil PN adl nil total seluruh pengeluaran agregat dlm perekonomian selama periode ttt.Menurut metode ini,ada beberapa jenis pengeluaran agregat dlm suatu perekonomian: konsumsi RT,pengeluaran pemerintah,investasi & ekspor neto(ekspor dikurangi impor).

    Komponen”perhitungan agregat dlm PN:
    a.Gross Domestic Product
    b.Gross National Product
    c.Net National Income
    d.National Income
    e.Personal Income
    f.Disposable Personal Income

    2.Keseimbangan Ps Barang-Ps Uang
    Keseimbangan ps barang tercapai bila penawaran agregat telah sama dgn permintaan agregat.Pd saat keseimbangan terjadi,tingkat tabungan yg mewakili sisi penawaran agregat,telah sama dgn investasi yg mewakili sisi permintaan agregat.Kondisi itu digambarkan oleh sebuah kurva yg disebut kurva IS.Nama kurva IS dikaitkan dgn kondisi di mana investment = saving (I = S).
    Sedangkan keseimbangan ps uang tercapai bila permintaan uang{liquidity preference(L)}telah sama dgn penawaran uang{money supply(M)}.Secara grafis,kondisi tsb digambarkan oleh kurva LM.Nama kurva LM juga dikaitkan dgn kondisi dimana permintaan uang sama dgn penawaran uang(L = M).
    Keseimbangan ekonomi(keseimbangan umum)tercapai bila ps barang-jasa & ps uang-modal secara bersamaan telah mencapai keseimbangan(I = S & L = M).Secara grafis hal itu tercapai ketika kurva IS berpotongan dgn kurva LM(IS = LM).

    3.Kebijakan Moneter & Kaitannya dgn Pertumbuhan Ekonomi
    Keb. moneter adl upaya mengendalikan/mengarahkan perekonomian makro ke kondisi yg dinginkan(lebih baik)dgn mengatur JUB.Yg dimaksud dgn kondisi yg lebih baik adl meningkatnya output keseimbangan(permintaan-penawaran agregat)&terpeliharanya stabilitas harga(inflasi terkontrol)sehingga perkembangan perekonomian akan terpacu utk bergerak ke arah pertumbuhan.Lantas,,bagaimana mempertahankan tingkat output perekonomian,yg notabene saling terkait dgn stabilitas harga,dlm suatu siklus ekonomi dlm rangka mempertahankan/mencapai pertumbuhan ekonomi?!Salah satunya yakni dgn tindakan kebijakan moneter pemerintah.Melalui kebijakan moneter pemerintah dpt mempertahankan,menambah,atau mengurangi JUB yg dpt mempertahankan kemampuan ekonomi bertumbuh melalui peningkatan output keseimbangan(agregat demand-agregat supply),sekaligus mengendalikan inflasi!
    Ketika pemerintah menurunkan tingkat penawaran uang, maka pemerintah dikatakan telah menempuh tindakan kebijakan uang ketat/kebijakan moneter kontraktif(tight money policy/monetary contractive).Namun jika pemerintah hendak‘menambah volume uang beredar’,maka pemerintah akan mengeluarkan kebijakan moneter expansif(monetary expansive).
    Ada 3 instrumen utama yg digunakan utk mengatur JUB:operasi pasar terbuka(open market operation),fasilitas diskonto(discount/ bank rate)& rasio cadangan wajib(reserve requirement ratio).Selain dr ketiga jenis tindakan kebijakan moneter‘kuantitatif’ini,terdapat pula bentuk kebijakan moneter lainnya yg berupa upaya pengawasan dlm hal bentuk pinjaman & investasi yg diberikan oleh institusi keuangan.Tindakan B.Sentral ini kemudian dikenal sbg kebijakan moneter ‘kualitatif’.

    BalasHapus
  67. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  68. Nama : Retno Anggraini
    NIM : 208082000070
    Akuntansi 2b

    Pendapatan Nasional adalah nilai seluruh produksi yang dihasilkan oleh suatu Negara dalam satu tahun atau nilai seluruh barang-barang dan jasa-jasa yang diproduksikan oleh negera dalam satu tahun. Pendapatan Nasional dapat dilihat dari 3 macam pendekatan yaitu :
    1. Pendekatan Produksi
    2. Pendekatan Pendapatan
    3. Pendekatan Pengeluaran

    Keseimbangan dipasar barang dan uang umumnya memiliki keterkaitan. karena fungsi permintaan dan penawaran uang hampir sama dengan fungsi permintaan dan penawaran suatu barang tertentu. Apabila terjadi peningkatan tingkat harga yang disebabkan oleh tingkat bunga menyebabkan daya beli masyarakat menjadi rendah, hal ini jelas menyebabkan permintaan terhadap barang-barang tertentu menjadi turun akhirnya produsen mengurangi tingkat produksinya dan menyebabkan pendapatan Nasional menurun. Otomatis menyebabkan pergeseran kurva dalam pasar uang dan juga akhirnya pergeseran kurva dalam pasar barang. Jadi, keseimbangan di pasar barang akan brbanding lurus dengan keseimbangan di pasar uang. Apabila hal itu terjadi, pemerintah akan banyak mengeluarkan jumlah uang yang beredar guna menggairahkan dunia perbankan dan dunia usaha melalui peningkatan suku bunga. jadi, kurva dalam pasar barang dan uang harus berada dalam titik ekulibrium guna terwujudnya perekonomian yang baik dalam suatu negara.

    Kebijakan moneter adalah kebijakan yang bertujuan untuk mengatur penawaran uang atau dengan kata lain mengatur jumlah uang yang beredar.
    Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan 3 cara :
    1. Operasi pasar terbuka, yaitu dengan menjual dan membeli obligasi pemerintah untuk meningkatkan jumlah uang yang beredar, pemerintah obligasi. Dan sebaliknya,untuk mengurangi jumlah uang yang beredar, pemerintah menjual obligasi dan menerima uang yang ada di masyarakat dan menghancurkannya.
    2. Mengubah tingkat diskonto bagi bank-bank anggota yang tidak memenuhi persyaratan cadangan untuk membayar dan meminjam dari bank central.
    3. Rasio cadangan wajib yaitu dengan cara mengubah jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah.
    Jadi kebijakan moneter sangat terkait erat dengan pertumbuhan ekonomi. kebijakan moneter ditujukan untuk mengontrol jumlah uang yang beredar. Jika terjadi krisis moneter atau tingginya harga-harga barang konsumsi, hal ini menyebabkan daya beli masyarakat akan menurun yang mengakibatkan dunia usaha dan perekonomian akan menurun. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan moneter yang dilakukan oleh pemerintah melalui bank central untuk menjaga kestabilan terhadap keseimbangan pasar barang dan uang atau dengan kata lain kestabilan perekonomian suatu negara.

    BalasHapus
  69. Aljuni Vernorth Nuzul
    208082000059
    Akuntansi 2B

    Soal No.1
    pendapatan nasional adalah nilai barang dan jasa yang diwujudkan pada suatu tahun tertentu.
    produk domestik bruto adalah nilai barang-barang dan jasa yang diproduksikan di dalam negara tersebut dalam satu tahun tertentu. dapat juga diartikan nilai barang dan jasa dalam suatu negara yang diproduksikan oleh faktor-faktor produksi milik warganegara tersebut dan negara asing.
    produk nasional bruto/gross national product adalah nilai barang dan jasa yang dihitung dalam pendapatan nasional hanyalah barang dan jasa yang diproduksikan oleh faktor-faktor produksi oleh warganegara dari negara yang pendapatan nasionalnya dihitung.
    PDB mengukur dua hal yaitu total pendapatan semua orang dalam perekonomian dan total pembelanjaan negara untuk membeli barang dan jasa hasil dari perekonomian.
    dalam analisis makro ekonomi, pendapatan nasional/national income dimaksudkan untuk menyatakan nilai barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu negara merupakan perwakilan PDB/PNB. pendapatan nasional di dalam produk nasional neto pada harga faktor adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh faktor-faktor produksi yang digunakan untuk memproduksikan barang dan jasa dalam suatu tahun tertentu.

    Soal No.2
    Keseimbangan pasar barang dan jasa tercapai apabila penawaran barang dan jasa sama dengan permintaannya. Pada saat itu tingkat saving yg mewakili penawaran agregat sama dengan investasi yg mewakili permintaan agregat, hal ini digambarkan dengan kurva IS (I=S,dimana invesment=saving) dan Y=AE, C+S=C+I
    Karena saving dipengaruhi oleh tingkat pendapatan dan investasi dipengaruhi oleh tingkat bunga maka hal ini dapat dikombinasikan tingkat bunga dan pendapatan keseimbangan dimana pasar barang dan jasa akan berada dalam keseimbangan yg digambarkan dalam kurva IS karena kurva IS merupakan suatu gambaran hubungan antara berbagai tingkat bunga dengan pendapatan nasional yg memungkinkan pasar barang dan jasa berada dalam keseimbangan.

    Soal No.3
    Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu; seperti menahan inflasi, mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera. Kebijakan moneter dapat melibatkan mengeset standar bunga pinjaman, "margin requirement", kapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui persetujuan melalui negosiasi dengan pemerintah lain. Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga. Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam pasokan/distribusi barang.Kebijakan moneter dilakukan antara lain dengan salah satu namun tidak terbatas pada instrumen sebagai berikut yaitu suku bunga, giro wajib minimum, intervensi dipasar valuta asing dan sebagai tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas.

    BalasHapus
  70. nama :Rochayati Lestari
    NIM : 208082000010
    Akuntansi A
    semester 2 (non reg)
    Jawaban no 1
    menurut saya,pendapatan nasional adalah pendapatan faktor produksi,artinya pendapatan yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik fektor produksi,pendapatan nasional digunakan untuk melihat perkembangan ekonomi masyarakat.
    ada 6 konsep pendapatan nasional:
    1.Produk Domestik Bruto (GDP)
    2.Produk Nasional Bruto (GNP)
    3.Produk Nasional Neto (NNP)
    4.Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    5.Pendapatan Perseorangan (PI)
    6.Pendapatan yang Siap Dibelanjakan (DI)
    Pendapatan Nasional dapat ditinjau dari 3 pendekatan:
    1.pendekatan metode produksi
    2.pendekatan metode pengeluaran
    3.pendekatan metode pendapatan
    jawaban no 2
    pasar barang adalah menggambarkan pertemuan antara penawaran dan pemintaan akan barang.
    keseimbangan pasar barang:kurva IS
    keseimbangan di pasar barang untuk perekonomian tertutup tanpa campur tangan pemerintah terjadi jika pengeluaran yang direncanakan sama dengan pengeluaran aktual atau ketika injeksi sama dengan kebocoran (I + G =S + T).kurva IS adalah kurva yang menujukkan hubungan negatif antara suku bunga (i) dengan output riil yang menjamin keseimbangan di pasar barang.
    pasar uang adalah pertemuan antara permintaan dan penawaran uang.dalam pasar uang yang ditransaksikan adalah hak menggunakan uang untuk jangka waktu tertentu.di pasar uang terjadi pinjam meminjam dana,yang selanjutnya menimbulkan hubungan utang piutang.pihak yang melakukan penawaran uang disebut otoritas moneter (bank sentral dan pemerintah)dan lembaga keuangan adalah (bank dan bukan bank),sedangkan pihak ang melakukan permintaan adalah masyarakat (rumah tangga dan perusahaan)
    keseimbangan pasar uang: kurva LM
    keseimbangan di pasar uang terjadi bila perminttan uang sama dengan penawaran uang.kurva LM adalah kurva yang menunjukkan hubungan positif antara tingkat bunga(i) dan tingkat output riil yang menjamin keseimbangan pasar uang.adanya perangkap likuiditas akan mengakibatkan kurva LM menjadi patah-patah (tidak continue dan halus) dan dapat digolongkan menjadi daerah perangkap likuiditas,daerah tengah dan di daerah klasik.
    jawaban no 3
    kebijakan moneter adalah usaha mengendalikan keadaan ekonomi makro agar dapat berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan melalui pengaturan jumlah uang yang beredar dalam perekonomian.usaha tersebut dilakukan agar terjadi kesetabilan harga dan inflasi serta terjadinya peningkatan output keseimbangan.pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar.
    kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua:menurun karena biaya produksipun meningakat
    1.kebijakan moneter ekspansif/monetary/ekspansife policy adalah suatu kebilakan dalam rangka menambah jumlah uang yang beredar.disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money pilicy)
    macam-macam kebijakan moneter:
    1.operasi pasar terbuka
    adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga.jika ingin menambah jumlah uang beredar,pemerintah akan membeli surat berharga.
    2.Fasilitas diskonto
    adalah pengaturan jumlah uang yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum.bank umum terkadang mengalami kekurangan uang sehingga harus meminjam uang ke bank sentral.untuk membuat jumlah uang bertambah,pemerintah menurunkan tingkat bunga bank sentral.
    3.Rasio cadangan wajib
    adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah.untuk menurunkan jumlah uang yang beredar,pemerintah menaikkan rasio.
    4.himbauan moral
    adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi.
    kaitan kebijakan moneter dengan pertumbuhan ekonomi:
    pada dasarnya kebijakan moneter adalah untuk menjaga inflasi terus meningkat dimana akibat dari peredaran uang yang melebihi kebutuhan produksi.dan inflasi akan menurunkan pertumbuhan ekonomi dikarenakan harga barang meningkat.

    BalasHapus